From the desk of Fioney Sofyan

Membeli asuransi kadang memiliki kebingungan tersendiri. Apalagi kebutuhan asuransi setiap orang berbeda satu sama lain. Selain tergantung pada usia, jenis kelamin, sudah memiliki anak atau belum, satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi dan kebutuhan asuransi tersebut akan selalu berubah mengikuti siklus kehidupan setiap individu.

Untuk itu, ada 5 hal penting yang sebaiknya diperhatikan, sebagai pertimbangan untuk menghitung kebutuhan asuransi.

 

1. Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa

Seseorang yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan, mungkin tidak memerlukan proteksi asuransi jiwa kematian yang terlalu besar, tapi memerlukan proteksi asuransi jiwa manfaat hidup, yaitu mengurangi risiko kerugian financial akibat menderita penyakit kritis atau cacat.

Sementara bagi seorang kepala rumah tangga atau seseorang yang sudah memiliki tanggungan, baik anak dan istri maupun orangtua, maka memiliki asuransi jiwa adalah wajib, atau apa yang disebut dengan proteksi pendapatan. Proteksi pendapatan akan memastikan bahawa sejumlah uang tertentu akan dibayarkan kepada keluarga apabila ia meninggal dini, cacat atau menderita penyakit kritis. Besarannya adalah apabila uang tersebut didepositokan, maka hasil dari bunga deposito akan bisa menggantikan pendapatan yang hilang.

 

2. Utang

Apabila seseorang memiliki utang, misalnya dalam bentuk KPR (Kredit kepemilikan rumah), atau KPM (kredit kepemilikan mobil/motor), maka jumlah saldo terutang harus dimasukkan ke dalam uang pertanggungan yang akan diambil.

Misal saat ini kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi dengan uang pertanggungan Rp. 500.000.000,- maka apabila ada kewajiban KPR sebesar Rp. 100.000.000,- dan KPM sebesar Rp. 25.000.000,- , maka uang pertanggungan sebaiknay ditambahkan menjadi Rp. 625.000.000,-. Perlu diingat bahwa biaya-biaya yang mungkin muncul pada saat kematian juga besar. Jadi biaya tersebut juga boleh dimasukkan ke dalam perhitungan uang pertanggungan.

 

3. Kemampuan membayar

Kemampuan membayar setiap orang atas asuransi setiap orang tentunya berbeda. Biasanya jumlah yang wajar adalah berkisar antara 15-35% dari sisa atau surplus dana yang tersedia setiap tahunnya.

Sebaiknya membang pendapatan lebih besar dari pengeluaran. Dari sisa pengeluaran yang ada, maka sebaiknya dialokasikan dana yang cukup agar bisa membayarkan asuransi secara berkala atau tahunan. Pengeluaran bulanan sangat tergantung pada gaya hidup. Namun mengingat bahwa asuransi atau proteksi kesehatan sangat penting, sehingga sebaiknya dialokasikan dana khusus untuk asuransi.

 

4. Kebutuhan dan perawatan rumah sakit

Salah satu cara memilih produk asuransi adalah dengan bertanya pada rumah sakit tempat biasa Anda datangi, perusahaan asuransi mana yang memiliki kerjasama yang baik dengan rumah sakit Anda. Pilih paket asuransi yang bisa mengcover biaya kamar dan dokter spesialis sesuai dengan rumah sakit pilihan Anda. Beberapa asuransi memang memberikan fasilitas cashless, dan reimbursement, tapi kalau melebihi biaya yang sudah ditetapkan, maka Anda akan tetap harus menanggung kelebihannya. Untuk itu pastikan harga kamar dan dokter spesialis sesuai dengan asuransi yang Anda pilih.

 

5. Cacat dan Penyakit Kritis

Riwayat penyakit di keluarga juga harus diperhatikan. Dan apabila Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan banyak beraktivitas di luar kantor, maka Anda memiliki risiko yang juga patut diperhatikan. Untuk itu pilihan asuransi yang melindungi Anda dari cacat yang bisa membuat Anda tidak bisa bekerja atau memiliki pendapatan, atau penyakit kritis yang akan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit, harus menjadi bahan pertimbangan.

Asuransi adalah untuk proteksi. Bukan hanya untuk melindungi diri Anda, tetapi juga untuk melindungi orang-orang yang Anda kasihi dari kekhawatiran-khawatiran. Oleh sebab itu pilihlah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, walaupun Anda sudah memiliki BPJS. Karena ada hal-hal yang tidak dicover oleh BPJS, akan bisa dilengkapi dengan keberadaan asuransi ini. Live a beautiful life!