Investasi Sukuk yaitu Obligasi yang Syariah

From The Desk Of Iwan Pontjowinoto

Suatu hari Bilal datang menghadap Rasulullah Saw dengan membawa kurma yang baik. Beliau bertanya, “ Dari mana engkau mendapat kurma ini?”. Bilal menjawab, “Kurma kami bermutu rendah, karena itu kami berikan 2 keranjang kurma tersebut untuk ditukar dengan 1 keranjang kurma yang baik.” Beliau bersabda, “Jika engkau menginginkan kurma yang baik, pertama-tama engkau jual kurma yang bermutu rendah (di pasar), lalu dengan hasil penjualannya engkau beli kurma yang berkualitas baik (di pasar).”

Apa pelajaran yang dapat dipetik ?

 

Bilal bukanlah ahli dalam hal kurma. Pedagang di pasar kurma adalah orang yang sehari-hari melakukan jual-beli kurma. Sepatutnya mereka faham betul jenis-jenis kurma dan sangat mengerti harga pasar dari kurma-kurma tersebut. Karena itu, baik kurma yang akan Bilal jual maupun yang akan Bilal beli, akan ditakar dengan harga yang layak.

 

Menurut Undang-undang, Pasar Modal adalah “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek” sedangkan Bursa Efek adalah “pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau/dan sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka.”

 

Jadi melanjutkan cerita sapi betina kita, saham dan obligasi PT Al Baqarah ditawarkan kepada pemilik dana melalui penawaran perdana di Pasar Modal. Kemudian para pemilik dana yang memiliki saham atau/atau obligasi PT Al Baqarah dapat menjual saham atau/dan obligasinya di Bursa Efek. Kalau terjual pada harga di atas harga pembelian tentunya pemilik dana mendapat keuntungan yang istilah kerennya capital gain. Tapi kalau terjual di bawah harga pembelian tentunya jadi rugi ya, alias capital loss.

 

Kenapa terjadi jual-beli ? Karena pemilik saham merasa harga sahamnya sudah cukup tinggi, sedangkan pembeli merasa harga saham tersebut masih bisa naik lagi. Sesuai dengan prinsip Syariah, penjual dan pembeli harus mengetahui kondisi perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Kemudian harus membuat penilaian harga yang wajar untuk saham tersebut, istilah kerennya valuation. Nah, informasi yang diterima belum pasti sama, dan persepsi mereka juga belum pasti sama. Perbedaan tersebut menimbulkan perbedaan valuation.

 

Perusahaan yang bagus, umumnya akan membukukan keuntungan dan semakin besar nilai asetnya. Jadi saham perusahaan tersebut, dalam jangka panjang pasti akan meningkat nilainya. Karena perbedaan persepsi dan valuasi, harga saham perusahaan tersebut yang diperdagangkan di bursa efek bisa naik-turun, bisa berfluktuasi. Tapi secara rata2, dalam jangka panjang, harganya pasti naik karena Bursa Efek akan membentuk harga pasar yang wajar untuk saham itu.

 

Jadi, investasi di pasar modal yang sesuai prinsip Syariah dalam jangka panjang insya Allah menguntungkan lho.