Tips Memulai StartUp

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Memiliki Startup tampaknya menyenangkan. Apalagi bisnis berbasis digital ini menawarkan solusi untuk banyak sekali permasalahan yang ada, dan banyak menjadi pekerjaan impian karena penghasilan yang fantastis. Namun ternyata dalam pelaksanaannya, banyak sekali start up yang akhirnya terpaksa gulung tikar atau tutup sebelum sempat berkembang.

Untuk Anda yang berencana untuk membuka atau membuat start up, berikut adalah 4 tips yang bisa dijadikan pertimbangan.

 

1. Pastikan dana darurat dan kebutuhan rumah tangga cukup selama 2 tahun

Dengan memulai start up, berarti Anda belum bisa mengandalkan penghasilan yang mungkin di dapat untuk kebutuhan rumah tangga. Pastikan bahwa kebutuhan rumah tangga tidak terganggu. Sediakan sedikitnya 24 bulan dana darurat, untuk mengganti potensi income yang mungkin belum diperoleh, agar anak-anak tetap dapat bersekolah dengan nyaman dan belanja dapur tidak berkekurangan.

Kenapa 2 tahun? Karena Startup baru akan mampu mendapatkan pendanaan dari investor setelah berjalan selama 2 tahun.

 

2. Budgeting dan jaga cashflow jangan sampai over flow

Perhatikan cashflow start up. Berapakah pengeluaran per bulannya, sebelum start up bisa menghasilkan dan menguntungkan sehingga Anda tidak terus menerus over budget. Tentukan dari awal berapa budget per bulannya, agar tidak terjadi over flow budget. Jangan lupa juga sediakan dana darurat untuk perusahaan, sebaga cara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

 

3. Pergunakan virtual office atau co-working space untuk menghemat biaya

Anda tidak harus menyewa kantor atau tempat berbiaya mahal demi menjalankan srat up Anda. Kalau memang membutuhkan tempat untuk aktivitas kantor, Anda bisa menyewa ruang di co-working space, atau mempergunakan virtual office, sehingga Anda hanya diharuskan membayar sesuai kebutuhan.

 

4. Pergunakan jasa intership

Untuk mengefisiensi biaya tenaga kerja, Anda bisa menggunakan jasa internship. Sekarang ini ada banyak mahasiswa atau first jobber yang membutuhkan pengalaman kerja. Program internship bisa dijadikan tawaran, sambil Anda bisa menyaring tenaga kerja potensial yang akan Anda rekrut di kemudian hari.

Internship berarti Anda tidak memiliki kewajiban untuk memberikan gaji, namun baiknya ada dana untuk pengganti makan siang untuk mahasiswa internship ini. Dengan nama baik yang Anda pupuk, bukan mustahil investor akan melirik Anda. Live a Beautiful Life!