Investasi Saham 101

From The Desk Of Fioney Sofyan

Investasi saham sekarang ini mulai banyak diminati. Kampanye Yuk Nabung Saham oleh bursa efek sudah mulai ramai di berbagai daerah di Indonesia. Namun, pemahaman tentang instrumen investasi saham tidak sesederhana pemilihan instrument investasi lain. Nah untuk Anda yang pemula dalam berinvestasi di saham, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan.

 

1. Jangka waktu investasi saham

Saham bukan untuk investasi jangka pendek. Pergerakan saham dipengaruhi oleh kinerja perusahaan dan perekonomian Indonesia, sehingga perkembangan saham akan memiliki volatilitas yang tinggi. Oleh sebab itu membutuhkan waktu sedikitnya 5 tahun untuk bisa melihat kinerja dan hasil yang baik dari saham.

 

2. Tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lain

Karena potensi hasilnya yang tinggi, maka saham memiliki tingkat risiko yang tinggi juga. Akan ada masa di mana saham yang kita pilih mengalami kerugian, namun kerugian itu belum terealisasi sampai kita menjualnya. Pelajari dahulu keuangan perusahaan dan kinerjanya, atau tunggu sampai saham tersebut rebound. Selama kita memilih saham dengan pertimbangan yang benar, maka risiko kerugian bisa diminimalisir.

 

3. Sebelum berinvestasi di saham baiknya memiliki reksa dana saham terlebih dahulu

Untuk memahami kinerja saham, sebaiknya sebelum terjun langsung ke investasi ini kita memiliki reksadana saham terlebih dahulu selama sedikitnya 1 (satu) tahun. Dengan memahami adanya volatilitas dari reksadana saham, maka kita juga akan belajar memahami bagaimana volatilitas dari saham yang kita miliki nantinya.

 

4. Gunakan dana idle

Jangan pernah mempergunakan dana bulanan, berutang, atau dana yang memang sudah diperuntukan untuk kebutuhan rumah tangga. Gunakan dana yang memang diperuntukkan untuk investasi jangka panjang, atau dana mengendap yang memang belum diketahui peruntukannya untuk apa.

 

5. Pilih saham dari perusahaan yang produknya kita kenal atau kita gunakan

Cara paling mudah memilih saham adalah dengan membeli perusahaan yang produknya kita gunakan sehari-hari. Misalnya investasi di perusahaan yang ATM Banknya kita gunakan, produk shampoo atau sabun yang kita pakai, produk makanan mie instannya yang sering kita konsumsi, dan lain-lain. Beberapa koran bisnis juga akan memberikan rekomendasi yang bisa diikuti. Atau saham-saham yang tergabung dalam saham blue chip atau LQ-45 bisa dijadikan pilihan.

 

6. Lakukan diversifikasi

Atau istilahnya jangan menaruh telur di satu keranjang. Hal ini dimaksudkan agar bisa salah satu sektor saham yang kita miliki sedang turun, sektor lain diharapkan naik untuk mengimbangi turunnya sektor lain. Apapun itu kenali dan pahami dahulu risikonya sebelum mulai berinvestasi.

 

Live a beautiful life!