Kiat Cerdas Alokasi THR

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

 

Prita Ghozie - Articles

Tak terasa bulan suci Ramadhan memasuki bagian akhir. Suka cita yang dirasakan keluarga di Indonesia terkadang diikuti dengan pengeluaran yang tak terkendali. Saat gaji sebulan sudah mulai menipis, datanglah Tunjangan Hari Raya yang diharapkan dapat membuat keuangan kembali sehat. Namun, mengapa setiap tahunnya keuangan banyak rumah tangga berakhir dengan utang selepas lebaran? Seperti apa sebenarnya bijak dalam mengelola dana THR?

 

Tunjangan Hari Raya alias THR adalah penghasilan tahunan yang diterima oleh setiap karyawan. Jumlahnya bervariasi ada yang satu kali hingga dua kali dari gaji sebulan. Untuk Anda yang pekerja lepas, penghasilan THR pun harus dicari dari berbagai peluang proyek. Sebelum dana THR masuk ke rekening, maka coba lakukan beberapa hal berikut ini.

 

Pertama, alokasi untuk zakat. Bagi umat Muslim, ada kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah bagi setiap orang dan dana THR harus dapat dialokasikan untuk pengeluaran ini. Selain itu, Anda pun dapat menambah sedekah, bantuan sosial, atau pun membayar zakat harta yang selama ini tertunda.

 

Kedua, kebutuhan lebaran. THR utamanya memang diperuntukkan untuk urusan lebaran. Contohnya untuk memberikan THR kepada para pekerja di rumah, angpao untuk saudara dan kemenakan, hidangan lebaran, serta belanja baju dan aksesoris. Bahkan sebuah riset statistik menampilkan fakta bahwa sejak tahun 2009 alokasi untuk belanja elektronik dari dana THR meningkat di Indonesia.

 

Sehingga, pengendalian diri untuk alokasi kebutuhan lebaran menjadi sangat penting. Prioritaskan penggunaan dana THR untuk hak ke pekerja dan urusan hidangan lebaran. Jika ada sisa, maka baru digunakan untuk belanja yang lain. Idealnya, penggunaan THR maksimal 50% untuk pos alokasi kedua ini.

 

Ketiga, keperluan mudik lebaran. Jika Anda juga akan menghabiskan libur lebaran dengan mudik mau pun liburan dengan keluarga, maka usahakan agar dana ini dialokasikan dari THR. Pengeluaran untuk biaya transportasi, biaya akomodasi, serta hadiah harus dihitung dengan cermat. Nah, disinilah Anda dan keluarga harus menentukan prioritas. Apabila Anda lebih memprioritaskan pos untuk mudik atau liburan, maka alokasi untuk kebutuhan lebaran harus diperkecil. Secara umum, idealnya penggunaan THR hanya maksimal 30% untuk urusan mudik lebaran.

 

Keempat, membayar utang. Sayangnya, apabila Anda sudah terlanjur menggesek kartu kredit atau pun mengambil pinjaman untuk urusan lebaran, maka dana THR sebenarnya sudah selesai dialokasikan. Tugas Anda hanyalah membayarkan seluruh utang yang jatuh tempo tersebut dengan dana THR. Jika masih ada sisa lagi, Anda bisa mnafaatkan dana THR untuk mengurangi jumlah pokok utang untuk pinjaman rumah atau pun pinjaman kendaraan.

 

Kelima, investasi. Sebenarnya, penghasilan dari THR sangat baik untuk modal awal berinvestasi. Jika Anda masih kurang dalam alokasi untuk dana darurat, dana THR juga sangat cocok untuk dialokasikan. Usahakan untuk dapat mengalokasikan sekitar 10% untuk berinvestasi.

 

Hal penting yang kerap terlupakan adalah alokasi dana THR untuk keperluan Idul Adha seperti dana untuk hewan kurban. Dalam dua bulan mendatang, kebutuhan ini akan timbul sedangkan Anda tidak lagi mendapatkan tunjangan. Oleh karena itu, usahakan untuk menyisihkan dana THR sekitar 10% untuk digunakan di periode Idul Adha.

 

Saya selalu percaya bahwa Tuhan YME akan selalu memberikan rezeki yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga. Akan tetapi, merupakan tugas kita masing-masing untuk dapat menyusun prioritas pengeluaran, melakukan pengelolaan atas penghasilan, dan terpenting disiplin dalam pelaksanaannya. Uang sedikit pasti cukup untuk biaya hidup. Namun, uang sebanyak apa pun pasti tidak akan cukup jika untuk memuaskan gaya hidup. Mari kita bersihkan dan sehatkan keuangan di momen yang suci dan penuh suka cita ini. Live a Beautiful Life!