Kenali 5 Jenis Zakat

From The Desk of Prita Hapsari Ghozie

Prita Ghozie - Articles

Untuk umat Muslim, kita tentu tahu bahwa zakat itu merupakan kewajiban yang harus kita tunaikan. Selain jenis zakat dibawah ini, masih ada lagi beberapa jenis zakat lain yang berhubungan dengan pertanian, hewan ternak, dan lainnya. Namun, biasanya ada 5 jenis zakat yang biasanya wajib ditunaikan oleh masyarakat umum. Ini dia…

  1. Zakat Profesi

Yang dimaksud dengan zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan atas penghasilan yang diperoleh seseorang atas pekerjaannya yang halal. Ada beberapa poin penting yang harus kita perhatikan sebelum membayarkan zakat;

  • Penghasilan tersebut harus diperoleh dari suatu usaha yang halal.
  • Memperoleh penghasilan itu dilakukan dengan cara yang mudah dan rutin.
  • Diperoleh dengan melalui keahlian yang dipunyai/tertentu.
  • Jumlahnya 2,5% dari penghasilan yang kita terima.

Nisab zakat pendapatan/profesi mengambil rujukan kepada nisab zakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg gabah setara dengan 520 kg beras. Hal ini berarti bila harga beras adalah Rp 6,600/kg, maka nisab zakat profesi adalah 520 dikalikan 6,600 menjadi sebesar Rp 3,432,000.

  1. Zakat Emas & Perak

Zakat ini tergolong zakat harta atau zakat mal. Cara menghitungnya adalah tahunan, artinya harta telah kita miliki selama minimal 1 tahun lamanya. Syaratnya adalah jumlah gram emas & perak telah mencapai nishab. Nishab zakat emas setara 20 keping dinar atau kurang lebih setara 85gr emas. Jumlah wajib zakat 2.5%. Perhiasan emas harus setara dengan status sosialnya. Perhiasan yg tidak digunakan sehari-hari, wajib kita keluarkan zakatnya.

  1. Zakat Surat Berharga

Surat berharga seperti tabungan, deposito, reksadana, dan saham, wajib dikeluarkan zakatnya jika mencapai nishab. Untuk harta ini, nishabnya setara dengan 85 gram emas. Misalnya kita punya despoito sejumlah Rp.40jt plus keuntungannya. Dan deposito ini telah tersimpan selama minimal 1 tahun. Maka, zakatnya sebesar Rp. 50 juta x 2.5% = Rp. 1,25 juta.

  1. Zakat Perdagangan

Modal bisnis yang telah mencapai nishab wajib zakat juga. Syarat zakat perdagangan:

  • Barang dimiliki dgn cara jual/beli or sewa (akad dengan kompensasi)
  • Barang diniatkan untuk dagang

Misalnya, saat ini kita punya barang dagangan dengan nilai Rp. 10 juta. Lalu, setelah setahun menjadi nilai barang dagangan kita menjadi 60jt, maka wajib dikeluarkan 2.5% nya.

  1. Zakat Properti

Untuk Anda yang punya rumah kost, rumah sewa, zakat dikeluarkan bukan atas nilai properti, melainkan atas hasil pengembangan. Cara menghitung zakat properti adalah keuntungan dikurangi biaya produksi dan beban lain seperti gaji pegawai, listrik, dan lainnya. Kemudian, jumlah tersebut dibagi 4 untuk menghitung depresiasi. Nah, dari hasil terakhir terkena zakat properti sebesar 5%.

Nah, di penghujung bulan Ramadan tahun ini, selain menunaikan zakat fitrah marilah kita juga tunaikan zakat lain yang mungkin sudah menjadi kewajiban untuk Anda. Ingatlah, didalam penghasilan yang Anda dapatkan terdapat hak untuk orang lain. Live a Beautiful Life!