Pengelolaan Pengeluaran yang Ideal

From The Desk of Prita hapsari Ghozie

Penghasilan merupakan sumber utama dalam pengelolaan keuangan. Jika tidak dimiliki, maka sederhananya mungkin tidak ada dana yang dapat dikelola. Untuk sebagian besar masyarakat di Indonesia, penghasilan rutin umumnya bersumber dari gaji. Meski pun setiap bulan diperoleh, sayangnya masih banyak rumah tangga yang kehabisan uang sebelum tanggal gajian berikutnya. Apa penyebab dan bagaimana pengelolaan penghasilan yang ideal?

Berdasarkan riset yang pernah dilakukan pada tahun 2012, ternyata 50% dari masyarakat di kota besar tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi. Kebanyakan karyawan menerima gaji di sebuah rekening “tabungan”. Namun, rekening tabungan tersebut berfungsi sebagai rekening operasional sehingga tabungan yang sebenarnya belum dimiliki. Penyebab berikutnya adalah memiliki gaya hidup yang tinggi. Tidak bisa dipungkiri, masyarakat Indonesia memiliki budaya yang konsumtif terutama penduduk di kota besar.

Selain itu, masyarakat juga kerap masih berutang untuk berbagai pengeluaran. Berubahnya kondisi generasi yang lebih konsumtif ternyata berdampak kepada fenomena pembelian dengan berutang dan semakin tidak semangat untuk membayar lunas saat jatuh tempo. Umumnya penggunaan utang adalah untuk membayar biaya hiburan, biaya liburan, serta berbagai biaya pengeluaran pribadi. Jika tiga penyebab ini didiamkan, maka dampak terburuk adalah menurunnya tingkat kesehatan keuangan rumah tangga.

Penghasilan yang diperoleh sebaiknya digunakan untuk berbagai pos pengeluaran masa saat ini mau pun untuk masa depan. Oleh sebab itu, saya lebih menyukai istilah mengelola pengeluaran, dibandingkan penghasilan, karena kendali atas pengeluaran hampir sepenuhnya berada dalam kendali masing-masing rumah tangga. Setiap bulan, idealnya pengeluaran rumah tangga mendapatkan alokasi sebagai beikut.

 

Pertama, pos pengeluaran rutin. Jumlahnya maksimal 50% dari gaji untuk biaya hidup rutin. Pos ini mencakup pengeluaran rutin untuk makan, belanja bulanan, biaya rumah tangga, biaya utilitas seperti listrik, telepon, dan langganan TV, dan juga biaya sekolah anak. Jika rumah tangga masih memiliki cicilan utang, maka alokasi untuk pos pengeluaran ini dapat bertambah hingga maksimal 60% saja.

 

Kedua, pos zakat. Jumlahnya sebesar 5% hingga 10% untuk pengeluaran zakat, sedekah, sumbangan, mau pun pengeluaran kegiatan sosial lainnya. Apabila keuangan rumah tangga masih membantu pihak lain seperti orang tua mau pun tanggungan lain, maka usahakan juga hanya mengambil dari pos pengeluaran ini.

 

Ketiga, pos berjaga-jaga. Pos ini merupakan alokasi untuk proteksi keuangan apabila terjadi hal yang sifatnya tak terduga mau pun risiko lainnya. Jumlahnya sebesar 5% untuk ditabungan sebagai dana darurat dan sebesar 5% untuk pembayaran premi asuransi.

 

Keempat, pos tabungan dan investasi untuk tujuan keuangan. Setiap tahunnya, setiap individu mau pun keluarga umumnya memiliki berbagai impian mau pun tujuan yang ingin diwujudkan. Contoh dari tujuan keuangan adalah mudik saat lebaran tahun ini, liburan di akhir tahun, persiapan dana pendidikan anak, dan lainnya. Jika membeli rumah tinggal juga merupakan tujuan keuangan, maka menabung untuk uang muka menjadi bagian dari alokasi pos pengeluaran ini.

Berbagai tujuan keuangan tersebut sebaiknya direncanakan sejak saat ini. Caranya dengan mengalokasikan setidaknya 10% dari gaji setiap bulannya. Berhubung dana pun terbatas, maka prioritas dalam mewujudkan tujuan keuangan sebaiknya disusun. Misalnya, prioritas memiliki rumah tinggal sebaiknya diutamakan, kemudian persiapan dana pendidikan anak. Jika masih ada dana berlebih, maka baru dialokasikan untuk tujuan berlibur.

 

Kelima, pos investasi untuk dana hari tua. Perencanaan hari tua mutlak dilakukan oleh setiap individu. Saya ingin mengingatkan bahwa pengeluaran hidup tidak hanya untuk masa sekarang, tetapi juga untuk masa depan saat Anda mungkin tidak lagi dapat bekerja secara aktif. Oleh sebab itu, menyisihkan minimal 10% dari penghasilan untuk dana hari tua adalah hal yang bijaksana.

Teknik mengatur alokasi pengeluaran bulanan yang paling mudah adalah dengan menggunakan bantuan minimal 3 rekening. Rekening satu digunakan untuk pos pengeluaran rutin yang memang ditujukan sebagai rekening operasional. Rekening dua digunakan untuk pos pengeluaran berjaga-jaga dan juga tabungan dan investasi. Sedangkan, rekening tiga digunakan untuk porsi sisa yang dapat dialokasikan untuk pengeluaran gaya hidup. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, maka seharusnya kondisi kesehatan keuangan akan membaik.

 

Punya gaya hidup yang tinggi tentu saja hak semua orang, apalagi mereka yang sudah bekerja keras untuk memperoleh penghasilan. Namun, dengan menyisihkan gaji bulan ini untuk ditabung atau investasi, sebetulnya uangnya akan digunakan di masa mendatang, bukan? Uang Anda pasti habis, mau sekarang atau nanti?

 

Live a Beautiful Life!