Perencanaan Dana Pensiun

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Masa pensiun adalah suatu tahapan kehidupan yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu dan rumah tangga. Pensiun atau masa tidak lagi aktif bekerja, dapat dialami sejak usia 40an tahun, mau pun baru dialami setelah usia 70an tahun. Di Indonesia usia pensiun normal berdasarkan UU No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun adalah 55 tahun.

Perencanan dana pensiun dapat dilakukan melalui beberapa jalur.

1. Mengikuti program dana pensiun dari kantor tempat bekerja.Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) umum ditawarkan oleh perusahaan dana pensiun yang kepesertaannya diperoleh karena menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Perusahaan dan karyawan akan bersama-sama membayar iuran DPLK setiap bulannya, kisaran alokasi 5% – 10% dari penghasilan bulanan dasar, selama masih bekerja di perusahaan tersebut. Manfaat pensiun umumnya akan dicairkan saat peserta berusia 55 tahun. Saat ini, sudah ada beberapa program DPLK yang dapat diikuti juga oleh pekerja lepas, yang artinya kepesertaan adalah sukarela.

2. Berinvestasi untuk dana pensiun. Pengumpulan aset-aset investasi dapat dilakukan secara mandiri untuk digunakan saat masa pensiun kelak. Contoh yang paling umum dilakukan adalah pembelian aset investasi seperti tanah dan bentuk properti lain. Di masa pensiun, aset properti umumnya disewakan agar ada penghasilan bulanan untuk rumah tangga. Selain properti, berinvestasi di produk seperti reksa dana saham juga merupakan pilihan yang menarik.

3Bekerja lagi. Tidak dapat dipungkiri, banyak kasus dimana para pensiunan kekurangan modal saat mulai memasuki masa pensiun. Hal ini bisa diakibatkan oleh kurang tepatnya dalam pemilihan aset untuk kebutuhan pensiun, biasanya hanya mengandalkan tabungan, atau kurangnya penghasilan yang disisihkan setiap bulan. Sehingga, opsi bekerja lagi di masa pensiun harus diambil. Selain bekerja lepas atau sebagai pegawai honorer, opsi yang dapat dipilih adalah memiliki usaha.

4. Tunjangan dan jaminan kesehatan. Pengeluaran kesehatan adalah salah satu pos yang akan banyak terjadi di masa pensiun. Oleh sebab itu, mengumpulkan dana untuk tabungan kesehatan adalah hal yang sangat disarankan sejak saat ini. Selain memiliki dana kesehatan pribadi, ada baiknya Anda juga mengikuti program jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan. Jika mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan pilihan adalah kebutuhan Anda, maka tidak ada salahnya juga untuk mengikuti program asuransi kesehatan.

Kesejahteraan keluarga di masa pensiun merupakan tanggung jawab utama setiap kepala rumah tangga. Butuh komitmen tinggi agar setiap individu menyadari pentingnya melakukan perencanaan dana pensiun sejak saat ini. Seperti pepatah yang mengatakan,”Saat terbaik untuk mempersiapkan pensiun adalah 10 tahun yang lalu. Saat terbaik kedua adalah hari ini.”

Live a Beautiful Life!