Kesehatan Keuangan

From The Desk of Fioney Sofyan

Dalam menyambut tahun 2018, penting bagi Anda untuk memulai tahun yang baru ini, dengan memiliki keuangan yang sehat. Kesehatan keuangan itu sendiri nantinya akan mempengaruhi bagaimana perbaikan ekonomi seorang individu secara pribadi akan terukur. Dan apabila Anda ingin memiliki perbaikan dalam bidang keuangan pribadi, maka penting kesehatan keuangan yang Anda miliki menjadi prioritas.

Nah apakah yang menjadi tolok ukur kalau Anda memiliki keuangan yang sehat?

 

1. Tidak ada utang konsumtif

Yang dimaksud dengan utang konsumtif adalah utang yang tidak memiliki penambahan nilai, malah terus berkurang atau utang yang kita miliki malah akan terus bertambah. Contoh utang kartu kredit, karena utang kartu kredit ini sendiri bisa mencapai 42% per tahunnya, cicilan kendaraan bermotor, karena kendaraan nilainya akan berkurang setiap tahunnya, kecuali kita bisa menghasilkan dari kendaraan yang kita miliki, dll.

Kewajiban membayar utang cicilan inilah yang membuat kesehatan keuangan kita menurun. Oleh sebab itu penting untuk tidak memiliki utang yang bersifat konsumtif, sehingga akan terus menggerus penghasilan yang kita miliki.

 

2. Memiliki dana darurat

Memiliki dana darurat adalah penting, karena kita tidak akan pernah tahu kapan ada pengeluaran tidak terduga yang akan menghabiskan isi tabungan kita. Pengeluaran-pengeluaran tidak terduga ini bisa karena mendadak kita harus merenovasi rumah, ada keluarga yang tertimpa kemalangan, kecelakaan atau hal-hal lain yang menyebabkan kita harus mengeluarkan sejumlah uang yang besar dalam jangka waktu singkat.

 

3. Menyadari apa yang selama ini menjadi bocor halus

Bocor halus adalah pengeluaran-pengeluaran yang kita anggap kecil dan tidak berarti, namun ternyata menggerus banyak sejali pendapatan yang kita miliki. Mulai dari sekedar uang parkiran yang sepertinya tidak terasa, sampai pada sejumlah uang yang kita gunakan untuk membeli cemilan dan hal-hal lain yang kita anggap remeh, namun ternyata banyak.

Kalau kita memiliki kebiasaan untuk Jajan atau makan cemilan, baiknya memang dialokasikan khusus dana untuk hal ini dalam pos-pos keuangan tertentu. Sehingga dengan demikian kita akan tahu seberapa besar pengeluaran akibat dari si bocor halus ini.

 

4. Memiliki proteksi dan asuransi

Meski sudah memiliki BPJS, asuransi tambahan atau proteksi adalah penting. Asuransi yang kita miliki adalah penting untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi dari kekhawatiran-kekhawatiran. Khawatir kala kita sakit, atau juga sebagai proteksi atas barang berharga yang kita miliki. Misalnya asuransi rumah, kendaraan bermotor, asuransi jiwa, atau asuransi kesehatan itu sendiri.

Dengan memiliki asuransi, otomatis kalau sampai terjadi apa-apa dengan diri kita maka dana yang dikeluarkan untuk pengobatan atau perbaikan akan jauh lebih kecil, daripada kita tidak memiliki proteksi atau asuransi.

 

5. Sudah memulai investasi, sedikitnya 5% dari penghasilan

Investasi itu penting. Selain untuk membantu kita dalam mengejar inflasi, dengan berinvestasi juga akan membantu kita untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan, dengan lebih cepat dan lebih baik. Usahakan selalu setiap bulan sedikitnya menyisihkan dana sebesar 5% dari penghasilan, untuk berinvestasi. Jenis intrumen investasinya sendiri dapat disesuaikan dengan profile risiko, tujuan keuangan dan jangka waktu.

Apapun itu, berinvestasi walaupun sedikit, akan jauh lebih baik daripada tidak berinvestasi.

 

Live a beautiful life!