Refleksi Keuangan

From The Desk Of Fioney Sofyan

Sebelum membuat resolusi keuangan baru di tahun 2018 ini, baiknya kita memulainya dengan melakukan refleksi keuangan. Refleksi keuangan adalah semata untuk mengetahui, apakah rencana keuangan yang sudah kita rencanakan selama tahun 2017 yang lalu, mampu tercapai sesuai dengan apa yang menjadi tujuan keuangan kita?

Sebagai tolok ukur, berikut beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan tentang bagaimanakah refleksi keuangan kita.

 

1. Apakah rencana keuangan kita selama tahun 2017 dan manakah yang sudah tercapai, mana yang belum?

Setiap orang tentunya memiliki perencanaan keuangan yang berbeda. Namun tolok ukur yang bisa kita pergunakan adalah berapa banyak dari perencanaan keuangan yang sudah kita canangkan di awal tahun 2017 yang sudah tercapai, dan mana yang belum.

Berapa persentase dari keseluruhan rencana yang tercapai adalah tolok ukur keberhasilan kita. Tidak ada yang benar atau salah, namun dari angka tersebut akan mencerminkan juga sudah seberapa keras usaha yang sebenarnya sudah kita lakukan untuk mewujudkan hal itu.

 

2. Apakah jumlah tabungan yang kita miliki sudah merefleksikan tujuan keuangan kita?

Berapa besaran jumlah tabungan yang kita miliki akan berkolerasi dengan usaha kita dalam memenuhi tujuan keuangan kita dahulu. Seberapa besarkah kita mau disiplin menabung, atau malah masih sering terlupa karena kita belum mampu disiplin menetapkan prioritas, akan tercermin di sini.

Dari sini akan terlihat pentingnya memiliki tujuan keuangan dan tolok ukur pencapaian yang bisa kita tentukan sendiri agar apapun tujuan keuangan kita bisa terukur dan tingkat keberhasilannya atau tidak, dapat kita tentukan juga dari target yang sudah kita buat sendiri.

 

3. Dari semua rencana keuangan, di bagian mana sajakah yang ternyata mengalami kegagalan atau tidak tepat?

Kemalangan atau hal-hal tidak terduga seringkali memang tidak terhindarkan. Mulai dari kebutuhan akan renovasi, bencana banjir, atau hal-hal lain yang mendadak membutuhkan pengeluaran uang extra yang tidak terduga seringkali menjadi hal yang membuat kegagalan finansial itu terjadi. Bocor halus dan gaya hidup yang ekstra kadang bisa juga menjadi penyebab terbesar dari kegagalan keuangan ini.

Nah cara kita menghadapinyalah yang harus dipikirkan, karena dengan memiliki dana darurat yang cukup, kesiapan kita dalam mengalami hal-hal yang tidak terduga seperti inilah yang akan membantu kita dalam menghadapi kemalangan sehingga kegagalan dapat dihindari.

 

4. Apakah yang akan kita lakukan untuk memperbaiki kesalahan keuangan tersebut?

Hanya kita yang tahu, apa sajakah yang menjadi sumber kegagalan dalam hal keuangan kita selama tahun 2017. Dan untuk memperbaikinya, terlebih dahulu kita harus tahu bagian apa dari keuangan kita yang akan kita perbaiki. Mulai dari pengetatan dalam hal belanja barang online shopping misalnya, mengurangi jajajan untuk membatasi bocor halus, penyediaan dana darurat untuk antisipasi dana yang tiba-tiba haris dikeluarkan, bisa menjadi alternative perbaikan keuangan.

Dengan membuat tujuan keuangan, kita sendirilah yang dapat mengukur apakah keuangan kita sudah sehat, atau masih ada bocornya. Perbaiki kesalahan-kesalahan keuangan dengan menetapkan disiplin pada diri sendiri mengenai hal ini. Ingat, bahwasanya perbaikan keuangan hanya bisa dilakukan dengan kesadaran diri sendiri. Dan dari kesadaran inilah maka tujuan keuangan dapat dengan mudah tercapai.

 

Live A Beautiful Life!