Kesalahan-kesalahan yang Sering Dilakukan dalam Memiliki asuransi

Asuransi swasta sebaiknya tetap dimiliki walau Anda telah memiliki BPJS. Kepemilikan asuransi swasta berfungsi sebagai tambahan, agar Anda masih memiliki kenyamanan walau dalam keadaan sakit. Namun tidak sedikit juga nasabah atau klien yang salah dalam memilih asuransi.

Berikut 5 hal yang perlu diperhatikan, agar tidak salah dalam memiliki asuransi.

1. Memberikan adanya nilai pertanggungan atau uang pertanggungan pada asuransi anak.

Anak adalah harta yang paling berharga bagi keluarga, namun bukan berarti anak perlu memiliki asuransi jiwa pada Anak. Apalagi ada nilai nominal yang keluar apabila terjadi hal buruk pada anak. Asuransi jiwa hanya dibutuhkan untuk seseorang yang memiliki tanggungan. Jadi, baiknya anak hanya diberikan asuransi kesehatan saja yang akan melindungi Anda dari biaya yang besar, kalau anak Anda menderita sakit sehingga harus dirawat.

2. Asuransi dengan unitlink yang tidak tepat sasaran.

Asuransi dengan unitlink tidak selamanya buruk atau salah. Namun seringkali tidak tepat penggunaannya. Asuransi dengan unitlink sangat bermanfaat dalam membantu mengurangi nilai premi yang dibayarkan, apabila dibandingkan dengan pembelian asuransi kesehatan langsung tanpa unitlink, bagi nasabah atau seseorang yang telah berusia 45 tahun ke atas, namun tetap mendapatkan manfaat yang maksimal.

3. Tidak jujur dalam mengisi informasi yang terkait kesehatan demi mendapat premi murah
Seringkali ada kondisi medis yang sengaja disembunyikan, demi mendapatkan premi yang lebih murah. Kadang malah ada agen asuransi nakal yang menyarankan supaya “tidak terlalu jujur” dalam mengisi pertanyaan, agar asuransi tidak ditolak dan premi yang dibayarkan bisa murah. Padahal, pada saat nanti Anda mengalami kesakitan, asuransi Anda malah bisa ditolak dan semua pembayaran yang pernah Anda bayarkan menjadi hangus. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menjunjung tinggi azas kejujuran dalam menjawab pertanyaan yang terkait urusan medis dan kesehatan, demi terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Cover kesehatan yang kurang atau berlebihan
Ada cover kesehatan yang sudah dipenuhi oleh BPJS, namun ada yang belum. Hal ini bisa Anda lihat dari cover kesehatan yang diberikan oleh asuransi kesehatan swasta yang Anda miliki sebagai tambahan selain BPJS.
Sesuaikan kebutuhan dengan melihat dari besaran asuransi kesehatan dengan berapa fee yang dibayarkan untuk kunjungan dokter per visit. Asuransi yang Anda miliki akan menjadi kurang kalau ada kekurangan biaya yang harus Anda tanggung, dan menjadi berlebihan kalau ada kelebihan biaya dari biaya dokter per visit. Jadi hati-hati, asuransi yang Anda miliki apakah sudah cukup untuk mengcover semua perawatan lain, atau malah Anda masih tetap harus membayar kekurangan yang tidak dicover.

5. Tidak semua rumah sakit menerima asuransi swasta yang Anda miliki.
Tidak semua rumah sakit akan bekerjasama dengan asuransi swasta yang Anda miliki. Untuk menghindari terjadinya penolakan, sehingga Anda malah harus menyiapkan uang yang tidak sedikit, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu ke bagian administrasi rumah sakit, asuransi apa saja yang bekerjasama dengan rumah sakit langganan Anda.
Meski pada akhirnya Anda bisa mendapatkan pengembalian dana dengan system reimbursement, namun memiliki asuransi swasta dengan system cashless tentunya akan menambah kenyamanan. Lagipula, tentunya Anda tidak ingin dalam keadaan sakit Anda malah mengalami penolakan dari pihak rumah sakit karena asuransi yang Anda pilih, tidak bekerjasama dengan rumah sakit.
Apalagi, rumah sakit langganan Anda tentunya menyimpan medical record sehingga rekam medis yang Anda miliki lengkap di sana. Sehingga apapun kesakitan Anda, akan lebih cepat diagnosis dan penangangannya apabila ada rekam medis yang lengkap. dibandingkan ke rumah sakit yang baru, yang butuh melakukan tes ulang beberapa hal tambahan, sehingga akan memakan waktu yang lebih lama tanpa adanya rekam medis yang mendukung. Live a Beautiful Live!