Tips Menghindari Kejahatan Cyber

From The Desk of Nur Fadhilah

nur-fadhilah-se-cfp

Awal Desember 2016, berita nasional memberitakan pembobolan rekening tabungan yang terjadi pada salah satu kantor cabang bank BUMN. Beberapa nasabah bank tersebut menderita kerugian puluhan juta rupiah karena terjadi transfer dana tanpa sepengetahuannya. Kabarnya, tindak kejahatan tersebut terjadi karena adanya celah teknologi bank yang berhasil dibobol oleh pelaku kejahatan cyber. Walaupun pihak bank memberikan jaminan penggantian dana korban kejahatan cyber dan berjanji untuk memperbaiki sistem teknologi yang dimiliki, namun sebagai konsumen tidak ada salahnya untuk mengantisipasi diri.

 

  1. Periksa Mutasi Rekening dan Tagihan Kartu Kredit secara Berkala

Biasakan diri untuk memeriksa mutasi rekening dan tagihan kartu kredit secara berkala minimal sebulan sekali. Hal ini diperlukan untuk mendeteksi transaksi- transaksi yang aneh sehingga Anda bisa cepat melaporkan pihak bank untuk memperoleh penanganan.

 

  1. Lindungi Gadget Anda dengan Anti-Virus yang Terpercaya

Berikan perlindungan ganda pada gadget Anda dengan meng-install software anti-virus terpercaya. Di tahun 2015, beberapa nasabah di tiga bank besar Indonesia mengalami kejahatan cyber karena membeli anti-virus yang ditawarkan oleh pesan layanan di internet. Alih- alih memberikan perlindungan, ternyata anti-virus yang dibeli mengandung virus yang menyerang data e-banking sehingga rekening nasabah bisa dibobol dengan memanfaatkan data tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk memperbarui (upgrade) anti-virus Anda secara berkala.

 

  1. Gunakan Kata Kunci yang Sulit

Hindari penggunaan kata kunci (password) yang mudah ditebak orang lain seperti tanggal lahir. Karena data-data personal Anda seperti tanggal lahir, keluarga dan alamat rumah bisa dengan mudah ditemukan di era keterbukaan informasi ini. Saran kata kunci yang sulit diretas memiliki syarat minimal terdiri atas 8 karakter dan terdiri atas kombinasi antara huruf besar, kecil, angka dan simbol.

 

  1. Batasi Transaksi Finansial Hanya Di Website Terpercaya

Untuk memberikan rasa aman, website- website yang melakukan transaksi keuangan biasanya memberikan keamanan tambahan. Cara termudah untuk mendeteksi keamanan suatu website bisa dilihat dari alamat URL-nya. Suatu website bisa dikategorikan aman untuk bertransaksi jika alamat URL-nya dimulai dengan Https:// atau terdapat simbol gembok.

 

  1. Hati- Hati dengan Email Mencurigakan

Email merupakan media yang paling sering digunakan oleh pelaku kejahatan cyber untuk melakukan tindak kejahatan baik dengan menyebarkan virus berbahaya atau melakukan pishing (berpura- pura menjadi agen resmi institusi keuangan untuk meminta data personal nasabah). Sebelum merespon email khususnya email dari pihak yang tidak familiar, pastikan untuk memeriksa alamat email pengirim.

 

Live a beautiful life!