Sudah Siap untuk Tetap Kaya?

Tetap kaya adalah sebuah kondisi dimana pribadi atau keluarga dapat mampu untuk mandiri dalam hal menghidupi keluarganya hingga tiba saatnya meninggal dunia. Di sekitar kita, mungkin saja banyak terlihat kondisi keluarga yang mendadak kaya atau mendadak miskin, yang tentunya merupakan pelajaran hidup yang dapat kita petik.

 

Menurut saya, jadi kaya itu hukumnya wajib buat semua orang. Mau materialistis? Oh, bukan itu! Kita sebaiknya sadar bahwa untuk memperoleh pendidikan, rumah, pelayanan kesehatan, pakaian, dan semuanya itu tidak ada yang gratis. Bahkan seseorang yang mendapatkan beasiswa saja pasti harus menunjukkan prestasi di sekolah sebelumnya. Dan sekolah sebelumnya itu belum tentu gratis, bukan?

 

“Uang sedikit pasti cukup untuk biaya hidup. Uang sebanyak apa pun pasti tidak cukup jika untuk memenuhi gaya hidup!” Pahamilah jika Anda punya gaji besar, tapi semua habis buat gaya hidup sekarang, artinya Anda miskin buat masa depan. Sebaliknya, meski gaji kecil, tapi kalau pandai mengatur untuk hari ini, lusa, dan masa depan, maka peluang menjadi tetap kaya lebih besar. Ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk menjadikan keuangan Anda lebih kaya dan tetap kaya.

 

Pertama, melakukan periksa kondisi keuangan. Financial check up atau periksa kondisi keuangan adalah suatu aktivitas evaluasi atas potret keuangan seseorang atau sebuah keluarga. Setidaknya, ada dua hal yang menjadi sorotan, yaitu apa saja yang Anda punya (harta dan kewajiban) dan untuk apa saja pemasukan uang Anda kelola.

 

Kedua, cermat dalam mengalokasikan pemasukan uang. Sumber pemasukan setiap pribadi atau keluarga dapat berasal dari sesuatu yang rutin seperti gaji atau sesuatu yang tidak rutin seperti bonus, komisi, dan hasil sewa. Setiap bulan, alokasi pemasukan uang sebaiknya dilakukan untuk 5 hal yaitu: pos biaya hidup rutin, pos cicilan utang, pos tabungan dan investasi, pos gaya hidup, dan pos sosial.

 

Ketiga, memperbanyak daftar harta bukan utang. Buatlah daftar harta dan utang yang Anda miliki saat ini. Untuk harta, bagilah menjadi harta lancar, harta konsumsi, dan harta investasi. Tabungan, kas kecil, dan deposito bisa masuk kedalam kategori harta lancar. Rumah, mobil, perhiasan emas, akan masuk kedalam kategori harta konsumsi. Sedangkan reksa dana, saham, binsis dan unit link tergolong harta investasi. Semakin besar alokasi yang Anda berikan untuk menghimpun harta investasi, maka semakin besar potensi Anda dan keluarga untuk tetap kaya di masa mendatang.

 

Untuk bisa jadi tetap kaya, maka Anda harus punya harta investasi yang jumlahnya cukup untuk menutupi pengeluaran rutin bulanan hingga Anda meninggal dunia. Sebagai contoh, jika biaya hidup Anda sebesar 5 juta sebulan, dan Anda punya sawah yang menghasilkan panen 4 juta sebulan, Anda sudah 90% menuju status tetap kaya. Anda hanya perlu bekerja cari penghasilan untuk 1 juta lagi, sisa penghasilan bisa untuk investasi dan sesekali hura-hura.

 

Jika kondisi Anda masih jauh dari usia pensiun, usahakan pilihan investasi Anda di harta investasi dengan potensi return atau imbal hasil diatas 15% per tahun. Contoh harta investasi yang dapat dipilih seperti berinvestasi di produk reksa dana campuran atau saham, berinvestasi melalui saham biasa, memiliki usaha rumah kost atau pun menginvestasikan dana ke sebuah bisnis.

 

Sedangkan, jika Anda tinggal beberapa tahun lagi menuju pensiun, maka ada baiknya memperbanyak harta investasi yang dapat memberikan tambahan penghasilan atau pemasukan uang setiap bulannya. Contoh harta investasi ini seperti membangun rumah kost atau menempatkan dana di obligasi.

 

Tujuan finansial menjadi tetap kaya adalah memiliki harta yang jumlahnya lebih besar daripada utang. Selain itu, juga punya pemasukan uang setiap bulan dari harta investasi yang dapat menutup pengeluaran rutin setiap bulan. Inilah kondisi yang disebut tetap kaya, tanpa perduli berapa gaji kita dan berapa banyak rumah yang kita punya.

 

Dalam melakukan pengelolaan keuangan, komitmen dan disiplin adalah modal utama. Setelah itu, tentu saja sumber pemasukan uang setiap pribadi dan keluarga. Terkadang, hidup di kota besar memaksa gengsi yang harus ditampilkan keluar. Situasi ini kadang menghambat diri sendiri menuju tahap tetap kaya.

 

Banyak orang cenderung memilih terlihat “tampak kaya”, meski keropos didalam. Sudah terlalu banyak saya bertemu dengan orang yang tak peduli dengan masa depannya, seakan-akan hidup itu hanya untuk hari ini. Marilah kita menjadi orang kaya yang sesungguhnya untuk mencapai hidup indah sejahtera dan penuh rasa syukur. Live a beautiful life!