Budgeting Makeover Secara Syariah

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

 

Prita Ghozie - Articles

Hai sahabat ZAPfinance, menyambut bulan Ramadhan yang akan tiba sebentar lagi, apa saja hal baik yang telah Anda lakukan sejak tahun lalu? Dalam hal keuangan, apa makeover terbesar yang pernah Anda lakukan hingga saat ini?

 

Sedikit cerita tentang saya, makeover terbesar yang saya alami adalah saat memutuskan memakai kerudung tanpa persiapan apa pun! Di pertengahan tahun 2005, lupakan inner jilbab yang modis, dan pakaian-pakaian yang stylish. Koleksi di lemari yang Hijab-material saya punya saat itu hanyalah beberapa baju bordir untuk pengajian.

 

Jujur saya butuh adaptasi hingga 6 bulan lamanya, sampai saya betul-betul merasa nyaman dengan pilihan berkerudung. Ada masa dimana untuk pergi ke kantor saya butuh 1,5 jam lebih untuk bersiap, simply karena tidak tahu mau pakai apa. Sehingga, tanpa menunda lama, saya langsung bongkar seluruh isi lemari, membuat garage sale untuk baju yang sama sekali tidak bisa dipakai lagi, dan membuat daftar belanja yang baru.

 

Sebetulnya, makeover bisa diterapkan untuk segala hal, termasuk keuangan Anda. Pernahkah Anda berkata “Reunian yuk, tapi nanti ya abis gajian aja”. Setelah menerima penghasilan dalam bentuk gaji atau honor, Anda merasa punya uang, lalu bebas ngapain aja. Shopping baju, sepatu, aksesoris, bahkan janjian dengan teman-teman untuk ngopi yang biayanya mungkin bisa mencapai angka jutaan rupiah. Tapi…..mendekati tanggal 10, Anda mulai sadar saldo uang di ATM mulai menipis. Dan jalan keluar diambil untuk bertahan hidup enak adalah menggesek kartu kredit. Miripkah dengan cerita Anda?

 

Bila hal itu terjadi pada diri Anda, maka budgeting makeover menjadi solusinya. Meski judulnya budget alias anggaran, saya lebih suka menyebutnya dengan spending plan. Alasannya sederhana, budget normally fails, but spending plan normally succeed. Dalam Islamic Financial Planning, ada prioritas dalam membuat pos-pos alokasi pengeluaran.

 

  1. Zakat. Sebagian dari harta manusia adalah milik orang lain. Dalam Islam, telah diatur bahwa ada zakat maal, zakat fitrah, dan juga zakat profesi. Kecuali zakat fitrah, nilainya adalah 2.5% dari penghasilan maupun nominal aset yang sudah terhitung harus dikeluarkan zakatnya.
  1. Bayar pinjaman. Dalam Islamic financial planning, tujuan Anda meminjam dan bagaimana kemampuan Anda untuk bayar pinjaman itu menjadi satu hal penting. Itu sebabnya, utang kartu kredit bisa jadi agak menyesatkan, karena tujuan minjamnya itu tidak bisa dikontrol oleh pemilik dana. Apalagi utang ini tanpa agunan, sangat mengerikan jika ternyata Anda tidak mampu bayar, karena tidak ada aset yang bisa dilikuidasi untuk menutup saldo pinjaman. Ingat lho, pinjaman ini bisa diwariskan kepada anak-anak kita yang pastinya akan membuat hidup mereka semakin sulit.
  1. Dana Darurat. We really never know what’s gonna happen next. Karena takdir adalah milik Allah SWT semata, yang bisa kita lakukan adalah menyisihkan penghasilan untuk masa-masa sulit.
  1. Belanja. Belanja untuk keperluan rutin bulanan memang harus bisa dibayar pakai uang penghasilan sendiri. Bukan uang dari pinjaman dana tunai, atau uang tetangga.
  1. Menabung & Investasi. Saya selalu menganggap mengeluarkan uang untuk menabung dan investasi sama saja dengan berbelanja produk-produk keuangan. Pentingnya berinvestasi sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Uang sisa Rp. 100,000 jika tidak diinvestasikan, pasti akan habis juga kan? Dan sayangnya, tidak jadi apa-apa.

 

Berikut ini adalah salah satu contoh program budgeting makeover yang bisa diterapkan secara bertahap. Kalau Anda tidak pernah terbiasa menabung & berinvestasi, setidaknya yuk kita buat dana darurat terlebih dahulu. Setelah mulai terbiasa, barulah pelan-pelan diatur kembali komposisi spending plan nya.

 

Make-over 1 bulan Make-over 6 bulan Make-over 12 bulan
Zakat 2.5% 2.5% 2.5%
Cicilan Utang 30% 25% 20%
Dana Darurat 2.5% 5% 10%
Belanja 65% 57.5% 52.5%
Tabungan & Investasi 0% 10% 15%

 

 

Alokasi penghasilan yang saya contohkan diatas, bisa berubah dengan fleksibel mengikuti ritme kehidupan Anda sehari-hari. Meski demikian, tujuan yang ingin dicapai adalah meraih hidup yang indah dan sejahtera, yang tentu saja perlu usaha dan pengorbanan. Mengeluarkan zakat dan membayar pinjaman tetap harus didahulukan sebelum Anda memikirkan untuk menabung untuk trip liburan bulan depan.

 

Saya masih ingat momen tahun 2005 lalu dimana sempat terjadi pergolakan dan godaan saat pertama kali memakai kerudung. Beruntung, saya punya suami dan keluarga yang mendukung penuh dan membuat saya lebih kuat. Budgeting makeover tidak berbeda, Anda tidak bisa melakukan ini sendirian. Bergandeng tangan lah dengan pasangan, saudara atau teman, saat Anda tergoda untuk sabotase spending plan yang telah dibuat. Dengan berbagi, segalanya menjadi lebih indah. Live a Beautiful Life!