Berinvestasi Saham secara Syariah

From The Desk of Nur Fadhilah

 

 

1435552069396

Ingin berinvestasi saham tetapi ragu dengan kehalalannya? Tenang saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memfasilitasi kebutuhan investasi saham bagi para penganut hukum syariah. Bapepam-LK (sekarang menjadi OJK) bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan Fatwa No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek. Fatwa tersebut menguatkan dasar dan aturan mengenai kehalalan investasi saham.

 

 

Namun, apakah semua saham yang diperdagangkan di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) halal hukumnya? Ternyata Tidak, suatu saham dikatakan halal apabila memenuhi 2 syarat yang dinilai dari proses dan keuangan bisnis. Pada penilaian proses, suatu saham dikatakan halal apabila bisnis yang dijalankan bebas dari tindakan- tindakan yang melanggar syariat Islam seperti perjudian, penjualan produk haram (minuman keras dan rokok), jasa keuangan ribawi dan proses bisnisnya juga harus bebas dari praktek suap.

 

 

Syarat kedua, saham tersebut wajib dilihat dari segi keuangannya. Saham syariah harus memenuhi dua kriteria keuangan. Kriteria pertama, dilihat dari rasio hutang berbasis bunga dibandingkan total asset tidak boleh lebih dari 45%. Kriteria kedua, dilihat dari rasio pendapatan non halal dibandingkan total pendapatan harus kurang dari atau sama dengan 10%. Secara berkala OJK akan menerbitkan Daftar Efek Syariah yang berisi daftar saham- saham yang lolos kriteria syariah. Sehingga Anda tidak perlu repot untuk memeriksa kesesuaian setiap saham yang akan diperjualbelikan.

 

 

Selanjutnya, bagaimana menjamin kehalalan proses investasi saham? Karena halal, tidak hanya dilihat dari barangnya saja namun juga proses penggunaan dan perolehannya. OJK dan BEI sebagai pengawas pasar modal tidak dapat memberikan jaminan kehalalan atas proses penggunaan. Karena kehalalan proses penggunaan bergantung pada pribadi masing-masing investor. Namun kedua instansi tersebut dapat memfasilitasi jaminan proses perolehan dalam berinvestasi saham melalui institusi perantara pedagang efek. Sebagai institusi yang memfasilitasi pertemuan jual beli saham antar investor, perantara pedagang efek telah menyediakan sistem transaksi yang beroperasi sesuai dengan sistem syariah. Dengan menggunakan sistem syariah, investor tidak dapat melakukan transaksi seperti membeli atau menjual saham non syariah dan melakukan transaksi wash sale. Wash sale adalah transaksi yang terjadi antara pihak pembeli dan penjual yang tidak menimbulkan perubahan kepemilikan dan/ atau manfaatnya atas transaksi saham tersebut.

 

 

Apabila dahulu Anda memiliki keraguan untuk berinvestasi saham karena masalah kehalalannya, kini Anda tidak perlu merasa khawatir. Selamat berinvestasi secara syariah. Jika anda masih ragu untuk berinvestasi saham, konsultan kami dapat membantu Anda memberikan saran seputar perencanaan keuangan dan investasi.

 

 

 

Live a Beautiful Live!