Karyawan Bersiap Memulai Usaha Sendiri

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Anda karyawan dan mulai jenuh dengan pekerjaan saat ini? Anda mungkin tidak sendirian. Saat ini, mulai banyak orang yang mencari passion dalam hidup, dan membuat passion yang dimiliki menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan. Bertahun-tahun menjadi karyawan, apa bisa banting setir menjadi seorang entrepreneur alias pengusaha? Bisa saja! Jika ini salah satu pilihan hidup yang ingin Anda jalankan, coba evaluasi seberapa siapkah keuangan Anda dalam proses transisi dari karyawan menjadi pengusaha.

 

Pertama, Anda harus membuat rencana bisnis yang komprehensif. Sebuah rencana bisnis akan dapat menjawab pertanyaan penting tentang, Apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Bagaimana Anda berencana membuat keuntungan? Siapa tim impian yang bekerja untuk membuat rencana bisnis itu berhasil? Seperti apa proyeksi keuangan bisnis Anda?

 

Kedua, mencari modal. Setelah melakukan finalisasi atas rencana bisnis, maka berikutnya adalah mengakses dana sebagai sumber modal kerja. Rencana bisnis dapat memberi gambaran berapa jumlah modal yang Anda perlukan, apakah perlu untuk meminjam dari Bank, dan bagaimana bisnis Anda dapat membayar utang modal kerja tersebut. Modal kerja awal sebaiknya dapat menyokong nafas bisnis selama 12 bulan. Artinya, biaya tetap seperti biaya gaji, biaya administrasi, dan lainnya harus sudah siap untuk operasi usaha setahun kedepan.

 

Ketiga, membuat anggaran bulanan rumah tangga yang baru. Bagaimana anda menentukan berapa penghasilan sebulan? Bila Anda bekerja untuk bisnis ini, maka setiap bulannya tentukan gaji yang Anda ambil dari usaha. Masukkan gaji ini sebagai bagian dari biaya usaha. Nah, pastikan pengeluaran rumah tangga selalu lebih kecil dari pemasukan dasar dari bisnis.

 

Keempat, mempersiapkan keuangan pribadi. Salah satu ketakutan terbesar seorang pegawai kantoran yang beralih menjadi pengusaha adalah risiko tidak mendapatkan penghasilan yang rutin. Jangan berkecil hati apabila di tahapan awal memulai bisnis, Anda belum dapat secara rutin mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang sama saat masih menjadi karyawan.

Oleh karena itu, sebelum mulai usaha, Anda wajib untuk memiliki reservasi dana darurat yang memadai. Dana ini harus lah disimpan dalam bentuk tabungan biasa atau deposito dengan jumlah minimal 12 kali pengeluaran rutin bulanan. Fungsi dana ini bila ternyata di bulan-bulan pertama usaha Anda belum dapat memberikan penghasilan, maka Anda tetap memiliki uang untuk membayar keperluan rutin rumah tangga. Apakah Anda sudah memiliki dana darurat yang memadai?

Saya pribadi memiliki pengalaman membangun bisnis konsultan keuangan setelah bekerja di sebuah perusahaan multinasional besar selama 5.5 tahun. Selama enam bulan sebelum memutuskan akan berhenti bekerja, saya kumpulkan dana darurat dan berusaha untuk hidup hanya separuh dari gaji setiap bulan. Jika Anda sudah berhasil melakukan hal ini juga, maka setidaknya Anda sudah 25% siap menjadi seorang pengusaha.

 

  • Keuangan Bisnis dan Keuangan Pribadi

Keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi Anda. Saat Anda memutuskan untuk berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk usaha dengan keuangan untuk pribadi. Disiplin dalam pembukuan harus dilakukan sejak awal.

Modal awal bisnis merupakan investasi Anda. Catatlah berapa investasi yang telah Anda keluarkan sebagai modal usaha. Setiap pengeluaran untuk bisnis, haruslah dibayar dari penghasilan bisnis. Prinsip yang sama juga berlaku sebaliknya. Setiap penghasilan bisnis tidak dapat langsung digunakan untuk membiayai anggaran rumah tangga Anda. Menggunakan arus kas bisnis untuk membiayai keperluan-keperluan pribadi adalah kesalahan besar.

Di tahap awal memulai bisnis sendiri, hasil usaha kadang tidak sesuai dengan harapan. Jangan mundur hanya karena Anda takut kehilangan penghasilan rutin yang biasa dinikmati sebagai karyawan. Bisnis yang ideal selalu dimulai dengan hal yang kecil namun didukung oleh rencana yang besar. Namun, tetap ingat untuk memperkokoh pondasi keuangan rumah tangga sebelum memulai bisnis. Live a Beautiful Life!