Resources

Articles

Kelola Investasi di Masa Waspada

Dampak corona-virus terhadap perekonomian global memang mulai terasa di berbagai negara. Dimulai dari dampaknya terhadap sektor pariwisata, hingga pada akhirnya sampai juga ke lantai bursa. Tapi, jangan panik! Berikut ini checklist mengelola investasi di masa waspada.

1. Jangan panik!

Bursa di Indonesia sudah pernah mengalami kondisi hampir serupa saat menghadapi krisis tahun 1998 dan 2008. Bagi yang memperhatikan sejarah pasti paham bahwa dalam jangka panjang, hasil investasi berbasis saham tetap baik untuk saham berfundamental baik. Hal yang perlu dipastikan, cukupkah dana darurat kita?

2. Evaluasi dan atur ulang portofolio aset investasi.

Dengan kondisi IHSG yang sedang turun, hampir pasti saldo aset investasi yang berbasis saham akan mengalami penurunan yang signifikan. Apakah waktunya cut-loss? Mari kembali ke konsep tujuan keuangan. Untuk apa dana investasi ini sebenarnya akan digunakan? Jika investasi ditujukan untuk 10 tahun kedepan, maka dana investasi yang sudah turun hingga 10% sebaiknya tidak dicairkan. Adapun untuk dana yang turunnya belum sampai 10% dapat dipindahkan sementara di instrumen yang berbasis pasar uang seperti reksa dana pasar uang atau pun deposito.

3. Tetap melakukan penyebaran aset investasi.

Diversifikasi aset investasi sangat penting dilakukan setiap saat. Penyebaran aset investasi sebaiknya berdasarkan kemudahan untuk dijual kembali, kemungkinan fluktuasi nilai investasi dalam jangka pendek, serta aset yang tidak dipengaruhi oleh sistem lembaga keuangan. Jadi, setiap rumah tangga disarankan untuk memiliki tabungan atau deposito, reksa dana pasar uang, logam mulia, aset berbasis saham dan jika memungkinkan, properti. Komposisinya bergantung pada profil risiko masing-masing sebagai investor.

4. Tetap berinvestasi dengan konsep berkala.

Teknik ini mengajak kita membeli atau berinvestasi di sebuah produk keuangan yang sama secara rutin setiap bulan dengan jumlah Rupiah yang sama. Sisi positif dari penurunan IHSG adalah kita berkesempatan untuk membeli instrumen berbasis saham dengan harga lebih rendah. Tetapi, jangan gegabah juga untuk memginvestasikan semua dana yang dimiliki kedalam instrumen berbasis saham.

5. Hindari spekulasi jangka pendek.

Investasi sangat berbeda dengan spekulasi. Saat ini cukup banyak orang yang melakukan aksi membeli Dolar Amerika dengan harapan kurs Rupiah terus melemah sehingga dapat mengambil keuntungan dalam jangka pendek. Atau, banyak juga yang melakukan serok saham padahal kondisi dana darurat tidak mumpuni. Dalam situasi tidak menentu, saya sarankan untuk menghindari praktik spekulasi terutama bagi investor awam.

Mari belajar dari situasi hampir serupa di lantai bursa saat terjadi krisis subprime mortgage di tahun 2008. Sebuah studi yang dilakukan oleh ZAP Finance atas perbandingan investasi secara berkala dengan investasi secara sekaligus untuk periode Oktober 2008 hingga Oktober 2012 ke sebuah reksa dana saham mengungkapkan fakta bahwa cara berinvestasi yang memberikan hasil optimal adalah investasi secara berkala. Sedikit catatan, optimal itu berbeda dengan maksimal. Tidak seorang pun dapat memprediksi waktu tepat berinvestasi yang dapat memberikan hasil paling maksimal.

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Jurus Anti Panik Keuangan Rumah Tangga

Ada beberapa antisipasi keuangan yang bisa dilakukan setiap rumah tangga dalam menghadapi perubahan dan gejolak perekonomian di Indonesia.

1. Evaluasi sumber penghasilan.

Tidak semua pekerjaan atau usaha akan terdampak secara langsung dari kemungkinan penurunan ekonomi pasca pengumuman positif Covid-19 di Indonesia. Apabila pekerjaan kamu tidak terdampak, maka tetap jalani hidup secara normal, namun dengan prinsip waspada. Jika sumber penghasilan terdampak, maka penyesuaian bujet wajib dilakukan.

2. Menghitung ulang bujet rumah tangga.

Kondisi perekonomian pasti memiliki dampak terhadap keuangan rumah tangga dalam skala mikro. Sederhananya, potensi kenaikan biaya-biaya dalam rumah tangga dan juga potensi berkurangnya penghasilan akibat kondisi perusahaan yang juga kena imbas. Itu sebabnya upayakan pakai bujet Living – Saving – Playing, dengan prioritas utama pada porsi Saving dana darurat.

3. Perbesar saldo dana cadangan darurat.

Saat ini, fokus tujuan keuangan sebaiknya adalah menambah porsi dana cadangan dalam bentuk yang likuid. Untuk keluarga yang berpenghasilan sebagai karyawan disarankan untuk mentargetkan minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Sedangkan, untuk wiraswasta atau pekerja lepas, targetkan hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan. Dana cadangan ini sebaiknya ditempatkan di tabungan yang terpisah dengan rekening untuk transaksi harian.

4. Prioritas pos kesehatan

Untuk saat ini, fokus perkokoh pondasi keuangan. Prioritas pengeluaran pada pos wajib seperti pembayaran cicilan, uang sekolah anak, serta kewajiban lain. Berikutnya, kelola pos kebutuhan seperti makan, minum, serta pengeluaran untuk kesehatan. Fokuskan kepada gaya hidup sehat seperti perbanyak buah, sayuran, air putih serta vitamin untuk memperkuat kondisi kesehatan. Namun, jangan stok alat kesehatan mau pun obat secara berlebihan.

5. Hindari pembelian konsumtif apalagi dengan pinjaman

Untuk sementara waktu, hindari pembelian yang dibantu dengan cicilan berbunga tinggi. Apabila tabungan sudah memadai dan pembelian diperlukan, silakan pilih dengan promo terbaik.

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

9 Langkah Mencapai Kemerdekaan Finansial

Setiap orang memiliki potensi untuk dapat meraih kemerdekaan finansial. Hambatan umumnya datang dari pola pengeluaran atau gaya hidup yang dianut oleh seseorang beserta keluarganya. Untuk dapat meraih kemerdekaan finansial, berikut langkah-langkah yang ditempuh.

1. Membangun komunikasi keuangan dengan keluarga.

Kesalahan terbesar dalam mencapai hidup yang sejahtera adalah gagal mengkomunikasikan apa yang dianggap penting oleh setiap anggota keluarga. Sampaikan tujuan hidup yang ingin diraih dan berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk itu. Contoh tujuan hidup adalah bebas dari utang, punya standar hidup tertentu, dan sebaginya.

2. Tahu posisi keuangan.

Financial check-up pada dasarnya untuk mengetahui posisi aset dan kewajiban rumah tangga saat waktu tertentu. Selain itu, financial check up juga akan dapat membedah kemana saja alokasi pos-pos pengeluaran serta berapa jumlah penghasilan yang berhasil disisihkan untuk masa mendatang.

3. Punya rencana keuangan.

Tanpa rencana keuangan, hampir mustahil berbagai tujuan hidup akan dapat tercapai dengan terstruktur. Rencana keuangan berisi apa tujuan hidup yang ingin dicapai, berapa jumlah kebutuhan dananya, dan kapan tujuan tersebut ingin diwujudkan. Prioritas dalam penyusunan tujuan keuangan akan sangat membantu seseorang untuk meraihnya.

4. Punya bujet untuk cashflow bulanan.

Anggaran mau pun rencana pengeluaran adalah alat bantu setiap rumah tangga untuk mengendalikan pengeluaran. Coba tulis berapa jumlah alokasi pos pengeluaran setiap bulannya. Pemisahan jenis pengeluaran menjadi Wajib, Butuh, dan Ingin.

5. Fokus pelunasan utang konsumtif

Selama kehidupan harian masih dibantu oleh pinjaman online, kartu kredit, mau pun PayLater, maka sulit sekali untuk mencapai kemerdekaan finansial. Ingat ya ,”Biaya hidup itu murah. Biaya pamer itu yang mahal.” Terkadang, gengsi dan gaya hidup membuat seseorang terlena dalam membelanjakan semua penghasilannya sampai akhirnya terbelit utang.

6. Menghimpun dana darurat.

Setiap orang wajib punya dana darurat setidaknya 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, kamu perlu 5 juta per bulan untuk hidup, maka jumlah dana darurat minimal menjadi 15 juta. Dana darurat ini sebaiknya berbentuk aset likuid dan nilainya tidak turun seperti tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. Jika saat ini tidak punya dana darurat, mulailah menyisihkan 10% dari penghasilan, sedikit demi sedikit hingga hasil ideal tercapai.

7. Investasi untuk tujuan keuangan yang pasti.

Ada dua pos investasi penting ya.  Perencanaan dana pensiun sangat vital untuk seseorang yang tidak rela menurunkan gaya hidup di masa depan. Idealnya, 10% dari penghasilan saat ini disisihkan untuk kebutuhan masa depan. Bagi seseorang yang berinvestasi Rp1 juta setiap bulan ke reksa dana saham dengan asumsi hasil rata-rata 15% pertahun, maka potensi dana pensiunnya akan berkembang menjadi Rp2 milyar. Seorang karyawan pada umumnya telah menyisihkan 8% dari gaji dalam bentuk JHT BPJS Ketenagakerjaan dan produk DPLK. Tapi, jumlah ini tidak cukup! Usahakan untuk menyisihkan penghasilan ke produk investasi yang sesuai untuk dana pensiun. Jika ada bonus atau THR, maka sebaiknnya digunakan untuk menambal kekurangan investasi sebelumnya.

Perencanan dana pendidikan juga sebaiknya disiapkan orang tua sejak anak masih kecil. Bagaimana tidak, dengan kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata bisa melebihi 10% per tahun, jangan pertaruhkan masa depan anak dengan gagal mempersiapkan. Kebutuhan dana pendidikan anak sebaiknya dihitung dengan benar kemudian kebutuhan dana dipenuhi dengan berinvestasi.

8. Mulai membeli aset produktif yang dapat memberikan penghasilan pasif.

Aset seperti ini akan memberikan penghasilan secara berkala untuk keuangan rumah tangga. Contohnya, suku bunga deposito setiap bulan, kupon obligasi, hasil sewa properti, keuntungan usaha, dan lainnya. Disarankan jika seseorang mencapai usia 35 tahun, maka sudah saatnya mulai juga membeli aset-aset berpenghasilan pasif. Saat aset dapat memberikan penghasilan sebagai sandaran biaya hidup, maka seseorang sudah meraih kondisi kemerdekaan finansial.

9. Memastikan punya proteksi keuangan.

Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah proteksi yang sangat disarankan untuk setiap rumah tangga. Apabila sudah memiliki BPJS Kesehatan, maka asuransi kesehatan menjadi sebuah tambahan yang dapat diambil hanya jika ada kelonggaran arus kas. l

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Pulihkan Keuangan Pasca Lebaran

Lebaran sudah usai, keluarga sudah kembali dari mudik, saatnya menjalankan hidup kembali. Benarkah demikian? Kenyataannya, selain rumah yang perlu dirapikan, keuangan pun juga perlu dibenahi lagi karena banyaknya pengeluaran selama Ramadan dan Lebaran lalu. Lantas, bagaimana jika saldo sudah kosong padahal utang kartu kredit pun sudah menanti untuk dibayarkan? Coba ikut tips ini supaya keuangan bisa kembali sehat.

1. Cari tambahan dana

Apabila gajian berikutnya masih jauh, maka kita harus kreatif untuk mencari tambahan dana untuk biaya hidup. Coba cek saldo dana darurat dan saldo dana investasi yang mungkin tersedia, apabila masih ada, saya sarankan ambil hanya sejumlah biaya hidup harian hingga tanggal gajian tiba. Hal ini lebih baik daripada Kita mengambil pinjaman dana tunai.

2. Evaluasi diri kenapa berutang

Coba evaluasi, kenapa saat Ramadan dan lebaran sampai bisa membuat utang kartu kredit? Jika sebabnya karena terlalu banyak pengeluaran konsumtif, wah artinya harus puasa shopping dulu selama 2 bulan kedepan!

3. Buat daftar utang yang jatuh tempo

Langkah berikutnya adalah membuat daftar kewajiban yang Kita miliki. Dengan demikian, Kita bisa menentukan utang kartu kredit mana yang sebaiknya dilunasi terlebih dahulu. Perhatikan kartu kredit yang membebankan beban bunga paling besar. Nah, ini dia yang jadi prioritas pembayaran.

4. Strategi fokus pelunasan

Idealnya, Kita melunasi terlebih dahulu utang yang memiliki bunga terbesar, baru kemudian melunasi sisa utang lainnya satu per satu secara perlahan. Namun, apabila daftar utang sudah lebih dari 3 kartu kredit, maka lebih baik pembayaran difokuskan untuk saldo utang yang terkecil. Tak terasa, satu demi satu daftar utang pun terhapus secara perlahan. Dari penghasilan, terpaksa kita tunda dulu investasi demi utang lunas. Alokasinya bisa mencapai 30% dari gaji untuk membayar utang kartu kredit.

5. Tidak pakai kartu kredit hingga semua lunas

Selain fokus pada pelunasan, Kita juga dilarang untuk menggunakan kartu kredit untuk pembelanjaan berikutnya. Meski artinya harus puasa belanja dulu ya selama beberapa bulan kedepan. Waspada juga untuk tidak tergoda pakai pinjaman online atau fitur Pay Later.

6. Decluttering dan menjual barang pre-loved

Apabila jumlah tagihan sudah melebihi penghasilan, artinya Kita tidak mampu membeli barang-barang yang dibeli dengan kartu kredit tersebut. Saran terbaik adalah menjual barang-barang konsumtif yang dibeli dan mempergunakan dananya untuk pelunasan.

7. Negosiasi dengan bank pemberi kartu kredit

Ketika sudah merasa berat untuk membayar tagihan, Kita bisa melakukan negosiasi dan permohonan keringanan dengan bank pemberi kartu kredit. Bank pemberi kartu kredit bisa memberikan pilihan pelunasan utang yang bisa dinegosiasikan dengan Kita. Salah satu program yang tepat adalah penghentian hitungan bunga dengan syarat jadual pembayaran ditepati dan kartu kredit tidak lagi digunakan. Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Uncategorized

Agar THR Bisa Untuk Investasi

Tunjangan Hari Raya adalah penghasilan yang ditunggu-tunggu saat bulan Ramadan. Tahun ini, THR hadir berdekatan dengan libur sekolah anak dan tahun ajaran baru. Sepertinya sudah jadi rahasia umum bahwa keuangan rumah tangga banyak yang berantakan selepas libur lebaran. Apakah artinya THR juga bisa dialokasikan untuk kebutuhan selain lebaran?

Gaji bulanan adalah penghasilan yang akan digunakan untuk kebutuhan hidup harian untuk satu bulan kedepan. Seperti bulan lainnya, gaji tetap digunakan untuk pos biaya hidup rutin, pos cicilan pinjaman, pos menabung dan berinvestasi, serta dana darurat. Namun, dapat dipahami bahwa selama Ramadan akan ada pola pengeluaran yang berubah yaitu penambahan di pos bersedekah, pos silaturahmi buka bersama, dan pos kirim hantaran. Sehingga, ada baiknya pengeluaran di pos lain bisa ditekan.

Sebaliknya, Dana THR adalah penghasilan tahunan yang diterima oleh setiap karyawan. Jumlahnya dapat bervariasi ada yang satu kali hingga dua kali dari gaji sebulan. Alokasi dana THR setidaknya untuk 3 pos wajib berikut ini.

Pertama, alokasi untuk zakat dan sedekah. Bagi umat Muslim, ada kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah bagi setiap orang dan dana THR harus dapat dialokasikan untuk pengeluaran ini. Selain itu, Anda pun dapat menambah sedekah, bantuan sosial, atau pun membayar zakat harta yang selama ini tertunda. Pahamilah bahwa perhitungan zakat adalah baku sesuai aturan agama Islam. Sedangkan, sedekah bersifat sukarela yang dapat diberikan tanpa batasan. Alokasi sebesar 10% dari dana THR dinilai cukup untuk membantu keuangan rumah tangga.

Kedua, kebutuhan lebaran. Setiap rumah tangga memang memiliki kebutuhan dan keinginan yang bervariasi. Namun, secara umum kebutuhan lebaran setiap keluarga dapat diidentifikasi terdiri dari kebutuhan makanan lebaran, belanja baju dan aksesoris, pemberian THR dan angpao untuk keluarga, serta mudik lebaran. Berhubung penghasilan terbatas tetapi kemauan banyak, maka pengendalian diri untuk alokasi kebutuhan lebaran menjadi sangat penting. Prioritaskan penggunaan dana THR untuk hak ke pekerja dan urusan hidangan lebaran. Jika ada sisa, maka baru digunakan untuk belanja yang lain. Idealnya, penggunaan THR maksimal 50% untuk pos pengeluaran ini.

Ketiga, dana darurat. Apabila membutuhkan jasa tenaga infal mau pun pengeluaran tak terduga lain, maka dapat dialokasikan dari pos dana darurat. Selain itu, apabila mengalami kejadian tak terduga selama lebaran seperti sakit, mobil mogok, dan lainnya, akan membuat dana darurat menjadi sangat dibutuhkan. Terakhir, apabila terjadi pengeluaran berlebihan selama periode libur lebaran, maka untuk tambahan biaya hidup setelahnya dapat dibantu dengan dana darurat. Usahakan mengalokasikan 10% dari dana THR untuk pos ini.

Lalu, bagaimana jika tahun ini Anda tidak memperoleh THR? Maka, Anda sebaiknya  membedakan pengeluaran wajib, butuh, dan ingin. Penting sekali bagi setiap pekerja untuk membuat prioritas pengeluaran THR berdasarkan urutan ini. Pengeluaran yang bersifat wajib seperti pembayaran zakat dan kebutuhan lebaran utama.

Bagi umat Muslim, ada kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah bagi setiap orang dan dana THR harus dapat dialokasikan untuk pengeluaran ini. Selain itu, Anda pun dapat menambah sedekah, bantuan sosial, atau pun membayar zakat harta yang selama ini tertunda. Sebagai ilustrasi, zakat fitrah jumlahnya sekitar Rp35ribu hingga Rp40ribu yang dapat dipastikan kepada panitia penerima zakat fitrah. Contoh pengeluaran wajib lainnya adalah memberikan THR kepada para pekerja di rumah, serta hidangan lebaran. Mengingat dana terbatas namun keinginan tidak terbatas, pengendalian diri untuk alokasi kebutuhan lebaran menjadi sangat penting. Alokasinya terpaksa mengambil dari dana tabungan yang sudah ada.

Bagaimana dengan kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak? Penghasilan THR juga bisa dialokasikan untuk kebutuhan tahun ajaran baru. Sebelum menerima THR, maka setiap pekerja sebaiknya membuat catatan untuk pos pengeluaran apa saja dana akan digunakan. Biasanya saya menggunakan panduan pos pengeluaran untuk zakat, pos pengeluaran untuk kebutuhan lebaran, pos pengeluaran untuk mudik, pos dana darurat, dan pos opsional untuk membayar utang dan berinvestasi. Segera pisahkan kedalam rekening yang berbeda untuk penghasilan dari gaji bulanan dengan penghasilan THR.

Dana THR juga sangat baik digunakan untuk menambah aset investasi. Berbagai impian seperti dana pendidikan anak, dana uang muka pembelian rumah, dan lainnya dapat dibantu dengan investasi dana THR. Usahakan untuk dapat mengalokasikan sekitar 10% untuk berinvestasi. Pemilihan aset investasi sebaiknya tetap disesuaikan dengan jangka waktu berinvestasi dan profil risiko calon investor.

Saya juga ingin mengingatkan bahwa alokasi dana THR juga dapat disimpan untuk keperluan Idul Adha seperti dana untuk hewan kurban. Dalam dua bulan mendatang, kebutuhan ini akan timbul sedangkan Anda tidak lagi mendapatkan tunjangan. Oleh karena itu, usahakan untuk menyisihkan dana THR sekitar 10% untuk digunakan di periode Idul Adha.

Dana THR merupakan rezeki yang diberikan kepada setiap rumah tangga. Mari kita jadikan momen menyambut Hari Raya tahun ini sebagai titik balik menuju kesejahteraan keuangan keluarga. Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles and Uncategorized 9 Langkah Mencapai Kemerdekaan Finansial
2019-08-26 07:59
9 Langkah Mencapai Kemerdekaan Finansial
Selengkapnya
Uncategorized Agar THR Bisa Untuk Investasi
2019-05-29 06:50
Agar THR Bisa Untuk Investasi
Selengkapnya
Articles

Budjet Ramadhan untuk Keluarga

Sebagai pasangan yang baru menikah tentunya ada hal yang baru yang perlu Anda sesuaikan dengan pasangan. Membangun keluarga baru diikuti juga dengan tanggung jawab dalam hal keuangan. Berikut langkah-langkah menyusun keuangan untuk keluarga baru.

  • Anggaran Baru Bersama

Langkah pertama adalah membuat anggaran baru bersama, jika sebelum menikah memiliki pemasukan dan pengeluaran masing-masing, maka setelah menikah akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Diskusikan siapa saja yang menjadi sumber pemasukan dan berapa besar pengeluaran bersama dalam satu bulan.

  • Mengelola Utang

Memang sebaiknya masalah utang dibicarakan sebelum pernikahan, namun jika belum dibicarakan maka segera untuk terbuka dengan menceritakan masalah utang. Karena selain aset, utang pun dapat diwariskan. Lunasi segera utang yang bersifat konsumtif sekecil apa pun itu (terutama kartu kredit), karena selain mempunyai bunga yang besar, utang konsumtif juga akan menggerogroti asset kekayaan kita. Jangan lupa untuk membuat komitmen untuk tidak berutang konsumtif dan lunasi tagihan kartu kredit tiap bulannya.

  • Dana Darurat

Dana darurat berfungsi sebagai ban serep bagi kondisi keuangan kita. Berbagai kejadian yang tak terduga bisa saja terjadi pada keluarga kita yang menyebabkan keluarnya uang yang tak pernah dianggarkan. Sebagai contohnya adalah biaya sakit, kecelakaan, kematian, bantuan keluarga dan lain-lain.

  • Membuat Proteksi

Proteksi kesehatan, jiwa, kendaraan dan rumah adalah hal penting. Namun, pelajari dengan seksama sebelum membeli polis asuransi dari produk-produk proteksi tersebut dan yang paling penting adalah harus sesuai dengan kondisi keuangan.

  • Membuat tujuan dan Investasi

Buat tujuan keuangan keluarga Anda untuk masa depan, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, dana ibadah haji, dana liburan, dana pembelian rumah dan lain-lain. Setelahnya, mulailah berinvestasi di produk-produk yang Anda pahami dengan baik seperti properti, emas, reksa dana, saham dan lain-lain. Perlu diingat bahwa saat ini dengan seratus ribu rupiah Anda sudah bisa berinvestasi. Selamat mengelola keuangan, ya. Live a Beautiful Life !

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Syariah Articles

What’s Halal in Investment?

Perihal halal, Nabi Muhammad Saw telah bersabda: “ Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan sesungguhnya yang haram itu jelas. Dan diantara keduanya terdapat hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui banyak orang.” Lebih lanjut beliau bersabda:” Dan barangsiapa yang jatuh kedalam syubhat maka ia akan jatuh pada yang haram.”

Jadi sebenarnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Tapi masalahnya, diantara keduanya terdapat hal yang syubhat. Bagaimana cara menghindari yang syubhat agar tidak jatuh pada yang haram?

Secara prinsip, halal itu ada 3 syaratnya, yaitu 1) halal dzat-nya, 2) halal cara perolehan atau prosesnya dan 3) halal hasil atau manfaat yang didapat.

Investasi di Indonesia tentunya diukur dengan nilai rupiah. Sehingga pertama perlu diyakini apakah uang Rupiah kita sudah halal.  Di masa kini, uang berfungsi sebagai alat pembayaran atau alat pertukaran nilai. Misalnya kita menjual padi, untuk membeli gula. Maka hasil penjualan padi akan berupa uang, yang digunakan untuk membeli gula.

Namun bisa juga terdapat jarak waktu sejak kita menerima uang sampai kita menggunakan uang untuk membeli sesuatu. Maka timbul kebutuhan untuk menjamin nilai dari uang tersebut. Ibnu Khaldun menyatakan syarat uang adalah 1) ditetapkan oleh pihak yang berwajib sebagai alat pembayaran yang sah, dan 2) terdapat yang jaminan yang dipercaya dari nilai uang tersebut. Jaminan tersebut dapat berupa jaminan intrinsic (uang berupa koin emas atau perak), jaminan harta dengan nilai stabil (uang dijamin dengan simpanan emas), atau jaminan dari pihak yang berwajib.

Uang rupiah kita diterbitkan oleh Bank Indonesia menurut ketentuan Undang Undang. Dan Bank Indonesia menyatakan dalam uang tersebut: “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia mengeluarkan Uang Rupiah sebagai Alat Pembayaran yang Sah dengan nilai (sekian) Rupiah”.

Instrumen utama bagi investasi di pasar modal adalah Saham dan Surat Utang Jangka Panjang (Obligasi atau Sukuk). Kemudian dilengkapi dengan instrumen pasar uang untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Ketiga instrumen tersebut dapat dimasukkan ke dalam suatu wadah investasi yang bernama Reksa Dana.

Pada saat penawaran perdana, perusahaan menerbitkan saham atau obligasi (sukuk) dan memperoleh dana dari pemodal. Sedangkan pemodal memberikan dana dan memperoleh saham atau obligasi (sukuk). Kemudian pemodal dapat menjual saham atau obligasi (sukuk) yang diperolehnya kepada pemodal lain, atau juga kepada Reksa Dana. Dari perusahaan pemodal akan menerima dividen atau bagi hasil, dan bila dijual dengan harga yang lebih tinggi kepada pemodal lain maka akan diperoleh capital gain. Apakah semua hal tersebut halal ? Ikuti tulisan saya selanjutnya.

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Syariah Articles What’s Halal in Investment?
2019-05-17 04:42
What’s Halal in Investment?
Selengkapnya
Articles

Tips Ajarkan Anak Remaja Mengatur Uang

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Apakah ada diantara Anda yang memiliki anak yang akan memasuki masa remaja? Selain perkembangan dari sisi fisik dan psikologi, urusan mengatur keuangan juga sebaiknya mulai dikembangkan lagi. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh The University of Cambridge baru-baru ini menemukan bahwa kebiasaan mengatur uang seseorang sebenarnya terbentuk sejak usia 7 tahun. Maka, agar anak kelak menjadi pribadi yang pandai mengatur keuangannya, mengajarkannya mengatur keuangan sejak masa remaja sudah tidak bisa ditunda lagi.

Secara umum, tujuan utama yang orang tua sebaiknya tetapkan dalam mengajarkan remaja adalah meningkatkan kemampuannya untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk digunakan di masa depan. The sooner you save, the faster your money can grow from compound interest. Artinya, remaja harus memahami bahwa semakin hari daya beli uang akan semakin menurun secara nilai dan remaja harus mulai memikirkan masa depannya. Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk remaja usia 12 tahun hingga 15 tahun.

  • Ajak Remaja Punya Tujuan yang Besar

Agar remaja punya semangat untuk menyisihkan, maka mereka sebaiknya menetapkan suatu tujuan keuangan yang cukup besar. Misalnya, untuk anak remaja yang ingin memiliki perangkat gadget yang lebih canggih, maka orang tua bisa aja memberikan modal awal hanya sebesar setengah dari harga barang. Agar remaja dapat membeli, maka mereka harus mau menunda berbagai konsumsi kurang penting bulan ini agar uang dapat terkumpul.

  • Uang Jajan Mingguan

Hentikan pemberian uang jajan secara harian atau secara ad hoc, setiap anak membutuhkan. Agar kemampuan mengatur uang dapat terasah, maka sebaiknya uang jajan diberikan setiap minggu termasuk untuk akhir pekan. Dengan demikian, remaja dapat mengalokasikan berapa besar uang jajan yang mampu dimiliki setiap hari dan juga berapa besar yang harus disisihkan untuk akhir pekan.

  • Buka rekening investasi

Remaja apalagi yang menjelang SMA, sebaiknya sudah memiliki satu jenis aset investasi. Tujuannya agar mereka dapat membandingkan perbedaan menyimpan uang di tabungan dengan menyimpan uang di aset investasi. Secara sederhana, remaja dapat diajak berinvestasi di produk reksa dana (dengan bantuan QQ nama dari orang tua) atau membeli emas batangan.

  • Beri kebebasan pakai kartu ATM & Debit

Ada baiknya, remaja memiliki rekening tabungan sendiri yang ditujukan untuk pembelanjaan. Remaja sebaiknya belajar mengelola uang dengan menggunakan kartu ATM dan juga kartu debit untuk transaksi pembeliannya. Orang tua memantau dengan cara memasang fitur notifikasi sms untuk setiap transaksi dan juga membatasi jumlah dana yang ditempatkan di rekening belanja tersebut. Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Keuangan untuk Pasangan Baru

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Sebagai pasangan yang baru menikah tentunya ada hal yang baru yang perlu Anda sesuaikan dengan pasangan. Membangun keluarga baru diikuti juga dengan tanggung jawab dalam hal keuangan. Berikut langkah-langkah menyusun keuangan untuk keluarga baru.

  • Anggaran Baru Bersama

Langkah pertama adalah membuat anggaran baru bersama, jika sebelum menikah memiliki pemasukan dan pengeluaran masing-masing, maka setelah menikah akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Diskusikan siapa saja yang menjadi sumber pemasukan dan berapa besar pengeluaran bersama dalam satu bulan.

  • Mengelola Utang

Memang sebaiknya masalah utang dibicarakan sebelum pernikahan, namun jika belum dibicarakan maka segera untuk terbuka dengan menceritakan masalah utang. Karena selain aset, utang pun dapat diwariskan. Lunasi segera utang yang bersifat konsumtif sekecil apa pun itu (terutama kartu kredit), karena selain mempunyai bunga yang besar, utang konsumtif juga akan menggerogroti asset kekayaan kita. Jangan lupa untuk membuat komitmen untuk tidak berutang konsumtif dan lunasi tagihan kartu kredit tiap bulannya.

  • Dana Darurat

Dana darurat berfungsi sebagai ban serep bagi kondisi keuangan kita. Berbagai kejadian yang tak terduga bisa saja terjadi pada keluarga kita yang menyebabkan keluarnya uang yang tak pernah dianggarkan. Sebagai contohnya adalah biaya sakit, kecelakaan, kematian, bantuan keluarga dan lain-lain.

  • Membuat Proteksi

Proteksi kesehatan, jiwa, kendaraan dan rumah adalah hal penting. Namun, pelajari dengan seksama sebelum membeli polis asuransi dari produk-produk proteksi tersebut dan yang paling penting adalah harus sesuai dengan kondisi keuangan.

  • Membuat tujuan dan Investasi

Buat tujuan keuangan keluarga Anda untuk masa depan, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, dana ibadah haji, dana liburan, dana pembelian rumah dan lain-lain. Setelahnya, mulailah berinvestasi di produk-produk yang Anda pahami dengan baik seperti properti, emas, reksa dana, saham dan lain-lain. Perlu diingat bahwa saat ini dengan seratus ribu rupiah Anda sudah bisa berinvestasi. Selamat mengelola keuangan, ya. Live a Beautiful Life !

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya
Articles

Kapan Butuh Financial Planner?

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Saat ini, semakin banyak keluarga muda yang sadar dengan kesehatan keuangan rumah tangga, termasuk mungkin mommies. Namun, ada saatnya dimana sebuah keluarga sebaiknya berhubungan dengan seorang financial planner, baik itu untuk membantunya membuat rencana keuangan mau pun sekedar melakukan konsultasi keuangan. Inilah beberapa momen milestone dalam kehidupan dimana Anda mungkin butuh seorang financial planner.

  1. Saat memiliki penghasilan lebih dari dua digit

Walaupun Anda telah dapat menyisihkan uang untuk menabung, berinvestasi dalam berbagai instrumen investasi, tetapi seorang financial planner akan dapat membantu mengarahkan pemilihan produk yang tepat untuk tujuan keuangannya. Mommies mungkin bisa terus menambah aset dengan rutin berinvestasi, tetapi tanpa tujuan yang jelas hasil maksimal akan sulit didapat. Proses evaluasi dan monitor hasil investasi akan lebih baik apabila dilakukan bersama dengan financial planner.

2. Saat belum punya dana pensiun

Banyak orang yang membeli sesuatu yang mahal, misalnya mobil, rumah atau paket liburan secara impulsif, saat merasa memiliki uang. Tanpa menyadari bahwa ada kebutuhan lain yang lebih penting yang perlu dipenuhi. Seorang financial planner akan membantu sebuah keluarga untuk menyusun bukan hanya keperluan saat ini, tetapi juga masa depan nanti.

Di masa depan perlu disediakan dana pendidikan yang terus naik melebihi inflasi, dana pensiun yang perlu disiapkan secara seksama, dan dana kesehatan pensiun yang juga sangat penting. Financial planner juga akan memaksimalkan alokasi aset investasi Anda. Untuk mengoptimalkan aset, ada rekomendasi yang berbeda sesuai dengan umur, tingkat resiko dan kebutuhan. Seseorang mungkin bisa menginvestasikan 50% asetnya dalam bentuk saham, tapi yang lain akan lebih cocok bila memiliki alokasi aset dalam bentuk properti.

3. Saat perlu beli produksi proteksi finansial

Merencanakan keuangan berarti melindungi aset dan pendapatan dengan proteksi yang sesuai. Polis asuransi jiwa tidak perlu berlebihan, karena Anda mungkin juga membutuhkan asuransi lain seperti kesehatan dan asuransi rumah. Sebagai orang tua, mungkin Anda juga ingin memberikan warisan untuk anak-anak tercinta, bukan hanya kenangan manis, tetapi juga aset yang bermanfaat.

Live a Beautiful Life!

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya