Menganalisa Pengeluaran

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Pernah kah Anda merasa sudah punya bujet bulanan, sudah ketat dalam berbelanja, tetapi akhir bulan kok gaji habis juga tanpa bisa menabung? Nah, selain membuat bujet, kita juga perlu untuk menganalisa pengeluaran.

Analisa pengeluaran dilakukan untuk mereviu jenis dan jumlah pengeluaran selama tiga bulan ke belakang. Dari sini, kita akan tahu tipe spender seperti apa. Biasanya seseorang bisa mengetahui apakah lebih banyak belanja untuk urusan kuliner, fashion, buku, peralatan hobi atau yang lain. Selain itu, analisa ini juga bisa membantu Untuk memutuskan pos-pos apa saja yang bisa dilakukan penghematan atau dihilangkan sama sekali.

Cara menganalisa pengeluaran sebenarnya ada dua. Mana yang lebih efektif? Sebenarnya tergantung kepada pola dan gaya kita dalam berbelanja.

 

1. Mencatat pengeluaran di akhir bulan

Cara tradisional adalah mencatat semua pengeluaran di akhir bulan dengan mengumpulkan bon-bon belanja, tiket transportasi, dan lainnya. Untuk Anda yang suka bayar dengan uang tunai alias hobi tarik tunai di ATM, maka teknik analisa ini yang paling sesuai.

 

2. Mencatat pengeluaran dengan aplikasi keuangan

Untuk Anda yang gadget freak, aplikasi keuangan seperti Mint, Mvelopes, dan lainnya bisa membantu untuk analisa pengeluaran juga. Bantuan aplikasi ini dapat langsung mengkategorikan jenis pengeluaran. Sayangnya, kalian harus rajin input pengeluaran agar dapat membuat analisa. Jadi, pada dasarnya, teknik ini hampir serupa dengan mencatat secara manual, tetapi dilakukan dengan bantuan aplikasi.

 

3. Menggunakan beberapa rekening

Bagi Anda yang sudah menggunakan rekening berbeda untuk setiap pos pengeluaran akan dapat dibantu dengan teknik ini. Misalnya kalian punya 3 rekening yang berbeda, yang digunakan untuk pengeluaran wajib, pengeluaran gaya hidup atau belanja, serta pengeluaran yang sifatnya ad hoc atau mendadak. Maka, di akhir bulan, Anda hanya tinggal mencetak mutasi rekening bulanan untuk memperoleh datanya. Dengan sudah dikelompokkan diawal, maka kategori pengeluaran sudah langsung dapat diaplikasikan. Sehingga, analisa juga langsung dapat diberikan.

Setiap 3 bulan, perhatikan kembali analisa pengeluaran dan periksa pos-pos pengeluaran yang bocor halus mau pun langsung. Nah, disitulah bisa evaluasi apakah disebabkan oleh pola belanja diri sendiri atau mungkin ada faktor-faktor eksternal yang terjadi. Live a Beautiful Life!