5 Hal Tentang Pelaporan Pajak

From the desk of Fioney Sofyan

Bulan Maret adalah bulan pelaporan pajak. Baik untuk entrepreuner maupun karyawan kantoran, ada kewajiban untuk membuat laporan perpajakan yang wajib dilakukan, terutama bagi mereka yang sudah memiliki NPWP.

Tidak hanya untuk membayar pajak kepada Negara, ternyata masih ada hal-hal tentang pelaporan pajak yang tidak diketahui oleh millenials, atau malah kebanyakan orang lain.

5 hal yang perlu kita perhatikan dalam pelaporan pajak adalah sebagai berikut:

 

1. PTKP atau Penghasilan Tidak Kena Pajak

Tarif PTKP 2018 terbaru yang berlaku saat ini masih mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 101/PMK.010/2016, yaitu sebesar Rp. 54.000.000,00. Apabila Anda memiliki tanggungan, sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang anak, maka masing-masing per anak akan dikenakan PTKP sebesar Rp. 4.500.000,00. Untuk wajib pajak yang sudah menikah, maka pasangannya akan dikenakan PTKP juga sebesar Rp. 4.500.000,00. Atau dengan kata lain, pajak yang wajib kita bayarkan bisa berjumlah Rp. 0,- karena adanya PTKP ini.

Namun demikian, walaupun kewajiban akan pajak ini hanya sebesar Rp. 0,- yang kita harus bayarkan, laporan pajak tetap harus kita masukkan dan laporkan ke kantor pajak. Karena kalau tidak, maka kita akan dianggap sebagai penunggak pajak.

Denda terhadap mereka yang tidak melapor pajak walau sudah memiliki NPWP juga besar, yaitu sebesar 2% per bulan yang dihitung dari jumlah laporan pajak per tahun, yang tentunya akan terakumulasi lebih besar dengan bunga yang mungkin timbul akibat lalai dalam melaporkan pajaknya.

 

2. Norma

Khusus untuk pekerja lepas atau entrepreuner, ada potongan tambahan bagi pajak yang wajib mereka bayarkan, yang disebut dengan Norma. Mereka yang dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto adalah Wajib Pajak yang: hanya melakukan pencatatan (tidak membuat pembukuan); dan memiliki peredaran usaha bruto setahun kurang dari Rp 4,8 milyar.

Norma ini sendiri besarannya berbagai macam, mulai dari tambahan 10% sampai 55%. Musisi, seniman, pekerja jasa adalah mereka yang mendapatkan Norma terbesar, karena bidang usahanya yang membutuhkan mereka untuk mencari sendiri pekerjaan, sehingga pihak Perpajakan membuat keringanan seperti ini.

 

3. Penambahan dan pengurangan asset wajib dilaporkan

Aset yang dimiliki berupa rumah, kendaraan, logam mulia, wajib dilaporkan. Namun jangan lupa mengurangi nilai tunai dari kendaraan yang dimiliki, karena nilai kendaraan akan turun setiap tahunnya. Untuk pelaporan kepemilikan saham, jangan lupa untuk selalu melaporkan jumlah kepemilikan sahamnya, namun berikan keterangan ‘belum final” alias saham tersebut masih tersimpan dan belum dijual sehingga sudah ada keuntungan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Jual-beli saham sendiri sebenarnya sudah dikenakan pajak, yang dihitung dari fee jual-beli dari sekuritas tempat kita mendaftarkan diri.

 

4. Bukti laporan pajak ini bisa mempermudah pengurusan KPR

Untuk pekerja lepas, salah satu kendala yang mungkin timbul adalah susahnya mengajukan KPR. Sehingga impian kepemilikan rumah sering terkendala karena harus membayar lunas, atau mencicil kepada developer.

Beberapa bank ternyata akan memberikan keringanan persyaratan, apabila kita mampu menunjukkan bukti pembayaran pajak setiap tahunnya. Walau proseduralnya sedikit lebih rumit, namun ternyata pembayaran pajak seperti ini akan mampu memudahkan kita untuk memiliki rumah. Tentu dengan segala persyaratan lain yang juga harus dipenuhi.

 

5. Tidak perlu datang ke kantor pajak, sekarang sudah ada efilling

Efilling adalah pelaporan pajak secara online, sehingga kita bisa melakukan pelaporan pajak dari manapun, tanpa harus ke kantor pajak. Caranya mudah. Pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan mengaktifkan EFIN atau Electronic Filing Identification Number. EFIN merupakan identitas digital yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yang diperlukan agar kita dapat melakukan transaksi perpajakan secara elektronik. Cara mendapatkan adalah dengan Unduh formulir aktivasi EFIN di aplikasi e-filing pajak pribadi OnlinePajak, sertakan surat-surat kelengkapannya seperti formulir aktivasi yang sudah dilengkapi tersebut, alamat email aktif, fotocopi dan ktp asli, fotocopi dan asli NPWP.

Setelah mendapatkan EFIN lakukan pendaftaran di situs DJP Online. Selanjutnya, kita akan memperoleh password (kata sandi) sementara yang dikirimkan ke email yang terdaftar. Perlu diperhatikan untuk tidak menunda pendaftaran karena nomor indentitas ini hanya memiliki masa berlaku selama sebulan. Namun untuk tahun berikutnya, kita tetap bisa mempergunakannya untuk melaporkan pajak.

Live a beautiful life!