Prioritas dalam Pengeluaran

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Penghasilan naik terus setiap bulan, namun gaji setiap bulan tidak pernah cukup? Masalah klasik ini memang sering dirasakan oleh banyak masyarakat terutama yang tinggal di kota-kota besar. Bagaimana mau mengisi rekening investasi atau tabungan, untuk hidup sehari-hari saja mungkin terpaksa berutang atau hemat-hemat dari tanggal 10 hingga gajian tanggal 25. Apa sebetulnya akar permasalahannya?

Berdasarkan pengalaman saya sebagai perencana keuangan di ZAP Finance, ada 2 masalah klasik yang membuat gaji seringkali habis ditengah jalan. Masalah pertama adalah tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan, dan investasi. Masalah kedua adalah memiliki gaya hidup tinggi.

Tak bisa dipungkiri, memiliki gaya hidup tinggi adalah penyakit yang hingga sekarang belum ada obatnya terutama untuk Anda yang tinggal di kota besar. Susah sekali untuk tidak mengikuti perkembangan gaya hidup alias lifestyle. Berulang kali saya katakan, gaji tidak berhubungan dengan kaya atau miskin asetnya seseorang, tapi akan mempengaruhi gaya hidup Anda. Pahami penghasilan Anda bulan ini harus dapat dialokasikan untuk pengeluaran saat ini dan juga masa depan.

Saat penghasilan Anda terbatas, namun pengeluaran seperti tak ada habisnya, maka melakukan prioritas dalam pengeluaran menjadi suatu keharusan. Ada beberapa tips dalam prioritas pengeluaran rumah tangga.

 

Pertama, proritas pengeluaran rumah tangga. Setiap rumah tangga sebaiknya melakukan skala prioritas pengeluaran berdasarkan pos yang utama, diperlukan, dan sebaiknya ditunda atau dihindari. Pengeluaran utama contohnya adalah belanja dapur dan pengeluaran listrik. Pengeluaran yang diperlukan contohnya pengeluaran biaya kesehatan dan investasi untuk mewujudkan keinginan. Sedangkan, pengeluaran yang dihindari misalnya biaya asisten pribadi, tergoda promosi penjualan, dan boros listrik.

 

Kedua, prioritas pengeluaran anak. Bagilah pengeluaran menjadi hal yang utama, penting, dan tambahan. Pengeluaran utama contohnya biaya makanan dan pakaian anak. Pengeluaran penting contohnya biaya sekolah dan biaya mainan anak. Sedangkan pengeluaran tambahan adalah biaya les anak, hiburan anak, serta biaya barang elektronik untuk anak.

 

Ketiga, prioritas pengeluaran cicilan. Untuk cicilan, utamakan pinjaman-pinjaman yang bersifat produktif seperti pinjaman rumah dan pinjaman usaha. Jumlah cicilan per bulan usahakan dibawah 30% dari penghasilan bulanan. Apabila sudah melebihi angka tersebut, maka sebaiknya Anda tunda dulu pembelian atau jual barang yang telah dibeli dengan utang yang konsumtif. Untuk menjaga pengeluaran cicilan, maka usahakan menggunakan kartu debit atau uang elektronik sebagai alat pembayaran.

 

Keempat, prioritas pengeluaran transportasi. Untuk menjaga pengeluaran transportasi agar masih di sekitar 5% dari gaji bulanan, maka sebaiknya tanyakan dulu beberapa hal sebelum membeli kendaraan. Apakah keluarga perlu membeli kendaraan pribadi, bagaimana dengan harga dibandingkan fungsi, bagaimana dengan konsumsi bahan bakarnya, serta bagaimana dengan biaya perawatannya.

Kelima, prioritas pengeluaran pribadi. Berdasarkan riset, ternyata rata-rata orang hanya menggunakan 21% dari barang yang dia beli. Sehingga, sebelum menjadi boros dalam pengeluaran pribadi, Anda wajib bertanya apakah Anda perlu barang ini? Perlukah bermerek? Dan pastinya miliki dulu uang untuk belanja sebelum Anda membeli barang!

 

Keenam, prioritas pengeluaran rekreasi. Sesungguhnya, untuk pengeluaran rekreasi dan hiburan Anda dapat bedakan menjadi dua jenis, yaitu pengeluaran yang rutin mingguan dengan pengeluaran yang sifatnya tahunan. Hiburan rutin contohnya biaya nonton bioskop, makan di restoran, dan lainnya. Untuk kebutuhan ini, alokasi pengeluarannya dari gaji bulanan sebesar 5%. Sedangkan, hiburan tahunan contohnya adalah biaya liburan. Untuk kebutuhan ini, Anda sebaiknya mengambil alokasi dari penghasilan bonus atau melakukan proses menabung setiap bulan.

Nah, itulah tips dan kiat mengatur prioritas dalam pengeluaran sebuah rumah tangga. Ingatlah bahwa uang sedikit pasti cukup untuk biaya hidup, sedangkan uang sebanyak apa pun pasti tidak cukup jika untuk gaya hidup. Komitmen kuat untuk mencapai tujuan finansial yang menjadi prioritas dalam keluarga harus diikuti dengan disiplin keuangan yang baik. Live a beautiful life!