Resources

Articles

Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan

Secara umum, uang pasti akan menyentuh berbagai tahapan kehidupan yang dilalui manusia. Perencanaan keuangan sebaiknya menyertai setiap tahapan dalam siklus kehidupan agar berbagai kebutuhan dan keinginan dapat terwujud. Berapa pun besar penghasilan seseorang, apabila tidak dikelola dengan baik dan tidak sesuai dengan tujuan keuangannya, maka kecil kemungkinan mencapai hidup yang sejahtera. 

Sebagai seorang perencana keuangan, kami menemukan setidaknya ada empat tahapan yang cukup penting dalam kehidupan manusia. Setiap tahapan umumnya memiliki fokus dan tujuan keuangan yang berbeda. Anda juga sebaiknya memperhatikan daftar prioritas tujuan keuangan yang sebaiknya dipenuhi beserta investasi apa saja yang sebaiknya dilakukan.

Pertama, saat baru lulus sekolah dan mendapatkan penghasilan pertama. Momen berharga ini sering terlewat karena pada masa ini seseorang sering terlena dengan faktor gaya hidup. Penghasilan habis untuk kegiatan konsumtif bahkan utang kartu kredit pun mulai menumpuk. Fokus utama perencanaan keuangan sebaiknya untuk alokasi dana darurat, dana pembelian rumah, serta investasi untuk dana pensiun. Apabila good money habit mulai terbentuk sejak pertama memperoleh penghasilan, maka berbagai tujuan keuangan lebih berpotensi untuk terwujud.

Seorang fresh graduate memiliki kesempatan besar untuk menginvestasikan penghasilannya. Kehidupan Anda lebih banyak ditentukan oleh diri sendiri, kecuali jika Anda punya tanggungan dalam situasi khusus. Ada sebuah pepatah investasi terkenal yang mengatakan ”The best time to invest was 10 years ago. The second best time is today!”. Kalimat sederhana tersebut memiliki arti penting bahwa waktu merupakan kunci keberhasilan dalam berinvestasi. Dengan konsep bunga majemuk, hasil investasi akan optimal dalam jangka panjang bilamana investasi dilakukan sedini mungkin.

Kedua, saat baru berkeluarga. Menikah artinya menyatukan dua kehidupan termasuk kehidupan keuangan Anda. Pasangan suami-isteri sebaiknya sepakat dalam cara pengelolaan keuangan keluarga, termasuk tujuan keuangannya.  Tujuan keuangan pembelian rumah merupakan keputusan penting di masa ini. Pastikan Anda memiliki uang muka minimal 30% dari harga beli rumah. Bila belum ada, lakukan investasi menuju target. Contoh, jika Anda berencana beli rumah 3 tahun lagi dengan uang muka Rp. 200 juta, maka siapkan dana setiap bulan Rp. 3 juta ke reksa dana pendapatan tetap dengan asumsi tingkat imbal hasil 10% per tahun. Apabila target saldo tercapai, Anda bisa membeli rumah dengan bantuan kredit pemilikan rumah. Lanjutkan kebiasaan investasi per bulan menjadi pembayaran cicilan rumahnya.

Pos penting berikutnya adalah persiapan keuangan untuk membesarkan anak. Rencana ini sebaiknya terdiri dari dana pendidikan dan dana berlibur. Salah satu momen untuk memberikan memori menyenangkan pada anak dengan berlibur bersama keluarga. Oleh sebab itu, persiapan dana berlibur sama pentingnya dengan persiapan dana pendidikan anak.

Investasi untuk dana hari tua mutlak dimulai sekarang. Periksa seberapa tinggi toleransi Anda berdua terhadap risiko investasi, lalu sesuaikan portofolio investasi Anda dan pasangan. Salah satu aset investasi populer untuk keluarga muda adalah reksa dana dan emas. Tentukan jumlah kontribusi investasi reguler setiap bulan dari masing-masing pasangan dan tentukan alokasinya untuk apa saja. Sesuaikan anggaran pengeluaran dengan kemampuan finansial Anda berdua. 

Pembelian asuransi jiwa untuk pencari nafkah pun sebaiknya dipenuhi. Jangan lupa, periksa apakah proteksi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan masih memadai. Selain itu, pastikan dana darurat keluarga terus ditambah setidaknya mencapai kondisi ideal yaitu 6 kali pengeluaran rutin bulanan.

Ketiga, 10 tahun menjelang pensiun. Di masa ini, usahakan untuk mulai memiliki aset investasi yang dapat memberikan penghasilan pasif. Contohnya adalah memiliki properti yang disewakan, menampung sejumlah dana di obligasi, dan lainnya. Usahakan juga untuk melunasi semua pinjaman Anda miliki pada periode ini. Tujuannya agar di masa pensiun tidak lagi memiliki kewajiban yang memberatkan arus kas bulanan.

Dana darurat dalam bentuk likuid seperti tabungan sebaiknya diperbanyak. Apalagi untuk Anda yang belum memiliki asuransi kesehatan, maka dana kesehatan sebaiknya mulai dikumpulkan untuk persiapan pensiun. Jika anak-anak sudah mulai dewasa, maka ada baiknya untuk mulai mempersiapkan dana untuk pernikahan anak.

Keempat, saat masuk usia pensiun. Kami di ZAP Finance sepakat, pensiun dapat dimulai di usia berapa saja. Beberapa orang memulai pensiun sebelum usia 55 tahun. Ada juga yang 60 tahun. Apa pun keputusan anda, 1 tahun sebelum pensiun, periksa apakah saldo dana pensiun cukup memadai untuk menghidupi gaya hidup yang diinginkan untuk 30 tahun kedepan. Bila tidak, coba sesuaikan gaya hidup Anda dengan saldo dana yang tersedia di masa pensiun.

Pelajari dampak apabila Anda mengambil seluruh saldo dana pensiun yang tersedia atau melakukan mutasi ke sebuah produk anuitas. Ingatlah, saldo yang tersedia harus dikelola untuk memberikan penghasilan pensiun rutin dan juga kemungkinan peningkatan nilai investasi untuk mengalahkan inflasi. 

Siapa bilang merencanakan keuangan berhenti saat Anda tak lagi berpenghasilan? Tantangan bahkan lebih tinggi saat Anda harus optimal dalam memanfaatkan sisa aset yang dimiliki. Untuk itu, pastikan Anda merencanakan keuangan untuk membantu keluarga melalui setiap tahapan kehidupan. Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Utangku Sehat Nggak Ya?

ZAPFriends tidak semua utang adalah utang yang jahat. Ada utang yang bersifat produktif dan ada utang yang bersifat konsumtif. Utang produktif adalah utang sehat, yang dibuat dengan tujuan menambah manfaat dan membantu terwujudnya aset investasi.  Sedangkan, untuk pembelian aset konsumsi maka yang masih tergolong sehat adalah utang konsumtif yang memiliki nilai manfaat lebih panjang daripada masa pembayaran utang.

Nah, seperti apakah sebenarnya syarat utang yang baik atau utang yang sehat ini? Ini dia checklistnya:

  1. Utang yang diperuntukkan untuk menambah aset

Kenaikan harga properti, membuat banyak rumah tangga kesulitan dalam memiliki rumah tinggal. Jika menunggu sampai uang tercukupi seringkali menjadi mustahil. Apalagi asset property biasanya memiliki kenaikan harga antara 10% – 20% setiap tahunnya, tergantung pada lokasi di mana ZAPFriends membeli properti.

  • Utang yang diperuntukkan untuk menambah modal usaha

Dengan tambahan modal, maka harapannya penghasilan usaha di masa depan akan lebih besar. Oleh sebab itu, utang yang dibuat untuk penambahan modal, masih termasuk ke dalam kategori utang yang sehat. Namun, Mommies tetap harus berhati-hati dalam memperhitungkan, karena diupayakan dengan adanya penambahan modal ini juga berpengaruh pada penambahan pendapatan. Sehingga, biaya & cicilan pinjaman harus bisa ditutup dari penambahan pendapatan.

  • Pembelian aset konsumsi dengan masa manfaat diatas 5 tahun

Beberapa kartu kredit akan menawarkan cicilan tetap atau bunga 0% untuk pembelian barang-barang tertentu, jika ternyata mendadak mesin cuci, TV atau alat elektronik di rumah yang biasa dipergunakan sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari rusak, maka ZAPFriends boleh berutang untuk membeli penggantinya.

  • Besaran total cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan

Apa pun utang yang diambil, baik untuk KPR/KPA, cicilan kartu kredit, dan lain-lain, sebaiknya jumlah cicilan pinjaman tidak melebihi dari 30% dari jumlah pendapatan bulanan. Namun, apabila ZAPFriends bekerja sebagai freelancer, sangat tidak disarankan mengambil pinjaman lain diluar KPR.

  • Pinjaman tidak untuk gaya hidup apalagi biaya hidup

Mengikuti gaya hidup tidak akan pernah ada habisnya dan tidak akan pernah cukup. Jadi kalau ZAPFriends membeli gadget atau memilih untuk menghabiskan waktu banyak di tempat kopi-kopi kekinian dengan berutang, atau membayar dengan kartu kredit, maka ini adalah suatu bentuk utang yang tidak sehat. Apalagi jika sampai membayar biaya harian dan biaya sekolah anak dengan pinjaman, juga tidak disarankan.

Let’s Live A Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?

ZAPFriends, bagi banyak karyawan di Indonesia, akhir tahun identik dengan penantian penghasilan bonus dari perusahaan tempatnya bekerja. Bonus akhir tahun adalah penghasilan yang bersifat tidak rutin yang mungkin hanya diperoleh satu kali dalam setahun bekerja. Apabila ternyata perusahaan tempat ZAPFriends bekerja juga membagikan bonus, maka berikut ini kiat pengelolaan yang ideal sesuai rencana keuangan. Ini dia financial checklistnya:

Pertama, pembayaran kewajiban utama. ZAPFriends, minZ mau mengingatkan untuk menyisihkan bonus untuk kewajiban agama seperti zakat mau pun parpuluhan tentunya. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan bonus untuk melunasi tunggakan pajak atau kewajiban lain yang tertunda.

Yang kedua, melunasi utang konsumtif. Dengan kemajuan teknologi, setiap orang menjadi lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman. Berbagai keinginan seperti membeli tiket liburan, belanja online, dan berbagai pembelian konsumtif sayangnya banyak didanai dengan berutang. Dengan biaya pinjaman serta administrasi yang cukup tinggi (yaitu diatas 10% per tahun), maka saat memperoleh tambahan penghasilan dapat dialokasikan untuk pelunasan. 

Ketiga, membentuk dana darurat. Dalam kehidupan rumah tangga, mempersiapkan dana untuk kebutuhan tak terduga sangat penting untuk dilakukan. Kebutuhan tak terduga dan bersifat mendesak seperti musibah, memberi bantuan saudara, atau sekedar memperbaiki tempat tinggal membutuhkan dana tunai yang segera. Untuk dana darurat sebaiknya ZAPFriends tempatkan dalam bentuk tabungan agar mudah dicairkan menjadi tunai serta tidak memiliki risiko turun nilainya. 

Keempat, investasi sesuai dengan rencana keuangan. Bonus akhir tahun dapat dialokasikan untuk menambah saldo target dana untuk beberapa tujuan keuangan keluarga. Jika Anda masih lajang, maka dana pensiun menjadi prioritas utama alokasi investasi. Sedangkan, jika Anda sudah berkeluarga, maka dana pendidikan anak baru kemudian dana pensiun dapat diurutkan dalam skala prioritas. 

Kelima, bersenang-senang. Jangan lupa juga bahwa usaha dan kerja keras tetap wajib untuk dinikmati oleh setiap orang dan keluarganya. Wisata ibadah mau pun wisata ke lokasi yang indah dapat menjadi pilihan untuk melepas kejenuhan serta tekanan pada masa sebelumnya. Disiplin dan pengendalian diri sebaiknya dilakukan agar ZAPFriends hanya menggunakan bonus yang telah dianggarkan untuk kegiatan senang-senang ini. 

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Checklist Evaluasi Keuangan Akhir Tahun

ZAPFriends, wah tidak terasa ya kita sudah di penghujung akhir tahun. Akhir tahun adalah momen yang sangat baik untuk melakukan refleksi terhadap pencapaian selama setahun. Berbagai tujuan keuangan yang ditetapkan di awal tahun 2020 perlu dievaluasi lagi nih apakah sudah tercapai atau belum. Setidaknya ada 5 hal yang sebaiknya dievaluasi oleh ZAPFriends di akhir tahun, agar perencanaan keuangan ZAPFriends tetap berada pada jalur yang benar dan kondisi keuangan dapat terus sehat. Ini dia Checklistnya:

  1. Penambahan aset selama tahun 2020. Apa yang sudah ZAPFriends punya dari awal tahun 2020 hingga sekarang? Apakah ZAPFriends berhasil meningkatkan saldo aset investasi, atau malahan meningkatkan saldo pinjaman? Cara melakukan evaluasi adalah dengan membuat daftar semua aset investasi dan aset konsumsi yang dimiliki seperti tabungan, rumah, perhiasan, dan lainnya.  Secara umum, setiap orang sebaiknya mengalami peningkatan kekayaan bersih setidaknya 10% setiap tahunnya, jika masih dalam tahapan kehidupan yang produktif.
  1. Evaluasi tujuan keuangan yang sudah tercapai. Coba deh ZAPFriends lihat lagi catatan tujuan keuangan yang sudah ZAPFriends susun di awal tahun 2020. Jika ada tujuan keuangan yang belum tercapai, kira-kira apa penyebabnya? Apakah tidak ada sumber dana untuk memenuhi tujuan atau ada hal kejadian lain yang mengganggu tercapainya tujuan tersebut. 
  1. Evaluasi saldo dana darurat. Dana darurat untuk rumah tangga yang ideal jumlahnya setara 3 bulan dikalikan dengan pengeluaran rutin. Apalagi di masa pandemi seperti ini, minZ sarankan kamu memiliki 12x pengeluaran rutin bulanan. Sebagai contoh, apabila pengeluaran rutin keluarga sebesar Rp5 juta setiap bulannya, maka dana darurat minimal yang perlu dimiliki adalah Rp15 juta. Dana darurat tersebut perlu ditempatkan di rekening terpisah ya ZAPFriends dari rekening untuk kebutuhan operasional.
  1. Evaluasi proses menabung dan investasi setiap bulan. Setiap orang sebaiknya menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diperoleh untuk menabung dan investasi. Harapannya, uang hasil tabungan dan investasi tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat masa pensiun atau sudah tidak lagi aktif berpenghasilan. Rasio menabung dan investasi yang sehat adalah minimal 10% dari penghasilan bulanan. 
  1. Yang terakhir adalah evaluasi rasio berutang. Terkadang, untuk meraih beberapa tujuan keuangan berutang atau mengambil pinjaman menjadi salah satu strateginya. Hal umum adalah mengambil pinjaman untuk membeli rumah tinggal dan kendaraan. Berutang diperbolehkan asal sesuai dengan kemampuan keuangan. Rasio berutang yang sehat diperoleh dengan membagi penghasilan bulanan dengan angka 3. 

ZAPFriends, mari sambut tahun 2021 dengan keuangan yang lebih baik. Selamat Tahun Baru

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

5 Tanda Kita Perlu Melakukan Evaluasi Keuangan Keluarga

Kategori masalah keuangan tidak terbatas hanya pada perbedaan penghasilan atau kurangnya penghasilan namun juga meliputi masalah pengelolaan keuangan. Sebelum terlambat, kenali 5 kondisi dalam rumah tangga yang merupakan indikasi perlunya dilakukan evaluasi kesehatan keuangan keluarga.

1. Tidak Punya Dana darurat. Apakah #ZAPFriends pernah bingung mencari pinjaman ketika musibah melanda? Penyebabnya adalah tidak ada atau kurangnya saldo dana tunai yang dapat menjadi solusi saat adanya kebutuhan mendadak. Jika iya, hal ini menjadi tanda bahwa evaluasi keuangan perlu dilakukan karena minimnya dana darurat yang dimiliki. Idealnya, seseorang memiliki penyisihan dana darurat sebesar 3- 12x pengeluaran rutin bulanan untuk mengantisipasi kondisi tak terduga di kemudian hari.

2. Gaji Bulanan Habis Sebelum AKhir Bulan. Apakah penghasilan sering habis terpakai sebelum akhir bulan? Sehingga, tidak punya sisa uang untuk menabung dan berinvestasi? Jika iya, coba periksa kembali perilaku belanja selama ini. Idealnya, 10% dari gaji bulanan harus mampu disisihkan untuk tabungan dan investasi keluarga.

3. Bayar Minimum Cicilan Kartu Kredit. Cicilan pinjaman seharusnya hanya menggunakan alokasi 30% dari penghasilan bulanan yang diterima. Pembayaran utang tidak hanya untuk kartu kredit, namun juga untuk semua pinjaman yang mungkin dimiliki. Jumlah saldo utang kartu kredit yang berlimpah merupakan indikasi bahwa saat ini keluarga memiliki gaya hidup diatas kemampuan keuangan.

4. Hidup dari Satu Utang ke Utang Lainnya. Apakah biaya hidup bulanan sebagian diperoleh dari hasil berutang? Jika iya, kondisi harus segera dibenahi. Semakin besar ketergantungan keluarga terhadap kredit artinya memiliki risiko tinggi terjadinya kebangkrutan.

5. Perubahan Penghasilan Secara Drastis. Dalam kondisi perekonomian yang sulit, pemutusan hubungan kerja (PHK) menimpa beberapa rumah tangga. Bilamana hal ini juga terjadi pada Anda, maka evaluasi keuangan keluarga perlu dilakukan. Dua fokus utama yang perlu diperhatikan adalah pelunasan utang segera dan penyesuaian pengeluaran.

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Tips Agar Tidak Boros

#ZAPFriends, berbagai diskon dan promo menarik dapat ditemui dengan mudah di berbagai sudut pusat perbelanjaan Indonesia. Selain pusat perbelanjaan, beberapa situs belanja online juga turut menawarkan diskon dan promo menarik. Bagaimana supaya tidak boros alias lapar mata? Ini dia tipsnya:

1. Buatlah anggaran. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat anggaran belanja. Tentukan setiap bulan berapa jatah belanja yang bisa dihabiskan. Apabila jatah belanja sudah habis, maka Cosmoners tidak boleh belanja lagi hingga bulan depan.

2. Buat Prioritas Pengeluaran. Diantara membeli beauty products, fashion products, atau pun hobbies, mana yang termasuk penting dan utama untuk Anda? Jika jatah terbatas, maka prioritas ini harus ditentukan. ZAP Finance sarankan mengambil prioritas dari belanja yang pada akhirnya dapat membantu #ZAPFriends menjadi lebih produktif dan menghasilkan.

3. Lakukan Pemisahan Dana. Setelah menyusun anggaran, Anda disarankan untuk melakukan pemisahan dana sesuai alokasi anggaran. Kemungkinan terjadinya khilaf atau berbelanja melewati batas alokasi anggaran akan semakin besar tanpa pemisahan dana sebab masih terdapat sisa saldo atau dana yang tersedia meskipun dana tersebut untuk alokasi pengeluaran lainnya. Pemisahan dana bisa dilakukan baik dengan menggunakan konsep amplop, pemisahan rekening ataupun penggunaan uang elektronik terpisah.

4. Decluttering. Melalukan proses pembersihan lemari pakaian bisa jadi merupakan siasat ampuh agar kita tidak menjadi semakin lapar mata. Coba bongkar semua barang yang Andamiliki, apakah masih banyak yang dapat digunakan? Jika iya, apakah perlu membeli lagi? Jika tidak digunakan, apakah bisa dijual di garage sale atau disumbangkan?

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Sehatkah Keuangan Rumah Tanggaku?

Keuangan rumah tangga yang baik tentunya yang dikelola dengan sehat dan berkelanjutan. Sebelum dapat mulai merencanakan keuangan, maka tahapan harus diawali dengan pengukuran kesehatan keuangan rumah tangga. Secara sederhana, kesehatan keuangan dapat diukur dari beberapa indikator.

Kondisi keuangan sebuah rumah tangga dapat dikategorikan kedalam empat tingkatan yaitu Tidak Sehat, Sehat, Mandiri, Sejahtera. Empat kondisi terebut sejalan dengan perjalanan hidup. ZAP Finance mengajak Anda untuk melakukan evaluasi kesehatan keuangan berikut ini:

  1. Mengevaluasi pinjaman. Apakah rumah tangga memiliki pinjaman? Setiap tahun, pendataan jumlah aset dan utang sebaiknya dilakukan. Pinjaman sehat umumnya berbentuk pinjaman untuk pembelian rumah tinggal dan pinjaman untuk modal usaha.

2. Memastikan pengeluaran lebih kecil daripada pemasukan. Saat pemasukan dan pengeluaran impas saja, artinya Anda belum memiliki kemampuan untuk menyisihkan dana masa depan. Cara termudah adalah membuat tabel arus kas pemasukan dan pengeluaran. Setiap bulan, manajer keuangan dalam

3. Menghitung kecukupan dana darurat. Dalam kehidupan, banyak sekali kejadian tak terduga yang mungkin membutuhkan biaya yang terkadang cukup besar. Contohnya adalah musibah bencana alam yang menimpa keluarga, musibah sakit, mau pun hal sederhana seperti atap rumah bocor, ban pecah, dan rusaknya alat rumah tangga.

4. Memiliki aset tabungan dan investasi. Ada perbedaan yang sangat mendasar antara menabung dan berinvestasi. Untuk memenuhi berbagai tujuan keuangan hingga jangka waktu 2 tahun kedepan, maka sarana terbaik adalah menabung seperti dengan bantuan tabungan berjangka, membeli logam mulia, mau pun membeli reksa dana pasar uang. Sedangkan, untuk tujuan keuangan yang lebih panjang maka sarana terbaik adalah dengan berinvestasi seperti membeli saham, membeli tanah, dan lainnya.

#ZAPFriends, situasi yang umum, kemungkinan besar rumah tangga memiliki aset yang akan dikategorikan menjadi aset kas, aset investasi, dan aset konsumsi. Rumah tinggal yang ditempati, kendaraan yang digunakan serta perhiasan adalah contoh aset konsumsi karena digunakan untuk kehidupan.

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Tips untuk Yang Baru Mau Mulai Investasi

#ZAPFriends, belum pernah berinvestasi, tetapi mulai merasa bahwa tabungan tidak memberikan hasil yang maksimal? Inilah saat yang tepat untuk mulai mengalihkan sebagian aset dan penghasilan dalam bentuk aset investasi. Investasi dapat berbentuk aset berwujud seperti emas dan properti, dan dapat juga berbentuk aset keuangan seperti reksa dana dan obligasi. Jika Anda belum pernah berinvestasi, maka berikut ini tips-tips yang yang dapat diikuti.

  • Selalu memperhatikan tujuan berinvestasi sebelum memulai investasi. Kesalahan umum yang sering dibuat seseorang dalam berinvestasi adalah tidak memahami “kenapa saya berinvestasi?”. Tujuan investasi dapat berupa menambah nilai aset kekayaan. Selain itu, dapat juga untuk memperoleh penghasilan tambahan secara berkala. Beda tujuan, akan beda lho aset investasi yang sesuai!
  • Kenali dan pahami risiko investasi yang menyertai setiap produk. Setiap aset investasi pasti memiliki plus dan minusnya masing-masing. Sebagai contoh, properti konon nilainya akan selalu naik, tetapi jika mau dijual cepat mungkin lebih sulit. Nah, hal ini namanya risiko likuiditas. Sedangkan, emas misalnya jika mau dijual kapan pun akan lebih mudah dan cepat, namun harga emas juga bisa naik dan turun dalam waktu dekat. Nah, untuk harga yang berfluktuasi ini namanya risiko volatilitas.
  • Rajin membaca literatur keuangan dan selalu up to date dengan kondisi pasar. Berbagai aset investasi memiliki kinerja yang pastinya terpengaruh juga dengan kondisi perekonomian Indonesia. Sebagai contoh, jika kurs dolar terhadap rupiah naik, maka pasti ada dampaknya terhadap harga reksa dana yang dimiliki. Jadi, sebagai investor harus rajin juga menambah pengetahuan.
  • Tahu batas teratas dari imbal hasil yang diharapkan. Maksudnya, setiap aset investasi punya perkiraan hasil keuntungan yang wajar, misalnya 5% per tahun untuk deposito atau 10% per tahun untuk reksa dana pendapatan tetap. Nah, apabila hasil investasi sudah mencapai nilai tersebut, maka sebaiknya hasil investasi diambil saja. Jangan serakah dan tergoda untuk menginvestasikan seluruh uang ke satu produk karena teriming-iming imbal hasil tinggi.
  • Tenang dan bijak dalam mengambil keputusan. Bila nilai investasi sedang turun, jangan panik! Tidak menggunakan emosi dalam mengambil keputusan investasi merupakan salah satu kunci sukses banyak investor dalam berinvestasi. Jika kamu tetap bimbang, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan terpercaya yang dapat membantu memberikan pandangan yang lebih bijak untuk pengambilan keputusan investasi.

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

#ZAPFriends akhir tahun identik dengan musim pendaftaran sekolah untuk anak. Untuk orang tua yang sudah memiliki dana, membayar uang pangkal masuk sekolah mungkin bukan kendala lagi ya. Tulisan kali didedikasikan kembali untuk para orang tua dan calon orang tua yang tidak ingin pusing menghadapi biaya pendidikan anak kelak.

  1. Jangka waktu.

Dana pendidikan anak tidak semuanya jatuh tempo dalam jangka panjang. Berapa usia anak saat ini dan kapan dia akan masuk jenjang sekolah yang dipersiapkan? Jika dibawah 12 bulan, maka jangka pendek. Jika diatas 12 bulan maka jangka menengah hingga panjang.

2. Perhatikan jenis sekolah dan biaya.

#ZAPFriends, pemilihan jenis sekolah yaitu negeri, swasta, atau internasional akan sangat mempengaruhi biaya pendidikan anak kelak. Jangan malas ya #ZAPFriends untuk melakukan riset atas sekolah impian Anda untuk anak, dan proyeksikan biayanya sesuai dengan inflasi alias kenaikan harga per tahun.

3. Pilih produk yang sesuai untuk masing-masing kebutuhan.

Kesalahan umum yang saya temui sebagai perencana keuangan adalah masih banyak orang tua yang menggunakan hanya satu produk saja untuk memenuhi seluruh kebutuhan dana pendidikan anaknya. Itu sebabnya untuk yang jatuh tempo antara 2 tahun – 5 tahun, saya gunakan produk yang lebih konservatif. Sedangkan, untuk kebutuhan diatas 5 tahun, gunakanlah produk yang lebih agresif.

4. Pilih strateginya.

Untuk yang bekerja dengan penghasilan tetap, metode terbaik adalah melakukan proses menabung dan investasi secara berkala setiap bulannya. Dana ini dialokasikan dari gaji bulanan, dan idealnya hanya perlu alokasi maksimal 10% dari gaji Anda. Untuk #ZAPFriends yang bekerja dengan penghasilan tidak tetap, maka saat mendapat penghasilan alokasikan secara maksimal untuk langsung memenuhi kebutuhan investasinya.

5. Miliki perlindungan asuransi jiwa.

#ZAPFriends, agar tidak salah kaprah, pahamilah bahwa fungsi investasi adalah membantu Anda untuk mencicil dalam jumlah kecil dan mengharapkan imbal hasil yang tinggi sehingga saat jatuh tempo kebutuhan, saldonya terkumpul sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan asuransi jiwa, berfungsi untuk melindungi keluarga, jika dalam perjalanan melakukan cicilan investasi, tiba-tiba Anda meninggal dunia sehingga pemasukan yang biasa Anda berikan ke rumah tangga dapat digantikan oleh uang pertanggungan.

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Tips Menghindari Penipuan Investasi Bodong

#ZAPFriends, investasi adalah proses menunda konsumsi hari ini untuk mendapatkan tambahan keuntungan di masa depan. Proses ini adalah strategi penting dalam perencanaan keuangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan di masa depan seperti dana pendidikan anak untuk kuliah, dana pensiun, serta berbagai tujuan lainnya. Sayangnya, karena kurang pemahaman dan literasi keuangan, masih banyak masyarakat yang tertipu berbagai penipuan berkedok investasi. Apa dan bagaimana cara agar dapat terhindar? Simak tulisan minZ berikut ini ya!

Selama 10 tahun terakhir, pemerintah menyatakan bahwa sebanyak Rp105,81 triliun dana masyarakat hilang karena investasi ilegal. Jumlah tersebut diduga masih terus bertambah menyusul ada masyarakat yang tidak melaporkannya ke Otoritas Jasa Keuangan atau pun ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim).

Bentuk penipuan berkedok investasi tampak seperti investasi biasa. Beberapa jenis skema penipuan yang pernah terjadi di Indonesia ada yang berformat investasi emas, investasi perkebunan, mau pun investasi berbasis travel. Umumnya, investasi ini disajikan dengan gaya yang profesional, serius, dan kadang kala memiliki kantor fisik yang tidak kalah prestis dengan lembaga keuangan bonafid.  

Ciri khas utama investasi ilegal alias bodong adalah memberikan janji kepastian hasil investasi yang jauh lebih tinggi ketimbang investasi umum sejenis. Misalkan, suku bunga deposito saat ini di kisaran 5% per tahun, maka skema penipuan menawarkan hasil pasti hingga 2% per bulan. Agar investor percaya, keuntungan umumnya akan terus dibayarkan hingga 1 tahun sampai 2 tahun. Korban dari investasi ilegal biasanya bermotivasi ikut-ikutan mau pun karena faktor terdesak akibat terkena pemutusan hubungan kerja. Ada dua cara penawaran investasi bodong di Indonesia.

Skema piramida menjanjikan calon investor memperoleh uang berlebih bila merekrut anggota baru. Investor diwajibkan menyetor dana kepada orang yang merekrut sebagai anggota baru. Lalu, investor kedua pun punya kewajiban merekrut anggota baru yang pada akhirnya juga menyetorkan uang kepada investor pertama dan seterusnya. Skema ini akan membentuk lapisan demi lapisan menjadi sebuah piramida. Namun, saat piramida ini hancur, para investor baru menyadari terkena tipuan berkedok investasi. Sekilas mirip bisnis multi-level marketing yang umumnya ditawarkan dalam bentuk arisan berantai. Di Indonesia, bentuk ini ditawarkan oleh  Koperasi Pandawa. Koperasi ini merugikan masyarakat hingga Rp 3 triliun setelah diputus rantai rekrutmennya oleh OJK.

Skema kedua yang cukup sering terjadi adalah skema Ponzi. Seorang tenaga pemasar dari perusahaan ilegal ini akan mengiming-imingi calon investor dengan tingkat imbal hasil yang tinggi dan melebihi rata-rata imbal hasil deposito perbankan. Teknik pembagian uangnya adalah sebagian uang yang disetorkan investor akan digunakan untuk membayar keuntungan yang dijanjikan kepada investor lain. Sebagian lagi tentu untuk perusahaan investasi ilegal yang melakukan. Di Indonesia, bentuk ini menawarkan keuntungan 1 persen setiap hari yang dilakukan Dream for Freedom (D4F). Kerugian masyarakat karena investasi bodong DAF mencapai Rp 3,6 triliun.

Ada beberapa tips yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Pertama, if it is too good to be true, then it is too good to be true. apabila imbal hasil sangat tinggi, pasti risikonya tinggi. Jangan mudah tergiur dengan teknik membandingkan deposito dengan skema investasi, karena yang kedua tentu saja tidak dijamin oleh pemerintah. 

Kedua, pahami bagaimana perusahaan melakukan pengelolaan dana investasi. Sebuah investasi baik itu usaha mau pun lainnya pasti mengalami siklus. Artinya, terjadi penurunan atau kenaikan hasil investasi adalah sebuah hal yang wajar. Jika ada sebuah tawaran investasi yang berani menjanjikan hasil yang pasti dan tinggi, maka calon investor patut waspada. 

Ketiga, pastikan perusahaan investasi memiliki ijin untuk menghimpun dana masyarakat. Berbentuk badan hukum seperti perseroan terbatas (PT), mau pun koperasi saja tidak cukup. Calon investor dianjurkan untuk selalu melakukan referensi ke daftar waspada investasi dari OJK. Apabila nama perusahaan atau organisasi yang sedang dipelajari masuk daftar waspada, maka sebaiknya hindari saja. 

Selain tiga tips diatas, kami juga kerap menggunakan rumus 72 sebagai tolak ukur kewajaran hasil investasi. Cara menghitung kelogisan dari sebuah penawaran investasi dengan membagi angka 72 dengan tingkat imbal hasil yang dijanjikan oleh skema investasi. Hasilnya, merupakan jumlah tahun yang dibutuhkan agar nilai modal tumbuh menjadi dua kali lipat dari nilai semula. 

Contoh, jika investor diberi tawaran investasi yang menjanjikan tingkat imbal hasil sebesar 5% per tahun, maka jika disandingkan dengan deposito, secara matematis modal akan kembali dalam 14,4 tahun. Perhitungannya adalah membagi 72 dengan 5, yang merupakan bunga 5% per tahun untuk investasi sejenis deposito. Jadi, misal Anda menempatkan dana sebesar Rp100 juta, maka dalam 14,4 tahun dana investasi baru akan berkembang menjadi Rp200 juta alias berkembang dua kali lipat. 
Investasi selama dilakukan secara benar dan sesuai seharusnya akan memberikan hasil yang baik dan bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga. Andil pemerintah memang penting dalam melakukan fungsi pengawasan atas menjamurnya pelaku investasi bodong. Namun, sebagai pemilik dana, Anda juga harus mau lebih logis serta waspada sebelum menempatkan dana. Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya