Tips Berinvestasi di Reksadana

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Anda masih awam dengan reksa dana namun ingin mulai berinvestasi? Reksa dana adalah produk keuangan yang diterbitkan oleh Manajer Investasi yang akan menginvestasikan dana Anda kedalam berbagai instrument keuangan. Sebagai investor, tugas Anda adalah mencari jenis reksa dana yang tepat sesuai kebutuhan dan tujuan finansial Anda.

 

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda gunakan sebelum membeli reksa dana.

  1. Reksa dana dapat dibeli secara online melalui situs perusahaan sekuritas atau pun dapat dibeli via Agen Penjual seperti bank. Namun, belum tentu penjual di Sekuritas dan Bank yang sepertinya sama, akan menjual produk reksadana yang sama.
  2. Untuk membeli reksa dana, Anda harus berusia diatas 21 tahun dan memiliki dana minimal Rp. 100 ribu per bulan. Reksadana yang dijual baik oleh bank atau manager investasi bisa memberikan fasilitas autodebit, dan tanpa penalty sehingga Anda tidak usah takut kalau tidak bisa secara rutin menabung reksadana dengan sistem autodebit. Ada kebebasan dan fleksibilitas dalam memiliki reksadana.
  3. Tidak ada masa jatuh tempo atau penalti dalam kepemilkikan reksadana, jadi reksadana dapat dibeli kapan saja, atau dicairkan kapan saja. Hanya aka nada biaya sebesar 1-2% untuk pembelian atau penjualan yang dikenakan kepada Anda.
  4. Sebelum membeli reksa dana, pastikan Anda mengisi kuesioner profil risiko untuk mengetahui apakah Anda termasuk investor konservatif (penabung tulen), moderat, atau agresif.
  5. Tentukan tujuan finansial Anda apakah dana hasil investasi akan digunakan dalam jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.
  6. Pilih jenis reksa dana sesuai profil risiko dan tujuan finansial Anda. Untuk kebutuhan jangka pendek, tidak cocok kalau kita memiliki reksadana saham. Sementara untuk kebutuhan jangka panjang, pemilihan reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap juga kurang cocok.

 

Live a beautiful life!