Mengenal Perencanaan Harta Bawaan

From The Desk Of Prita Hapsari Ghozie

Pernahkah Anda mendengar kasus adanya keluarga yang pecah karena masalah pembagian harta warisan? Atau kasus lain dimana ada anak-anak yang masih dibawah usia kemudian mengalami musibah kehilangan orang tua? Jika demikian, siapa yang akan mengurus masalah keuangan anak-anak ini? Sebenarnya untuk menjawab permasalahan tersebut ada ilmu yang disebut legacy planning atau dikenal dengan perencanaan harta bawaaan. Mengapa ilmu ini penting dan seperti apa perencanaanya?

 

Pada dasarnya, setiap manusia dalam keluarganya akan memberikan beberapa peninggalan. Saya mengidentifikasi setidaknya ada 3 hal yang dapat menjadi legacy dalam keluarga. Legacy mengenai memori seperti momen liburan, momen hidup di suatu rumah, dan lainnya. Berikutnya adalah legacy mengenai identitas keluarga, seperti ada satu keluarga yang orang tua dan anak-anaknya menjadi dokter mau pun tentara, atau pun satu keluarga yang berbakat dan terjun ke dunia artis. Legacy ketiga adalah mengenai keuangan. Dalam hal ini, baik harta mau pun utang dapat diteruskan dalam keluarga. Ilmu legacy planning sangat penting peranannya agar urusan keuangan dalam keluarga dapat berjalan dengan baik tanpa membuat terjadi perpecahan.

 

Mengapa ilmu legacy planning sangat penting? Hal paling utama adalah tanpa perencanaan yang baik, maka jika terjadi meninggal dunia, ada kemungkinan harta bawaan diterima oleh pihak yang tidak diinginkan. Hal berikutnya adalah tanpa perencanaan yang baik, maka ada juga kemungkinan usaha keluarga tidak dapat diteruskan dengan baik. Ruang lingkup perencanaan harta bawaan atau yang diatur dalam perencanaan ini adalah tentang harta dan utang dalam sebuah keluarga, bagaimana pengelolaan keuangan saat pemilik kekayaan masih hidup serta apa yang akan terjadi atas harta tersebut jika terjadi peristiwa kematian atas pemiliknya.

 

Langkah-langkah dalam melakukan perencanaan harta bawaan terdiri dari 5 tahap. Pertama, pemilik sebaiknya melakukan pendataan atas harta dan utang. Harta kekayaan adalah semua aset yang dimiliki seperti rumah tinggal, kendaraan, koleksi perhiasan, uang tunai, serta modal usaha. Sedangkan utang termasuk juga utang kartu kredit dan pinjaman lainnya.

 

Kedua, membuat perencanaan harta bawaan. Dalam pelaksanaan perencanaan harta bawaan, ada 3 perangkat yang dapat digunakan. Surat wasiat adalah perangkat pertama yang dapat membantu seseorang melakukan perencanaan harta bawaanya. Berdasarkan KUH Perdata, suatu testamen atau surat wasiat adalah suatu akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendaki agar terjadi setelah ia meninggal dunia, dan yang olehnya dapat dicabut kembali selama seseorang tersebut masih hidup. Surat ini dapat dibuat oleh notaris, oleh diri sendiri dan dititipkan ke notaris dengan 2 saksi, dibuat secara rahasia (disegel) dititipkan di notaris.

 

Namun, harus dipahami bahwa surat wasiat baru berlaku setelah yang membuat meninggal dunia. Menurut saya, hal terpenting dari surat wasiat adalah pengaturan dibagikan sesuai keinginan pemilik harta. Utamanya menyangkut hukum apa yang digunakan dalam pembagian waris, terlebih dalam keluarga yang situasinya cukup unik, atau adanya perbedaan agama, mau pun warga negara. Meski demikian, dalam penyusunan surat wasiat juga sebaiknya pemilik harta tetap mempertimbangkan hak mutlak dari setiap ahli waris lain dan dapat berlaku adil.

 

Perangkat lain adalah asuransi jiwa. Polis asuransi jiwa cukup populer digunakan dalam perencanaan harta bawaan. Salah satu keunggulan utama dari manfaat asuransi jiwa yaitu bersifat likuid sehingga memudahkan ahli waris dalam melakukan pembagian waris. Berbeda dengan warisan berupa tanah dan bangunan misalnya yang harus dijual terlebih dahulu. Selain itu, terdapat efisiensi dalam hal perpajakan karena menurut UU nomor 36 Tahun 2008 dinyatakan bahwa pembayaran asuransi jiwa tidak termasuk objek pajak dan tidak dikenakan pajak.

 

Jenis asuransi jiwa yang umum digunakan untuk perencanaan waris adalah asuransi jiwa dengan nilai investasi. Utamanya adalah nilai pertanggungan dari asuransi jiwa yang merupakan warisan bagi keluarga yang ditingggalkan. Namun, selama pemilik harta masih hidup, maka nilai investasi dari asuransi jiwa dapat digunakan untuk kehidupan. Meski demikian, patut dipahami bahwa jangan membeli premi diluar batasan kemampuan karena tidak benar Anda sampai berutang demi memberikan warisan bagi keluarga.

 

Ketiga, menghubungi notaris mau pun ahli hukum yang dapat membantu. Jika Anda tidak sanggup untuk melakukan perencanaan harta bawaan, maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan dari pihak luar yang lebih independen. Selain dapat memberikan pandangan yang lebih netral, ahli independen ini pun seharusnya memiliki pengetahuan yang mumpuni.

 

Keempat, mengkomunikasikan perencanaan dengan keturunan mau pun keluarga. Meski dinilai tabu, komunikasi dengan keluarga yang baik merupakan kunci sukses perencanaan Anda. Sebagai contoh, apabila hukum waris Islam ingin diterapkan, mungkin bagi anak perempuan ada yang merasa tidak adil karena bagiannya tidak sama besar. Tetapi, komunikasi dalam keluarga akan pemahaman hukum waris secara Islam yang benar dapat membantu keturunan dalam menerima apa itu konsep adil berdasarkan agama yang mungkin ingin dijalankan oleh pemilik harta.

 

Terakhir, jangan lupa untuk menikmati hidup. Perencanaan harta bawaan seharusnya memberikan kemudahan bagi keluarga dalam menyelesaikan permasalahan tentang keuangan di kemudian hari. Oleh sebab itu, pemilik kekayaan juga berhak untuk menikmati hidup yang indah dan sejahtera bersama keluarga. Live a Beautiful Life!