4 Jenis Investasi yang Perlu Diketahui

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Membuat perencanaan keuangan tidak bisa dilepaskan dari aktivitas investasi. Berinvestasi merupakan alat untuk mencapai tujuan finansial, dan bukan merupakan tujuan itu sendiri.

Setiap aset investasi memiliki karakteristik potensi keuntungan dan resiko yang berbeda-beda. Jika ditanya mana aset investasi yang paling baik, maka jawabannya adalah TERGANTUNG!

  • Tergantung seperti apa profil resiko Anda.
  • Tergantung berapa lama lagi dananya mau dipakai.
  • Tergantung berapa besar keuntungan yang Anda inginkan.

Meski saat ini produk finansial yang ditawarkan di Indonesia sangat beragam, mulai dari deposito, obligasi ritel Indonesia, reksadana, hingga unit-link, sebetulnya jenis aset investasi hanya dibagi menjadi empat. Apa saja? Berikut pembagiannya.

 

  1. Kas atau Tunai.

Meski namanya uang tunai, bukan berarti Anda bisa menempatkan uang didalam lemari atau dibawah bantal seperti orang-orang jaman dulu. Aset investasi dalam bentuk kas umumnya ditawarkan dalam bentuk tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Potensi keuntungan yang didapat biasanya tidak lebih dari 6% per tahun, namun resiko investasi sangat kecil.

  1. Pendapatan Tetap

Aset finansial ini memiliki fitur memberikan pendapatan tetap bagi investornya, bisa bulanan atau tahunan. Umumnya ditawarkan dalam bentuk Obligasi atau surat utang, dan reksadana pendapatan tetap. Kemungkinan nilai investasi Anda akan berkembang diatas 10% per tahun sangatlah minim, namun jika terjadi gejolak di pasar pun nilai investasi umumnya tidak berkurang drastis.

  1. Saham

Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saya biasanya membagi saham menjadi dua, yaitu saham perusahaan terbuka dan saham perusahaan tertutup. Contoh saham perusahaan tertutup adalah jika Anda memiliki usaha waralaba, atau usaha kecil rumahan. Untuk saham perusahaan terbuka, ada pilihan saham Blue Chips yang biasanya nilai kapitalisasi pasarnya besar, dan saham lapis kedua. Untuk kelas aset saham, bisa ditemui pilihannya dalam bentuk reksadana campuran, reksadana saham, dan juga saham biasa. Resiko investasi ini tergolong cukup tinggi, namun potensi keuntungan yang diberikan bisa mencapai lebih dari 20% per tahun secara rata-rata.

  1. Aset fisik

Jenis terakhir adalah aset fisik yang umumnya berbentuk emas, batu permata, dan properti. Nah, potensi keuntungannya bisa cukup bervariasi, tergantung dari bentuk investasi yang kita pilih. Keunggulan utama kelas aset ini tentu saja investor memegang langsung produk investasinya.

Jadi, mana kelas aset investasi yang harus menjadi pilihan Anda? Tentu saja semuanya. Prinsip dasar berinvestasi adalah jangan pernah tempatkan seluruh dana Anda dalam satu kelas. Bentuklah suatu portfolio investasi yang etrdiri dari empat kelas investasi diatas, dengan komposisi yang disesuaikan oleh profil resiko masing-masing. Live a Beautiful Life!