Tips Keuangan Ramadhan ala Adetya

 

 

 

Berbeda dengan pengaturan keuangan untuk bisnis yang dijalankan, pengaturan keuangan untuk keluarga juga perlu mendapat perhatian. Adanya ritual tertentu atau kebiasaan tertentu di dalam keluarga dalam menyambut bulan suci Ramadahan, seringkali malah menjadi penyebab utama membengkaknya pengeluaran

Bagaimanakah cara seorang @adetyaa, owner dari @trfhomemade dan desainer @blowpopbasic menyikapi dan mengatur keuangan keluarga, sebagai seorang entrepreneur milanial yang juga memiliki penghasilan yang tidak tetap?

 

 

 

 

 

  1. Selalu displin untuk selalu memilah/memplotkan keuangan

Memiliki pengeluaran rutin tentunya adalah hal yang menjadi kewajiban setiap rumah tangga yang haris dipenuhi setiap bulannya. Namun, diluar daripada itu tentunya ada hal-hal lain yang bisa menggerus penghasilan. Gaya hidup biasanya menjadi penyebab utama habisnya penghasilan. Oleh sebab itu, kita harus bisa mengatur dengan memilah atau memplotkan keuangan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan. Apalagi sebentar lagi akan hadir si kecil yang pastinya memiliki prioritas pengeluaran utama dalam keuangan rumah tangga kami kelak.

Pos-pos keuangan bisa dijadikan sebagai salah satu usaha untuk kita bisa mengatur keuangan. Siapkan dana tertentu untuk pengeluaran rutin, zakat, infak dan sedekah, dan pengeluaran lainnya sebagai bagian dari pos-pos keuangan.

  1. Siapkan dana cadangan

Dana cadangan atau dana darurat adalah wajib kita miliki sebagai seorang entrepreneur. Karena kita tidak akan pernah tahu ada dana mendadak yang harus dikeluarkan. Kami selalu mengusahakan untuk menyediakan kebutuhan akan dana darurat ini sebesar minimal 3 bulan dari pengeluaran rutin bulanan.

  1. Mencoba mulai berinvestasi

Kami sadar, investasi berguna untuk membantu kita dalam mencapai tujuan keuangan. Dengan tujuan jangka panjang, maka dana yang kita siapkan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut bisa lebih kecil, dan resiko bisa diminimalisir. Apalagi kami sedang menantikan kelahiran anak pertama, kami sadar sudah tidak bisa lari lagi dari investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak.

  1. Extra saving untuk menyambut bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh hikmah yang pasti terjadi setiap tahunnya. Oleh sebab itu, baiknya lakukan extra saving atau miliki simpanan ekstra di bulan-bulan sebelumnya, agar pengeluaran yang membengkak dapat teratasi tanpa harus merasa berat.

Buatlah jadwal dan persiapkan perencanaan pengeluaran dengan baik. Pilihkan antara kebutuhan yang wajib dengan hanya keinginan. Kita lebih “cerdas” dalam melakukan acara buka puasa bersama misalnya dengan berbuka dulu sendiri baru ikut di acara bersama. Jika semuanya diikuti,  bisa saja penghasilan akan terus-menerus tergerus.