5 Alokasi untuk Bonus 5 Milyar Tontowi & Liliyana

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Prita Ghozie - Articles

 

Indonesia mendapatkan kado istimewa di hari kemerdekaannya yang ke-71 berupa sumbangan medali emas dari tim ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir pada 17 Agustus 2016 lalu. Berbagai penghargaan baik materi mau pun dukungan moral diberikan oleh pemerintah mau pun banyak anggota masyarakat, salah satunya potensi bonus senilai Rp5 Milyar serta pembayaran anuitas sejumlah tertentu seumur hidup.

 

Jika memang bonus tersebut akan diterima oleh para atlet kebanggaan Indonesia ini, berikut adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan agar kondisi keuangan keduanya terus sejahtera dan merdeka.

 

1. Dana darurat

Jika saya asumsikan biaya hidup untuk keduanya masing-masing adalah Rp15 juta per bulan, maka alokasi sebesar Rp200 juta untuk dana darurat merupakan tindakan yang bijaksana. Dana darurat sebaiknya ditempatkan dalam bentuk deposito bank, agar likuiditasnya tetap terjaga.

 

2. Dana pensiun.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa profesi sebagai atlet profesional memiliki durasi masa produktif yang lebih pendek daripada karyawan biasa. Apabila saya berasumsi bahwa kedua atlet akan gantung raket pada usia 32 tahun, maka mereka akan pensiun dalam 2-3 tahun mendatang. Dengan asumsi biaya hidup per bulan adalah Rp15 juta, maka jumlah kebutuhan dana pensiun hingga usia 70 tahun menjadi sebesar Rp49 Milyar secara nominal!

 

Target kebutuhan dana pensiun dapat tercapai dengan 2 sumber penghasilan yaitu pembayaran anuitas sebesar Rp20 juta per bulan seumur hidup dari pemerintah bagi peraih emas olimpiade Rio 2016 dan juga dari penghasilan pasif atas aset investasi. Dengan bantuan perhitungan kalkulator pensiun dari ZAP Finance, maka dana sebesar Rp3.5 Milyar sebaiknya ditempatkan kedalam aset investasi yang produktif. Target imbal hasil atau keuntungan atas aset investasi minimal sebesar 10% per tahun. Jika 2 sumber penghasilan ini tetap ada, maka Tontowi dan Liliyana akan mendapatkan kemerdekaan finansial di usia 32 tahun!

 

Aset investasi yang dapat memberikan penghasilan pasif dalam bentuk aset riil contohnya adalah membeli properti kemudian disewakan. Opsi menarik lainnya adalah membuka usaha yang mungkin berhubungan dengan hobi saat ini, misalnya kuliner mau pun bidang olah raga. Usahakan tidak mengambil utang hingga 50% dari kebutuhan modal usaha agar pondasi keuangan tetap kokoh bilamana usaha tidak berjalan sesuai harapan. Catatan penting lainnya adalah bentuk investasi bodong sebaiknya dihindari. Umumnya, iming-iming imbal hasil atau keuntungan tinggi diberikan atas penempatan dana investasi. Harap berhati-hati!

 

Sedangkan, jika berminat juga dalam bentuk surat berharga maka opsinya adalah menempatkan dana di obligasi dengan kupon 10% per tahun. Patut dipahami bahwa selama masa penghasilan tambahan akan diperoleh dari aset investasi, sedangkan modal awal investasi tidak berkurang. Selain itu, karena durasi investasi yang masih panjang, maka opsi untuk menempatkan sebagian dalam bentuk saham juga dapat dilakukan. Tujuannya agar potensi hasil investasi yang lebih tinggi dapat diperoleh.

Tontowi Liliyana Olimpiade Rio 2016

 

3. Rumah tinggal

Setiap orang berhak untuk memiliki rumah tinggal yang layak dan baik sebagai pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Alokasikan dana maksimal Rp1 Milyar untuk pembelian rumah tinggal di kota yang diniatkan untuk hidup hingga hari tua.

 

4. Dana kesehatan

Sebagai atlet, sakit mau pun cidera akibat bertanding kadang tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu, memiliki dana kesehatan menjadi sangat penting. Bentuknya adalah kepesertaan BPJS Kesehatan mau pun membeli asuransi kesehatan swasta sebagai tambahan pendukung. Pahami bahwa membeli asuransi harus disesuaikan dengan kemampuan serta lokasi fasilitas kesehatan.

 

5. Have FUN!

Jangan lupa juga bahwa usaha dan kerja keras tetap wajib untuk dinikmati oleh setiap orang dan keluarganya. Wisata ibadah mau pun wisata ke lokasi yang indah dapat menjadi pilihan untuk melepas kejenuhan serta tekanan pada masa sebelumnya. Catatan penting juga untuk tidak menghamburkan dana bonus hanya untuk urusan gaya hidup.

 

Rezeki yang diperoleh setiap manusia pasti sudah merupakan takdir Tuhan Yang Maha Kuasa yang tentunya patut disyukuri. Salah satu bentuk bersyukur tentu saja dengan mengelola rezeki tersebut dengan sebaik-baiknya. Terima kasih dan selamat atas kemenangan para atlet di Olimpiade Rio 2016. Bangun terus Indonesiaku. Live a Beautiful Life!