Perlukah Asuransi Dana Pendidikan?

 

From The Desk of Fioney Sofyan

Menyiapkan dana pendidikan dimulai dengan memilih sekolah yang ingin dituju, apakah ingin bersekolah di sekolah negeri, sekolah nasional, sekolah nasional plus, atau sekolah internasional. Kemudian, untuk kuliah, ingin di dalam negeri atau luar negeri. Anda bisa mencari referensi mengenai sekolah yang menjadi tujuan dengan bertanya langsung ke tempatnya atau berkonsultasi dengan perencana keuangan yang memiliki riset tentang kebutuhan dana pendidikan.

Dengan mengetahui tujuan sekolah yang diinginkan, Anda bisa menghitung besarnya biaya pendidikan yang kira-kira harus Anda keluarkan nantinya. Jangan lupa juga untuk memperhitungkan angka inflasi pendidikan dalam kalkulasi Anda. Bingung menghitung? Gunakan kalkulator dana pendidikan di www.zapfinance.co.id.

Lalu, apa produknya? Saat ini, banyak sekali produk keuangan yang ditawarkan kepada masyarakat sebagai alternatif solusi memenuhi dana pendidikan. Namun demikian, beda kebutuhan tentu beda strategi yang harus digunakan. Misalnya, ketika kita berbicara mengenai kebutuhan dana kuliah 10 tahun lagi, tentu produk tabungan pendidikan menjadi kurang tepat digunakan karena imbal hasilnya tidak bisa mengalahkan inflasi pendidikan yang bisa mencapai 20% per tahun.

Bisa Anda bayangkan jika Anda menempatkan dana kuliah di produk ini, maka ketika Anda mencairkan dananya, dana tersebut tidak cukup untuk membayar biaya kuliah. Namun, lain halnya jika kita berbicara mengenai kebutuhan biaya TK tahun depan, maka tabungan pendidikan cocok dipakai karena anak akan masuk TK dalam waktu 1 tahun lagi.

Asuransi pendidikan merupakan produk yang fokus pada penggantian uang pertanggungan dan memiliki fitur pembayaran uang pada periode waktu tertentu. Kelebihan utama dari produk ini adalah adanya jaminan pembayaran sejumlah uang dari perusahaan asuransi seperti yang sudah disepakati dalam perjanjian polis. Sehingga, bagi sebagian orang, memiliki asuransi pendidikan seperti memaksakan diri untuk menabung.

Namun demikian, Anda harus mempertimbangkan apakah uang pertanggungan yang akan dibayarkan oleh asuransi kelak benar-benar bisa menutupi biaya sekolah secara keseluruhan pada waktu anak Anda mendaftar sekolah atau tidak. Hal ini dikarenakan imbal hasil menabung yang diberikan oleh asuransi pendidikan secara umum kalah dengan kenaikan inflasi pendidikan.

Sehingga, jika Anda bisa melakukan kegiatan investasi atau menabung di produk keuangan yang terpisah, maka hal ini lebih baik jika kita menganut prinsip penyebaran resiko investasi. Dan juga Anda dapat memilih berbagai produk investasi yang tersedia di pasaran dengan berbagai potensi imbal hasil yang bisa disesuaikan dengan jangka waktu investasi. Live a beautiful life!