Kredit Rumah vs. Kontrak Rumah

From The Desk Of Fioney Sofyan

Rumah akan selalu menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Namun tidak semua orang akan mampu memiliki rumah, apabila tidak direncanakan dengan baik. Selain itu, akan selalu ada plus minusnya antara memiliki rumah pribadi atau sewa.

Sebelum menentukan apakah sebaiknya menyewa saja atau membeli rumah, berikut adalah 7 hal yang sebaiknya dijadikan bahan pertimbangan:

 

1. Aset yang memiliki pertambahan nilai vs aset milik orang lain

Memiliki rumah, artinya Anda memiliki asset yang berkembang. Harga rumah biasanya akan memiliki kenaikan sebesar 10% setiap tahunnya. Apalagi kalau Anda memiliki rumah tersebut yang akan dilewati oleh jalan tol yang kini sedang dibangun, atau lintas LRT. Sementara kalau Anda menyewa rumah, maka asset tersebut adalah miliki orang lain, dan uang sewa yang Anda bayarkan bisa meningkat sebesar 10% setiap tahunnya.

 

2. Nilai cicilan rumah vs nilai kontrakan satu tahun

Kalau misalnya ternyata nilai cicilan rumah adalah sama besar atau mendekati dengan jumlah nilai kontrakan yang harus Anda keluarkan setiap tahunnya, maka mulailah mempertimbangkan untuk membeli. Karena artinya Anda mampu membayar cicilan untuk kepemilikan rumah. Dan jika Anda tidak mulau berinvestasi, Anda akan terancam untuk tidak memiliki aset finansial.

 

3. Ada downpayment untuk pembayaran KPR vs dana persiapan perpanjangan kontrak

Untuk sewa rumah, memang tidak membutuhkan dana yang besar untuk menempatinya. Tetapi, Anda hanya memiliki rumah tersebut sepanjang lamanya kontrak, sehingga tidak akan bisa dijadikan aset milik. Sementara untuk membeli rumah, Anda akan dipaksa untuk menyisihkan penghasilan untuk membeli aset. Bahkan mungkin, ada pengurangan-pengurangan tertentu yang terpaksa diperketat agar bisa membayar uang muka sebesar 30% dari harga rumah.

 

4. Biaya transportasi dari rumah sendiri vs rumah kontrakan

Salah satu hal terbesar yang menjadi pertimbangan dalam memiliki rumah adalah biaya transportasi. Biasanya, harga rumah yang terjangkau akan memiliki jarak yang lebih jauh daripada rumah yang dikontrakan. Hal ini juga harus menjadi bahan pertimbangan, karena apabila biaya transportasi membengkak, dan malah jadi lebih memberatkan, maka harus ada pengeluaran lain yang disesuaikan.

 

5. Ada tidaknya risiko yang menyertai

Salah satu risiko terburuk dalam sewa menyewa rumah adalah Anda akan dipaksa pindah oleh pemilik, karena rumah tersebut akan dijual atau dipergunakan oleh orang lain. Untuk itu Anda harus sudah bisa menyiapkan dana pindahan mendadak, atau dana darurat lainnya agar bisa mengantisipasi hal ini.

Risiko terburuk yang dimiliki oleh rumah sendiri adalah kebakaran. Namun Anda bisa mengantisipasinya dengan membeli asuransi rumah. Untuk rumah yang masih di-kpr-kan, maka asuransi ini sudah termasuk di dalamnya.

 

6. Ada tidaknya biaya-biaya tambahan untuk renovasi, perawatan dll

Rumah milik sendiri akan membutuhkan juga biaya perawatan. Baik untuk renovasi apabila diperlukan, perawatan lingkungan, dan lain-lain. Rumah sewa akan tergantung bagaimana perjanjian. Beberapa pemilik akan membebankan ke penyewa untuk perbaikan rumah apabila ada kebocoran atau tidak. Oleh sebab itu perhatikan baik-baik perjanjian sewa-menyewa yang akan Anda tanda tangani. Apakah akan membebani dengan biaya-biaya tambahan lain, atau memang ada pengeluaran yang sudah diperhitungkan di awal.

 

7. Lokasi sekolah anak

Sebaiknya memiliki rumah yang dekat dengan sekolah anak. Agar anak tidak merasa terlalu capai di jalan karena perjalanan yang jauh, dan semata karena akan lebih mudah juga apabila anak sakit untuk bisa cepat pulang ke rumah. Biasanya daerah perumahan akan dekat dengan sekolah anak, namun jauh dari tempat orangtua bekerja. Perhatikan juga mengenai efisiensi mengantar dan penjemputan, apabila Anda ingin membeli rumah yang dekat atau jauh dari sekolah anak dan tempat bekerja. Live a beautiful life!