Siapkah Pensiun Dini? – Bagian 1

From The Desk of Prita Ghozie

 

Prita Ghozie - Articles

Pensiun dini? Mungkin kondisi ini menjadi suatu hal yang tidak terbayang sebelumnya dalam hidup Anda. Namun, karena berbagai faktor, baik dari sisi eksternal seperti perusahaan tempat bekerja yang tidak stabil, mau pun internal seperti kebutuhan keluarga atau pun ingin memulai bisnis sendiri. Dengan demikian, bisa jadi pensiun dini merupakan satu tahapan kehidupan yang sebentar lagi akan Anda hadapi. Setidaknya ada tiga faktor yang sebaiknya dipersiapkan, yaitu aspek psikologis, aspek kesehatan, dan tentunya aspek finansial. Nah, sudahkah Anda siap secara finansial untuk pensiun dini?

 

Masa persiapan pensiun umumnya dimulai 5 tahun menjelang pensiun. Peraturan mengenai dana pensiun menetapkan 45 tahun sebagai masa dapat dimulainya pensiun dini seseorang sebagai karyawan. Di masa inilah sangat penting bagi Anda untuk menghitung secara tepat kebutuhan biaya hidup di masa pensiun dan sumber daya apa saja yang telah Anda miliki.

 

Banyak perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan karyawannya lalu mengirimkan calon pensiunan ke pelatihan pra-pensiun yang umumnya mengajak karyawan untuk memulai usaha. Padahal, Anda patut pahami bahwa puluhan tahun menjadi karyawan tentu saja tidak mudah untuk beralih menjadi seorang pebisnis. Pengalaman saya sebagai perencana keuangan yang masih secara langsung memegang kasus klien perorangan, akan lebih tinggi tingkat keberhasilan mempertahankan kesejahteraan di masa pensiun apabila fokus utama dibebankan pada konsep pengelolaan aset keuangan dan pengelolaan keuangan keluarga.

 

Ada beberapa tahap yang umumnya saya lakukan untuk para peserta pelatihan yang juga memiliki kesempatan untuk bisa berdiskusi secara privat dengan pasangan masing-masing. Pertama, hitung jumlah aset dan kewajiban yang Anda miliki saat ini. Apabila Anda masih punya saldo utang pinjaman perumahan atau utang kartu kredit, maka inilah prioritas utama yang harus Anda lunasi mulai dari sekarang. Usahakan memulai pensiun tanpa beban utang.

 

Kedua, lakukan pendataan jumlah tanggungan keluarga. Anda harus menghitung dengan pasti kebutuhan dana pendidikan untuk anak mau pun dana kesehatan untuk orang tua bilaman masih hidup.

 

Ketiga, buat anggaran untuk biaya hidup di masa pensiun. Perhatikan pos pengeluaran yang berpotensi meningkat diatas tingkat inflasi seperti pos transportasi, pos listrik, pos pajak, dan lainnya. Untuk pos pengeluaran lain, Anda bisa gunakan kenaikan inflasi normal. Jangan lupa juga tambahkan untuk pos biaya kesehatan yang umumnya akan meningkat kebutuhannya di masa pensiun.

 

Keempat, hitung sumber penghasilan Anda saat memasuki masa pensiun. Secara umum untuk karyawan, Anda akan mendapatkan saldo Jaminan Hari Tua, saldo dana pensiun, dan mungkin uang jasa dari pekerjaan sebelumnya. Di masa pra-pensiun, Anda mungkin dapat minta bantuan divisi personalia untuk memberikan angka kasar untuk jumlah pembayaran pensiun yang akan Anda terima. Nah, jumlah penghasilan ini akan ditambahkan dengan aset likuid yang sudah Anda miliki.

 

Lalu, bagaimana menghitung kesiapan Anda untuk pensiun dini? Simak tulisan saya di bagian kedua….