Bagaimana Memulai Investasi?

From the desk of Prita Hapsari Ghozie

Menyadari bahwa hanya dengan menabung saja tidak akan membuat kita semakin kaya, maka penting bagi kita untuk memulai berinvestasi. Investasi di sini berfungsi bukan hanya untuk menyelamatkan uang yang kita miliki dari inflasi, namun juga membuat bagaimana uang kita tetap berkembang lebih besar hingga bisa mengalahkan inflasi.

Dan lagipula sejak bekerja sekian lama, tentunya kita ingin bisa menikmati hasil jerih payah kita dengan keluarga dan orang tersayang, bukan?

Namun sebelum kita memulai investasi, ada 5 hal wajib yang harus kita perhatikan terlebih dahulu, agar tidak malah salah dalam berinvestasi.

  1. Memiliki cash flow yang positif

Bagaimanakah kondisi keuangan kita? Apakah kita adalah tipe seseorang yang penghasilannya selalu habis, atau justru malah kita tetap harus berutang pada orang lain?

Cash flow yang kita miliki harus selalunya positif. Dalam arti kita harus paham pengeluaran kita untuk apa saja, agar kemudian dapat dibagi ke dalam pos-pos pengeluaran yang lebih detail. Hati-hati terhadap bocor halus, dan pengeluaran-pengeluaran yang tidak terencana dan dianggap remeh, karena biasanya pengeluaran seperti inilah yang justru menggerus banyak sekali pendapatan kita.

  1. Memahami asset apa saja yang kita miliki

Tidak semua orang memahami asset apa saja yang ia miliki. Untuk itu penting bagi kita untuk mencatat dan memahami apakah sebenarnya aset yang kita miliki, dan ada berapa banyak. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadari, ada aset-aset yang ternyata bisa dikaryakan, yang malah bisa menghasilkan uang tambahan.

  1. Apakah yang menjadi tujuan keuangan kita?

Tujuan keuangan setiap orang adalah berbeda, tergantung dari apa yang menjadi cita-citanya. Tujuan keuangan ini bisa menjadi tolok ukur dalam menentukan besaran investasi yang dibutuhkan dan jangka waktunya. Untuk itu dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi dalam mewujudkan tujuan keuangan ini.

Apabila tujuan keuangan ini tidak benar-benar kita inginkan, maka otomatis niatan untuk mewujudkannya juga tidak menjadi prioritas, sehingga bukannya malah terwujud, kemungkinan besar malah akan tertunda, bahkan tidak tercapai.

  1. Bedakan antara kemauan dan kebutuhan

Tidak banyak yang bisa membedakan antara kemauan dan kebutuhan. Kemauan adalah sesuatu benda atau keinginan, yang ingin kita miliki secara impulsive. Sebenarnya tidak ada urgency, dan apabila tidak dipenuhi juga tidak apa-apa. Contohnya tas bermerk yang mendadak diskon karena event sale tertentu.

Sementara kebutuhan adalah benda atau barang tertentu yang harus dipenuhi, karena terkait dengan kehidupan kita sehari-hari yang tidak bisa terganti. Seperti kebutuhan akan makanan, dan lain-lain yang terkait.

Yang membuat kebutuhan menjadi mahal adalah gaya hidup. Dan gaya hidup adalah kemauan, bukan kebutuhan.

  1. Apakah kita memiliki pengetahuan yang cukup tentang instrument investasi?

Investasi memang bisa dipelajari. Namun tidak selalunya kita memiliki waktu untuk mempelajari lebih lanjut tentang instrument investasi yang ada. Ada 5 jenis instrument investasi yang harus diperhatikan. Yaitu logam mulia, surat utang negara atau obligasi seperti ORI dan SUKUK, reksadana, saham dan property.

 

Jika Anda tidak memiliki waktu, namun ingin memulai investasi agar cita-cita dan tujuan keuangan dapat dipenuhi, sebaiknya segera menghubungi perencana keuangan yang terpecaya. Seorang perencana keuangan dapat membantu Anda dalam menentukan instrument investasi yang tepat, sesuai dengan profile resiko dan jangka waktu yang dibutuhkan. Live a Beautiful Live!