Ibu Rumah Tangga Jago Investasi

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

 

Prita Ghozie - Articles

Anda seorang ibu rumah tangga? Banyak sekali alasan mengapa seorang ibu rumah tangga perlu mengerti tentang investasi. Berikut beberapa di antaranya:

 

1.Tanggung jawab dalam anggaran belanja/budgeting

Ibu rumah tangga biasanya bertanggung jawab dalam anggaran belanja sehari-hari. Pembuatan budgeting/anggaran yang tepat dengan memasukkan investasi rutin sebagai salah satu komponen belanja bisa dilakukan untuk memastikan adanya alokasi dana untuk tabungan dan investasi tiap bulan.

Belanja dapur, uang sekolah anak, tagihan listrik, biaya bensin dan tol memang sangat penting. Tapi investasi adalah mengerem konsumsi hari ini untuk masa depan. Jangan lupa sediakan budget untuk tabungan dan investasi. Pay yourself first, a year from now you may wish you had started today.

 

2. Pendidikan Anak

Beberapa sahabat saya memilih untuk berhenti kerja untuk kepentingan anak dan keluarga. Anak, memang selalu menjadi prioritas orang tua dan tentu saja seorang ibu akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Dengan inflasi biaya pendidikan yang cukup tinggi di Indonesia, tentu saja biaya pendidikan perlu kita siapkan sejak dini. Jika hanya disimpan di tabungan dan deposito dengan bunga setelah pajak kurang dari 5% pertahun saat ini tentu tidak akan mampu mengejar kenaikan dana pendidikan.

Tidak hanya menyediakan makanan bergizi, menemani mengerjakan PR dan mengantar les/kursus, seorang ibu juga perlu lebih cerdas dalam menentukan instrumen investasi yang dibutuhkan untuk memenuhi dana pendidikan anak-anaknya kelak.

 

3. Waktu yang fleksibel

Ibu Rumah Tangga adalah profesi yang membutuhkan komitmen total, dan waktu kerja 24 jam non-stop dengan tanggung jawab berat. Memang, pekerjaan rumah dan mengurus anak selalu terasa tidak ada habisnya. Tapi, profesi ini juga tanpa Bos, tanpa keharusan untuk datang ke kantor dari pagi hingga petang.

Mari manfaatkan waktu luang di sela-sela rutinitas rumah tangga. Dengan akses internet dan handphone andalan, anda selalu dapat mencuri waktu untuk belajar. Ilmu investasi adalah ilmu yang menarik, artikel dan bahasan tentang berbagai instrumen keuangan tersebar gratis di jagad internet. Dengan menyisihkan waktu untuk belajar anda akan lebih baik dalam mengelola keuangan keluarga.

Anda tidak perlu menjadi trader, atau investor kelas kakap jika tidak menginginkannya. Tapi anda perlu menjadi investor dan pengelola keuangan terbaik bagi keluarga anda.

 

4. Komunitas yang kuat

Saya selalu salut dengan berbagai komunitas ibu-ibu di lingkungan saya, mereka dekat, hangat dan selalu saling berbagi. Manfaatkanlah untuk saling berbagi ilmu, jangan ragu untuk berdiskusi tentang investasi.

Di komunitas saya sendiri ada peminat logam mulia yang selalu update dengan harga emas terkini, para penggemar reksadana, mantan karyawati bank yang ahli kredit, notaris yang senang berbagi ilmu dan seorang ibu sederhana yang ternyata kolektor properti. Inilah kekuatan para perempuan: berbagi dan berbagi.

 

5. Gunakan teknik HAPSARI

HAnya Perlu Selembar Aja sehaRI! Inilah mantra saya dalam berinvestasi.

Tahukah anda bahwa dengan berinvestasi sebesar Rp 300.000 sebulan secara rutin di produk reksadana saham (asumsi return 20% per tahun) selama 10 tahun uang itu akan menjadi sekitar Rp 114.000.000! Jika dimasukkan ke tabungan jumlahnya hanya akan menjadi sekitar Rp 39.000.000. That’s the magic of compound interest.

Tiga ratus ribu mungkin hanya sekedar harga 2 buah pashmina, atau sebuah blus cantik. Tapi jika diinvestasikan secara rutin, pasti akan menjadi ‘sesuatu’.

 

6. Komitmen

Begitu anda memutuskan untuk mulai belajar dan berinvestasi rutin, jangan berhenti. Komitmen sangat penting untuk memastikan anda dapat memenuhi kebutuhan di masa depan.

Jadi, siapa bilang ibu rumah tangga hanya bisa berbelanja? Mari buktikan bahwa walaupun berkutat di kawasan domestik dan menghabiskan waktu bersama anak pun, kita tetap bisa berinvestasi.

 

Live a Beautiful Life!