Bijak Atur Uang Elektronik

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Uang elektronik atau Electronic Money adalah alat pembayaran yang memiliki nilai uang yang tersimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip. Uang elektronik dapat digunakan untuk berbagai macam jenis pembayaran seperti membayar tiket transportasi umum, tarif jalan tol dan berbelanja di toko yang bekerja sama dengan penerbit uang elektronik. Nilai uang dalam uang elektronik akan berkurang pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran.

Kartu uang elektronik perdana dapat dibeli dengan mudah dan tidak memprasyaratkan seseorang memiliki rekening perbankan. Batas nilai uang elektronik yang dapat disimpan untuk jenis kartu unregistered (tidak terdaftar) paling banyak sebesar Rp1 juta, sedangkan uang elektronik untuk jenis kartu registered (terdaftar) paling banyak sebesar Rp5 juta. Bagaimana trik bijak menggunakan uang elektronik?

  1. Alat pembayaran pengganti tunai. Anda sebaiknya menggunakan kartu debit untuk keperluan belanja bulanan rumah tangga, membeli keperluan pribadi, dan lainnya. Sedangkan untuk biaya transportasi mau pun belanja kecil dapat menggunakan uang elektronik.
  2. Pengganti uang receh. Setiap hari, Anda mungkin menggunakan uang dalam satuan kecil untuk membayar parkir, tol, tiket bus atau kereta, dan membeli minuman kecil di minimarket. Problem dengan pengambilan uang tunai di ATM adalah satuannya yang minimal Rp50.000 sehingga berpotensi boros dalam penggunaannya.
  3. Urusan keamanan. Apabila kartu uang elektronik hilang, maka pemblokiran tidak dapat dilakukan untuk jenis unregistered. Sehingga, perlakuannya akan sama seperti uang tunai yang hilang. Itu sebabnya, isi ulang saldo sebaiknya dibatasi hanya Rp500 ribu atau maksimal 10% dari penghasilan Anda. Jika terjadi hilang atas kartu uang elektronik berjenis registered, segera blokir nomor kartu Anda ke bank penerbit.
  4. Isi ulang. Saat ini, Bank Indonesia menerapkan adanya biaya untuk pengisian ulang uang elektronik diatas R200 ribu per transaksi. Sehingga, Anda sebaiknya mengatur kapan waktunya untuk isi ulang untuk menghindari biaya. Alternatifnya, lakukan isi ulang 1 bulan sekali di ATM bank penerbit.
  5. Uang elektronik bukan tabungan. Pahami bahwa tidak ada bagi hasil yang diberikan kepada pemilik kartu uang elektronik. Selain itu, tidak seperti tabungan, saldo dalam kartu tidak dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan. Live a beautiful life!