Sambut Buah Hati dengan Keuangan yang Sejahtera

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Sambut Buah Hati dengan Keuangan yang Sejahtera

Anda sedang menantikan kelahiran buah hati? Selamat! Senang sih boleh aja, tapi kita harus ingat masih ada tugas dan tantangan menanti, apalagi kalau bukan mempersiapkan diri menjalani kehamilan sehat dan bahagia! Plus, mempersiapkan kekuatan finansial. Apa saja yang harus Anda siapkan?

Masa Kehamilan & Kelahiran

Pos pengeluaran di masa penantian si buah hati umumnya digunakan untuk membeli segala peralatan bayi yang cukup besar dan juga persiapan melahirkan.

#1. Biaya Kehamilan

Anda harus mempersiapkan penghasilan untuk membeli kebutuhan hamil sehat seperti vitamin, makanan sehat, dan juga senam hamil. Alokasi pos pengeluaran ini harus diambil dari penghasilan rutin bulanan seperti gaji. Angka yang ideal maksimal 10% dari gaji.

#2. Biaya Kesehatan & Kelahiran

Setiap bulan, Anda harus menganggarkan biaya rutin untuk kontrol ke dokter. USG dapat dianggarkan maksimal 2x dalam masa kehamilan, terutama di minggu ke-12 dan minggu terakhir untuk mengetahui kesehatan janin. Apabila ada rezeki lebih, boleh saja melaksanakan jenis USG 4 dimensi yang biayanya lebih besar.

Jangan lupa juga menyisihkan penghasilan bulanan untuk keperluan biaya melahirkan. Apabila kehamilan saat ini adalah yang pertama, saya sarankan untuk mempersiapkan anggaran biaya melahirkan dengan operasi Caesar. Apabila Anda melahirkan normal pun, sisa anggaran dapat digunakan untuk tambahan dana pendidikan.

#3. Perlengkapan Bayi

Nah, masa penuh euphoria ini sering membuat kita lupa daratan. Baju bayi yang menggemaskan, stroller, car seat, baju hamil, dan lainnya bisa jadi menggerus keuangan kita hingga tak bersisa. Belum lagi terpaksa mengandalkan taksi kemana-mana karena sudah tidak bisa menyetir sendiri, atau bahkan mengambil jasa asisten rumah tangga jika ternyata kehamilan agak menyulitkan untuk mengerjakan tugas rumah tangga.

Kalau bicara mampu atau tidak membeli semua yang saya inginkan itu, bisa jadi mampu. Tetapi apa perlu? It’s NEEDS versus WANTS. Karena itu, kita harus menulis lagi apa saja yang menjadi kebutuhan untuk tahun pertama si bayi dan kita harus bisa menentukan mana yang prioritas dan mana yang bukan. Kalau kita mampu untuk membeli yang baru, invest in good quality stuffs supaya awet dan bisa dilungsurkan ke adiknya kelak.

#4. Asuransi Jiwa dan Manfaat Kesehatan

Bila anggota keluarga bertambah, itulah saat yang tepat untuk mengevaluasi apakah keluarga kita sudah mendapatkan perlindungan Asuransi Jiwa yang tepat. Ingat lho, fungsi asuransi jiwa itu adalah untuk mengganti penghasilan si pencari nafkah, apabila terjadi resiko kematian saat usia masih produktif. Sehingga, asuransi jiwa hanya layak diambil untuk pencari nafkah dalam keluarga.

Periksa juga berapa besar manfaat kesehatan yang didapat dari kantor tempat bekerja terutama untuk biaya kesehatan si kecil di 3 bulan pertamanya. Ada beberapa jenis asuransi kesehatan yang hanya mengganti biaya kesehatan seperti imunisasi wajib sampai batas rupiah tertentu. Solusinya, Anda dapat mengalokasikan 5% dari penghasilan untuk biaya imunisasi, atau lakukan imunisasi wajib di puskesmas terdekat agar biayanya lebih murah.

#5. Dana Pendidikan Anak

Diskusi mengenai dana pendidikan anak sudah harus dimulai sejak si bayi masih dalam kandungan. Calon mama dan papa harus tahu sekolah seperti apa yang ingin dipilihkan untuk si buah hati. Mulailah datangi sekolah-sekolah yang sudah menjadi pilihan anda dan cari tahu berapa besar biaya pendidikan yang kelak anda butuhkan.

Setelah tahu angka yang harus Anda capai nantinya untuk membayar biaya pendidikan, instrumen seperti apa yang tepat Anda pilih?

Tabungan adalah produk untuk menabung yang dapat menjaga keutuhan modal awal. Namun, tentu saja imbal hasilnya pasti tidak tinggi. Sedangkan produk investasi seperti reksadana, adalah produk untuk melipatgandakan modal awal Anda dengan lebih cepat. Namun, tentu saja resikonya bisa jadi nilai investasi menurun pada suatu periode. Asuransi merupakan produk proteksi untuk melindungi keuangan keluarga apabila kepala keluarga yang menjadi sumber penghasilan meninggal dunia atau menderita cacat total tetap permanen.

Sehingga, jelas: Tabungan untuk menabung, Investasi untuk investasi, dan Asuransi untuk proteksi. Anda bisa membeli ketiga produk tersebut secara terpisah dengan biaya yang lebih murah. Live a Beautiful Live!