Langkah Memulai Usaha

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Punya niat memiliki usaha? Anda mungkin tidak sendirian. Usaha atau bisnis merupakan salah satu bentuk investasi langsung yang dapat dilakukan oleh calon investor. Investasi dapat dilakukan untuk usaha sendiri mau pun untuk usaha yang dijalankan oleh orang lain. Dalam hal ada sejumlah modal yang disetor kedalam sebuah usaha, maka Anda akan berhak mendapatkan tanda penyertaan berupa saham. Ada beberapa langkah yang sebaiknya Anda tempuh, sebelum menanamkan modal kedalam sebuah usaha.

Langkah pertama adalah mempelajari rencana bisnis yang komprehensif. Sebuah rencana bisnis akan dapat menjawab pertanyaan penting tentang, apa yang dijual oleh usaha ini? Siapa pangsa pasar usaha ini? Bagaimana manajemen berencana membuat keuntungan? Siapa tim impian yang bekerja untuk membuat rencana usaha itu berhasil? Seperti apa proyeksi keuangan usaha? Bagaimana komposisi permodalan usaha?

Salah satu hal terpenting yang dihasilkan oleh sebuah rencana bisnis adalah mengetahui pasar kompetisi usaha. Ayah saya, Dr. Iwan Pontjowinoto, mengatakan bahwa dalam ekonomi Syariah kompetisi itu dihalalkan karena memberi kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan produk atau jasa terbaik dengan harga terwajar. Suami saya, Ghozie Dalel, seorang negosiator handal selalu mengajarkan untuk berani mengambil tantangan dan terus berinovasi agar menjadi pemenang dalam kompetisi. Jadi, jangan pernah takut menghadapi kompetisi dalam berusaha walau pun munculnya pesaing-pesaing baru dapat berdampak terhadap keuntungan Anda.

 

Selain itu, rencana bisnis juga merupakan kunci untuk mengakses dana sebagai sumber modal kerja. Rencana bisnis dapat memberi gambaran berapa jumlah modal yang diperlukan, apakah perlu untuk meminjam dari Bank, dan bagaimana bisnis dapat membayar utang modal kerja tersebut. Dengan mempelajari bagian komposisi permodalan usaha, maka seorang calon investor akan dapat mengetahui bagaimana risiko investasi yang mungkin akan dihadapi.

 

Langkah kedua adalah menentukan apakah Anda sebagai investor juga akan terjun sebagai pelaksana usaha. Apabila hal ini yang dipilih, maka sebaiknya ada sejumlah dana yang dicadangkan untuk kondisi tak terduga. Dana cadangan ini sebaiknya disimpan dalam bentuk tabungan biasa atau deposito dengan jumlah minimal 6 kali pengeluaran rutin bulanan rumah tangga Anda. Fungsi dana ini bila ternyata di bulan-bulan pertama usaha Anda belum dapat memberikan penghasilan, maka Anda tetap memiliki uang untuk membayar keperluan rutin.

 

Langkah ketiga adalah melakukan pemisahan antara keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Saat Anda memutuskan untuk memiliki usaha, langsung pisahkan keuangan untuk usaha dengan keuangan untuk pribadi. Walau usaha masih dalam taraf kecil-kecilan, Anda sebaiknya tetap membuat rekening khusus untuk usaha tersebut atas nama pribadi.

 

Modal awal bisnis merupakan investasi anda. Catatlah berapa investasi yang telah anda keluarkan sebagai modal usaha. Bila anda punya investasi di saham Telkom, maka modal bisnis merupakan investasi di saham usaha anda. Setiap pengeluaran usaha haruslah dibayarkan dengan pemasukan usaha. Tidak mungkin kan Anda membayar biaya gaji pegawai dengan anggaran untuk uang sekolah anak Anda? Tidak mungkin juga kan membayar sewa ruang usaha dengan anggaran belanja bulanan?

 

Prinsip yang sama juga berlaku sebaliknya. Setiap pemasukan usaha tidak dapat langsung digunakan untuk membiayai lifestyle Anda. Menggunakan arus kas bisnis untuk membiayai keperluan-keperluan pribadi adalah BIG NO.

 

Anda harus lebih ekstra hati-hati bila masih ada hutang bisnis. Sesuai dengan rencana bisnis, jumlah pinjaman modal kerja haruslah dapat dibayarkan dari proyeksi pemasukan usaha. Jangan gunakan uang pribadi untuk membayar hutang bisnis. Bila keadaan tidak berjalan lancar, praktek seperti ini dapat membawa bencana terhadap keuangan pribadi. Ingat lho, penghasilan bisnis lah yang harus membayar hutang kerja, bukan uang pribadi Anda.

 

Di tahap awal memulai bisnis sendiri, hasil usaha kadang tidak sesuai dengan harapan. Jangan mundur hanya karena Anda takut kehilangan penghasilan rutin yang biasa dinikmati sebagai karyawan. Hei, ingatlah, Anda tidak mungkin kan selamanya bekerja kantoran? Bisnis yang ideal selalu dimulai dengan hal yang kecil namun didukung oleh rencana yang besar. Semoga kiat-kiat diatas dapat membantu Anda menjadi seorang wirausahawan muda yang memiliki keuangan yang rapi. Selamat mencoba. Live a Beautiful Life!