Pengaturan Keuangan untuk Single Parent

From The Desk of Fioney Sofyan

Menjadi orangtua tunggal adalah sesuatu hal yang tidak mudah. Baik akibat perceraian atau karena kematian, menjadi orangtua tunggal membutuhkan persiapan-persiapan keuangan yang tidak sedikit.

Terutama karena Anda harus belajar dan mengatasi sendiri semua kebutuhan rumah tangga, terutama yang menyangkut kebutuhan anak-anak. Kalau selama ini ada partner yaitu pasangan yang membantu Anda dalam mengurus kebutuhan anak-anak dan rumah tangga, sekarang bantuan itu tidak ada.

Untuk mempersiapkan pengaturan keuangan bagi orangtua tunggal, inilah 7 hal yang harus Anda perhatikan:

1. Restruturisasi cash flow. 

Memiliki pasangan berarti ada double income atau penghasilan ganda. Dengan menyandang gelar orangtua tunggal, maka Anda harus bertumpu pada penghasilan tunggal, yaitu penghasilan Anda sendiri. Untuk itu restruktusisasi kembali pengeluaran rumah tangga Anda, kurangi pengeluaran berlebihan yang sebenarnya tidak perlu. Walau mungkin kondisi Anda saat ini mantan suami masih mau memberi nafkah, namun tetap Anda harus bersiap kalau kenyataan tersebut tidak terjadi.

 

2. Sediakan dana darurat sedikitnya 12 bulan. 

Kalau Anda sudah memiliki anak, maka dana darurat yang harus Anda siapkan adalah sebesar 12 bulan. Minimal sebesar 12 kali pengeluaran, maksimal sebesar pendapatan. Dengan asumsi, apabila terjadi apa-apa dengan Anda sebagai pemberi nafkah, maka biaya sekolah dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari akan aman selama 12 bulan ke depan. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada Anda, sehingga mengakibatkan terhentinya pendapatan.

 

3. Asuransi adalah keharusan mutlak. 

Memiliki asuransi adalah keharusan, walau Anda telah memiliki BPJS. Asuransi di sini bukan hanya untuk melindungi Anda dari risiko kesakitan, namun juga melindungi orang-orang yang bergantung pada diri Anda, agar mereka tidak usah khawatir akan kesehatan Anda. Beberapa perusahaan asuransi bahkan memiliki pilihan untuk fasilitas cash. Artinya ketiga Anda sakit dan masuk rumah sakit, maka ada uang cash tambahan yang bisa Anda tambhankan dari asuransi.

 

4. Ciptakan jam ekstra dengan selalu membeli perlengkapan anak-anak sebagai stock. 

Kadang karena kesibukan pekerjaan, Anda tidak akan bisa mendelegasikan pekerjaan rumah tangga kepada orang lain. Perlengkapan prakarya, kado ulang tahun, sebaiknya sudah Anda beli dan siapkan sebelum Anda beraktivitas, sehingga ketika anak-anak membutuhkan bantuan Anda mengenai perlengkapan ini, Anda sudah siap.

 

5. Pengaturan Utang.

Utang akan menjadi momok mengerikan yang akan terus menghantui Anda. Baik dalam bentuk utang kartu kredit atau utang konsumtif yang lain. Untuk itu lunasi semua utang konsumtif, dan mulai benahi cashflow. Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

 

6. Mulailah berinvestasi. 

Penting bagi Anda untuk mulai memiliki tujuan keuangan. Mulai dari persiapan untuk dana pendidikan anak atau anak-anak, kepemilikan rumah apabila Anda belum memiliki rumah, persiapan dana pensiun, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang akan menjadi tanggungan Anda sendirian, secara finansial. Memang tidak tertutup kemungkinan Anda akan mendapatkan pendamping baru, namun setidaknya dari awal Anda sudah bisa untuk tidak tergantung secara finansial, dengan siapapun.

 

7. Persiapkan juga asuransi jiwa dan surat wasiat. 

Anda tentunya tidak ingin hal-hal buruk terjadi pada keluarga Anda. Namun kalau misalnya terjadi apa-apa dengan Anda, apa yang bisa Anda lakukan? Asuransi jiwa memang tidak bisa mengganti keberadaan Anda, namun sejumlah uang yang mungkin diterima oleh anak-anak Anda, bisa digunakan untuk keperluan mereka nanti. Jangan lupa buatlah wasiat yang akan membantu mengatur hal ini, agar uang yang diperuntukkan oleh anak Anda, tidak jatuh ke tangan yang salah.

Live a Beautiful Life!