Articles

Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan

Secara umum, uang pasti akan menyentuh berbagai tahapan kehidupan yang dilalui manusia. Perencanaan keuangan sebaiknya menyertai setiap tahapan dalam siklus kehidupan agar berbagai kebutuhan dan keinginan dapat terwujud. Berapa pun besar penghasilan seseorang, apabila tidak dikelola dengan baik dan tidak sesuai dengan tujuan keuangannya, maka kecil kemungkinan mencapai hidup yang sejahtera. 

Sebagai seorang perencana keuangan, kami menemukan setidaknya ada empat tahapan yang cukup penting dalam kehidupan manusia. Setiap tahapan umumnya memiliki fokus dan tujuan keuangan yang berbeda. Anda juga sebaiknya memperhatikan daftar prioritas tujuan keuangan yang sebaiknya dipenuhi beserta investasi apa saja yang sebaiknya dilakukan.

Pertama, saat baru lulus sekolah dan mendapatkan penghasilan pertama. Momen berharga ini sering terlewat karena pada masa ini seseorang sering terlena dengan faktor gaya hidup. Penghasilan habis untuk kegiatan konsumtif bahkan utang kartu kredit pun mulai menumpuk. Fokus utama perencanaan keuangan sebaiknya untuk alokasi dana darurat, dana pembelian rumah, serta investasi untuk dana pensiun. Apabila good money habit mulai terbentuk sejak pertama memperoleh penghasilan, maka berbagai tujuan keuangan lebih berpotensi untuk terwujud.

Seorang fresh graduate memiliki kesempatan besar untuk menginvestasikan penghasilannya. Kehidupan Anda lebih banyak ditentukan oleh diri sendiri, kecuali jika Anda punya tanggungan dalam situasi khusus. Ada sebuah pepatah investasi terkenal yang mengatakan ”The best time to invest was 10 years ago. The second best time is today!”. Kalimat sederhana tersebut memiliki arti penting bahwa waktu merupakan kunci keberhasilan dalam berinvestasi. Dengan konsep bunga majemuk, hasil investasi akan optimal dalam jangka panjang bilamana investasi dilakukan sedini mungkin.

Kedua, saat baru berkeluarga. Menikah artinya menyatukan dua kehidupan termasuk kehidupan keuangan Anda. Pasangan suami-isteri sebaiknya sepakat dalam cara pengelolaan keuangan keluarga, termasuk tujuan keuangannya.  Tujuan keuangan pembelian rumah merupakan keputusan penting di masa ini. Pastikan Anda memiliki uang muka minimal 30% dari harga beli rumah. Bila belum ada, lakukan investasi menuju target. Contoh, jika Anda berencana beli rumah 3 tahun lagi dengan uang muka Rp. 200 juta, maka siapkan dana setiap bulan Rp. 3 juta ke reksa dana pendapatan tetap dengan asumsi tingkat imbal hasil 10% per tahun. Apabila target saldo tercapai, Anda bisa membeli rumah dengan bantuan kredit pemilikan rumah. Lanjutkan kebiasaan investasi per bulan menjadi pembayaran cicilan rumahnya.

Pos penting berikutnya adalah persiapan keuangan untuk membesarkan anak. Rencana ini sebaiknya terdiri dari dana pendidikan dan dana berlibur. Salah satu momen untuk memberikan memori menyenangkan pada anak dengan berlibur bersama keluarga. Oleh sebab itu, persiapan dana berlibur sama pentingnya dengan persiapan dana pendidikan anak.

Investasi untuk dana hari tua mutlak dimulai sekarang. Periksa seberapa tinggi toleransi Anda berdua terhadap risiko investasi, lalu sesuaikan portofolio investasi Anda dan pasangan. Salah satu aset investasi populer untuk keluarga muda adalah reksa dana dan emas. Tentukan jumlah kontribusi investasi reguler setiap bulan dari masing-masing pasangan dan tentukan alokasinya untuk apa saja. Sesuaikan anggaran pengeluaran dengan kemampuan finansial Anda berdua. 

Pembelian asuransi jiwa untuk pencari nafkah pun sebaiknya dipenuhi. Jangan lupa, periksa apakah proteksi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan masih memadai. Selain itu, pastikan dana darurat keluarga terus ditambah setidaknya mencapai kondisi ideal yaitu 6 kali pengeluaran rutin bulanan.

Ketiga, 10 tahun menjelang pensiun. Di masa ini, usahakan untuk mulai memiliki aset investasi yang dapat memberikan penghasilan pasif. Contohnya adalah memiliki properti yang disewakan, menampung sejumlah dana di obligasi, dan lainnya. Usahakan juga untuk melunasi semua pinjaman Anda miliki pada periode ini. Tujuannya agar di masa pensiun tidak lagi memiliki kewajiban yang memberatkan arus kas bulanan.

Dana darurat dalam bentuk likuid seperti tabungan sebaiknya diperbanyak. Apalagi untuk Anda yang belum memiliki asuransi kesehatan, maka dana kesehatan sebaiknya mulai dikumpulkan untuk persiapan pensiun. Jika anak-anak sudah mulai dewasa, maka ada baiknya untuk mulai mempersiapkan dana untuk pernikahan anak.

Keempat, saat masuk usia pensiun. Kami di ZAP Finance sepakat, pensiun dapat dimulai di usia berapa saja. Beberapa orang memulai pensiun sebelum usia 55 tahun. Ada juga yang 60 tahun. Apa pun keputusan anda, 1 tahun sebelum pensiun, periksa apakah saldo dana pensiun cukup memadai untuk menghidupi gaya hidup yang diinginkan untuk 30 tahun kedepan. Bila tidak, coba sesuaikan gaya hidup Anda dengan saldo dana yang tersedia di masa pensiun.

Pelajari dampak apabila Anda mengambil seluruh saldo dana pensiun yang tersedia atau melakukan mutasi ke sebuah produk anuitas. Ingatlah, saldo yang tersedia harus dikelola untuk memberikan penghasilan pensiun rutin dan juga kemungkinan peningkatan nilai investasi untuk mengalahkan inflasi. 

Siapa bilang merencanakan keuangan berhenti saat Anda tak lagi berpenghasilan? Tantangan bahkan lebih tinggi saat Anda harus optimal dalam memanfaatkan sisa aset yang dimiliki. Untuk itu, pastikan Anda merencanakan keuangan untuk membantu keluarga melalui setiap tahapan kehidupan. Live a Beautiful Life!

Tuliskan Komentar

MORE INSIGHT DAN INSPIRATION

ZAPFin Resources

Articles Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
2021-01-12 07:45
Rencana Keuangan dalam Siklus Kehidupan
Selengkapnya
Articles Utangku Sehat Nggak Ya?
2020-12-16 05:49
Utangku Sehat Nggak Ya?
Selengkapnya
Articles Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
2020-12-14 04:34
Dapat Bonus Akhir Tahun, Gimana Cara Ngaturnya?
Selengkapnya