Bijak Mengelola Keuangan untuk Generasi Sandwich

From The Desk Of Fioney Sofyan

Sandwich generation atau generasi sandwich, adalah salah satu fenomena yang tidak bisa dihindari oleh beberapa pihak. Disatu sisi Anda memiliki orangtua yang membutuhkan dukungan financial karena mereka sudah tidak mampu bekerja kembali, di sisi lain Anda masih memiliki tanggungan berupa istri atau pasangan.

Untuk menjalani hal ini tidaklah mudah, namun bukan berarti hal ini tidak bisa disikapi dengan perencanaan keuangan yang baik.

Adapun bijak keuangan yang bisa dilakukan agar Anda bisa mengantisipasi menjadi generasi sandwich adalah:

 

1. Sesuaikan kemampuan dengan kebutuhan dalam memberikan bantuan

Memiliki orangtua yang membutuhkan bantuan seringkali membuat rasa yang serba salah. Aka nada rasa yang tidak nyaman terhadap pasangan, dan rasa bersalah pada anak yang juga masih banyak membutuhkan perhatian. Apalagi, dana untuk keduanya tidaklah sedikit. Oleh sebab itu komunikasikan pada pasangan mengenai alokasi budget yang sesuai untuk hal ini, dan sisihkan sesuai kemampuan, bukan kemauan. Karena apabila ingin mengikuti kemauan, maka dana yang dipersiapkan tidak akan pernah cukup. Bahkan bisa memicu pertengkaran.

 

2. Asuransi adalah keharusan

Orangtua akan mengalami penurunan kesehatan. Sehingga Anda harus bisa menyiapkan dana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan ini. Oleh sebab itu, milikilah asuransi untuk orangtua Anda. Walau sudah memiliki BPJS, baiknya tetap juga miliki asuransi swasta. Ada beberapa hal yang tidak di cover oleh BPJS yang akan dicover oleh asuransi swasta. Dan beberapa asuransi juga akan bisa memberikan nilai tunai, apabila orangtua memiliki penyakit tertentu, sehingga dengan demikian ada dana yang bisa terbantu daripada Anda tanggung sendiri.

Asuransi jiwa untuk Anda dan pasangan juga penting. Karena kita tidak akan pernah tahu, apa yang akan terjadi. Prinsip dasar dari asuransi sendiri adalah untuk melindungi, atau proteksi, bukan investasi. Jadi miliki asuransi ini untuk bisa melindungi Anda dari kekhawatiran-kekhawatiran yang mungkin terjadi.

 

3. Dana darurat

Walau sudah memiliki asuransi, kebutuhan akan adanya dana darurat tetap penting. Apalagi Anda memiliki tanggungan berupa anak dan orangtua. Oleh sebab itu persiapkanlah sedikitnya 12 kali pengeluaran untuk kebutuhan dana darurat Anda. Dengan alas an, apabila terjadi penghentian penghasilan oleh karena sesuatu hal, pembayaran uang sekolah anak akan tetap aman sampai satu tahun mata pelajaran ke depannya.

Sementara apabila orangtua mengalami kesakitan atau suatu hal, maka ada dana yang tersedia yang bisa dipergunakan, sampai terjadi penggantian oleh asuransi. Apapun alasannya, tetap bersiap mengantisipasi pengeluaran tidak terduga ini sangatlah penting, karena Anda tidak akan pernah tahu apa yang terjadi esok.

 

4. Rencanakan kebutuhan keuangan dengan berinvestasi

Kebutuhan keuangan akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu, namun tidak diimbangi dengan kenaikan gaji. Inflasi akan selalu menjadi musuh yang ditakuti. Oleh sebab itu, berinvestasilah agar Anda bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan keuangan yang Anda miliki.

Dengan mulai berinvestasi walau sekecil apapun, akan lebih berarti daripada Anda tidak berinvestasi sama sekali. Karena hasil investasi yang tepat akan mampu membuat uang yang Anda miliki terus berkembang mengejar inflasi.

 

5. Kurangi kebutuhan-kebutuhan konsumtif

Orangtua dan anak sama penting perannya. Untuk itu sesuaikanlah cash flow keuangan Anda, dengan mengurangi kebutuhan-kebutuhan yang konsumtif. Kalau masih ada kebutuhan untuk hiburan, atau liburan keluar daerah, maka lakukanlah perencanaan dengan baik. Namun pastikan bahwa dana darurat dan asuransi memang sudah terpenuhi, sebelum berinvestasi, atau sebelum melakukan pengeluaran-pengeluaran yang bersifat konsumtif.

 

Merencanakan keuangan dengan baik, lebih baik daripada tidak merencanakan sama sekali. Live a beautiful life!