Tiga Tips Sederhana Menghadapi Risiko PHK

From The Desk of Nur Fadhilah

nur-fadhilah-se-cfp

Sejak tahun 2015 lalu, berita PHK kerap mengisi laman berita cetak ataupun online di tanah air. Kabarnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan penurunan harga komoditas menjadi pemicu beberapa perusahaan untuk memangkas jumlah pekerjanya. Hal itu dilakukan demi mengurangi beban operasional perusahaan sebab perusahaan terus mengalami kerugian. PHK tidak hanya menghantui para pekerja di industri pertambangan minyak yang beberapa bulan lalu mem-PHK banyak karyawan dari level staf hingga manajemen atas. Bulan Oktober- November 2016 lalu beberapa bank di tanah air juga mem-PHK hampir separuh dari karyawannya.

 

Dari peristiwa di atas, kita bisa mengambil pelajaran bahwa risiko kehilangan pekerjaan dimiliki oleh setiap karyawan terlepas dari status ataupun lama pengabdian di dalam perusahaan. Namun besar risiko tersebut bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti status perusahaan (swasta/ negeri) dan ketahanan industri terhadap krisis. Jadi, tidak ada salahnya mempersiapkan diri untuk mengantisipasi risiko tersebut agar tidak menemui kesulitan di kemudian hari kalau- kalau musibah tersebut datang.

 

Persiapan 1- Dana Darurat

 

Dana darurat merupakan dana yang dipersiapkan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang datang tiba- tiba. Karena peruntukan tersebut, dana darurat harus ditempatkan di dalam instrumen finansial yang bersifat likuid seperti tabungan dan deposito. Hal tersebut dilakukan agar dana darurat dapat dicairkan dengan segera apabila diperlukan. Dana darurat ini bisa dipergunakan untuk membiayai kebutuhan hidup selama mencari pekerjaan atau memulai bisnis untuk menyambung hidup selanjutnya. Besar dana darurat ideal yang harus disiapkan sebaiknya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup antara 6- 12 bulan. Artinya, jika pengeluaran rutin bulanan Rp5 juta maka perlu disiapkan dana darurat minimal sebesar Rp30 juta (Rp5 juta x 6 bulan).

 

 

Persiapan 2- Batasi Belanja

 

Apabila industri atau perusahaan tempat Anda bekerja merupakan industri dan/ atau perusahaan yang rawan krisis seperti industri minyak, maka disarankan untuk membatasi utang dan alokasi pos belanja dan jalan- jalan. Utang perlu dibatasi untuk menghindari risiko gagal bayar yang terjadi apabila di masa depan Anda mengalami musibah PHK dari perusahaan tempat Anda memperoleh penghasilan.

 

 

Persiapan 3- Lindungi Keluarga dengan Mengasuransikan Kredit yang Dimiliki

 

Apabila Anda terpaksa harus membeli barang/ jasa dengan berutang, ada baiknya Anda mempertimbangkan pembelian asuransi kredit terutama pada utang- utang yang memiliki nominal besar dan jangka waktu yang lama contohnya utang kendaraan. Asuransi kredit merupakan asuransi yang digunakan untuk melindungi kewajiban utang Anda apabila terjadi risiko yang menyebabkan Anda gagal membayar utang. Artinya, perusahaan asuransi akan bertanggung jawab untuk membayar sisa pembayaran utang apabila Anda mengalami risiko yang ditanggungkan misalnya meninggal dunia. Sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak akan mewarisi beban untuk melunasi utang tersebut.

Secara umum, asuransi kredit hanya memberikan perlindungan apabila tertanggung (orang yang mengadakan perjanjian asuransi) kehilangan penghasilan untuk membayar cicilan utang yang disebabkan oleh kecelakaan ataupun kematian. Namun, Anda bisa menambah perlindungan diri dengan menambah rider atau fasilitas asuransi tambahan berupa asuransi kredit PHK. Asuransi kredit PHK memberikan perlindungan perusahaan asuransi kepada tertanggung dengan melunasi sisa cicilan utang apabila tertanggung kehilangan pekerjaan akibat PHK.

 

Selamat mempersiapkan diri!!

 

Live a beautiful life!