Memilih Reksadana Sesuai dengan Jangka Waktu yang Dibutuhkan

From the desk of Fioney Sofyan

Ada banyak jenis reksadana yang beredar di pasar modal, membuat pertanyaan yang paling sering timbul adalah sebaiknya reksadana yang mana dan bagaimana yang harus saya beli? Membeli suatu reksadana tidak hanya membutuhkan rekomendasi, namun juga membutuhkan jangka waktu investasi dan bagaimana profile resiko yang dimiliki.

Beberapa sifat reksadana yang berfluktuasi mengikuti harga pasar membuat reksadana tidak cocok untuk investasi jangka panjang, dan sebaliknya, investasi jangka panjang dengan reksadana tidaklah cocok untuk reksadana dengan resiko kecil.

Resiko dalam reksadana atau instrumen investasi sebenarnya bisa diminimalisir dengan perpanjangan waktu. Oleh sebab itu, sebelum memilik reksadana, kenali dahulu jenis reksadana yang akan dibahas kali ini:

 

1. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang berisikan instrument investasi surat-surat berharga seperti Obligasi, Sukuk, Surat utang negara, dan deposito, dengan komposisi > 80%. Syaratnya adalah kesemuanya memiliki imbal balik yang tetap dan terukur, sehingga masuk ke dalam tingkat resiko yang rendah.

Instrumen investasi yang memiliki resiko yang rendah, akan memberikan hasil imbal balik yang juga rendah apabila dibandingkan dengan instrument investasi yang bersifat agresif. Jadi imbal balik yang diberikan oleh reksadana pendapatan tetap cenderung stabil dan tetap, sesuai dengan isi intrumen investasi yang terdapat di dalamnya.

Oleh karena itu, intrumen investasi reksadana pendapatan tetap ini sangat cocok untuk investasi jangka pendek, yaitu antara 1-3 tahun, karena hasil yang didapatkan bisa lebih tinggi daripada bunga deposito, dan cenderung stabil. Sangat cocok untuk investor pemula yang konservatif.

 

2. Reksadana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 80% pada instrumen pasar uang atau surat berharga yang jatuh temponya di bawah 1 tahun dan memberikan bunga atau kupon seperti deposito dan obligasi.

Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang memiliki risiko terendah namun juga memberikan return yang terbatas. Hampir sama dengan reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang ini sangat cocok untuk investasi jangka pendek yaitu antara 1-3 tahun, dan akan mendapatkan hasil imbal balik yang lebih menguntungkan daripada deposito. Sehingga, reksadana jenis ini adalah pilihan untuk investor pemula dengan profile resiko konservatif.

 

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang berisi campuran antara reksadana saham dengan reksadana pendapatan tetap. Atau ada komposisi portofolio surat berharga, obligasi, sukuk, deposito yang melebihi 20% dan keseluruhan komposisi namun tidak melebihi 80%, dan sisanya adalah instrumen investasi saham dengan komposisi yang berimbang dan melengkapi.

Dalam reksadana jenis ini, sudah ada bentuk diversifikasi yang lebih merata dengan komposisi campuran antara instrument investasi beresiko tinggi dan rendah, sehingga hasil imbal baliknya bisa lebih besar daripada reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang.

Oleh sebab itu reksadana jenis ini sangat cocok untuk investasi jangka menengah, yaitu antara 3-5 tahun, atau lebih dari 5 tahun. Resiko yang dimiliki juga menengah, sehingga cocok untuk investor pemula yang memiliki profile resiko berkembang.

 

4. Reksadana Saham

Reksadana saham adalah reksadana yang berisikan 80% instrumen investasi saham. Ada beberapa saham yang akan menjadi pilihan dalam satu portfolio reksadana. Sehingga, kinerjanya pun akan lebih beragam apabila dibandingkan dengan reksadana yang lain.

Karena dianggap beresiko tinggi, maka reksadana saham baru bisa menjadi pilihan investasi apabila jangka waktu yang diperlukan diatas 5 tahun. Misal ada tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu 7 tahun atau bahkan 15 tahun kemudian, maka reksadana saham bisa menjadi pilihan.

Reksadana saham adalah salah satu reksadana yang memiliki fluktuasi tinggi, sehingga perpanjangan waktunya akan bisa meminimalisir resiko, dan memberikan return on investmen atau imbal balik yang lebih besar apabila dibandingkan dengan reksadana yang lain. Sehingga, hasil investasi bisa lebih maksimal.

Berinvestasi walau sekecil apapun akan jauh lebih baik daripda tidak berinvestasi sama sekali. Dan untuk pemula, sebaiknya sesuaikan dahulu dengan profile resiko dan jangka waktu kebutuhan, agar tidak terjadi salah investasi. Sebaiknya juga gunakan dana dingin atau dana yang belum tahu kegunaannya, agar kebutuhan rumah tangga yang lain tidak terganggu demi kepentingan investasi. Live a beautfiul life!