Mempersiapkan Dana Menikah

From The Desk of  T Rini Triastuti

 

Foto - RiniPernikahan merupakan salah satu tujuan investasi baik bagi mereka yang sudah memiliki pasangan maupun mereka yang masih melajang. Walaupun banyak pernikahan yang sebagian besar dananya disediakan oleh orang tua, tidak menutup kemungkinan ada juga pasangan yang memutuskan untuk membiayai pernikahan mereka sendiri. Bagi para pasangan yang menyiapkan pernikahan mereka dengan dana sendiri, perlu diperhatikan biaya-biaya apa saja yang akan dikeluarkan selama mempersiapkan momen penting ini.

Zaman dulu, biasanya yang membiayai pernikahan adalah selalu dari satu pihak saja dan satu pihak lagi hanya mengelola dana yang diberikan. Tetapi sekarang, dengan mempertimbangkan biaya pernikahan yang setiap tahunnya semakin mahal, maka biaya tersebut tidak lagi dibebani kepada satu pihak saja. Biaya pernikahan adalah biaya yang ditanggung oleh setiap individu dari pasangan tersebut.

Bagi yang sudah memiliki pasangan dan merencanakan akan menikah, ada baiknya pasangan saling jujur mengenai kondisi finansial masing-masing agar dapat dilakukan pengaturan mengenai berapa jumlah yang harus dipersiapkan masing-masing. Dengan mengetahui kualitas finansial masing-masing individu, diharapkan dapat lebih bijak mengatur anggaran dan kebutuhan dalam persiapan pernikahan. Maka dari itu, bagi yang masih melajang dapat disarankan pula agar sudah melakukan persiapan dana pernikahan mereka dan memasukkan pernikahan sebagai salah satu tujuan investasi.

Untuk menentukan anggaran pernikahan, ada baiknya kamu melakukan survei dan bandingkan harga dari masing-masing vendor. Saat ini setiap vendor banyak menawarkan paket pernikahan dengan berbagai tingkatan harga yang berdasarkan pada jumlah undangan, konsep pernikahan, dan lokasi pernikahan. Bagi pasangan atau yang masih melajang yang ingin mengumpulkan dana sedikit demi sedikit, disarankan untuk melakukan perencanaan sejak 2-3 tahun sebelumnya agar peluang untuk tercapainya target dana lebih besar.

Produk investasi yang bisa dipilih untuk mengimplementasikan tujuan investasi ini adalah produk investasi reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, tabungan, dan logam mulia (LM). Persiapan pernikahan dengan jangka waktu 2-3 tahun lebih cocok dengan produk investasi tersebut karena relatif lebih aman. Pilihan untuk melakukan pinjaman atau menggunakan kartu kredit untuk membiayai pernikahan sangatlah tidak disarankan. Itulah mengapa disarankan untuk melakukan persiapan dari 2-3 tahun sebelum target pernikahan. Semakin jauh persiapan itu dilakukan maka semakin kecil kamu akan mengambil keputusan untuk meminjam, baik itu berupa KTA atau dengan menggunakan kartu kredit.

Patut diingat bahwa pernikahan tidak hanya sebatas akad nikah dan resepsi saja, tetapi kehidupan setelahnya jauh lebih penting. Lebih baik kamu menyisihkan sebagian dana yang kamu punya untuk kehidupan setelah menikah. Maka dari itu, kamu harus bisa membedakan yang mana keinginan dan yang mana kebutuhan. Bila kita membicarakan keinginan, maka setiap individu pasti memiliki keinginan yang tak terbatas. Tetapi kita harus melihat lagi apakah keinginan itu sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Sama saja dengan mengatur dana pernikahanmu. Persiapkanlah dana menikahmu sesuai dengan kebutuhan dan mulailah berpikir realistis mengenai kehidupan yang akan dijalani setelah menikah. Pernikahan merupakan sebuah awal dari kehidupan baru, maka sambutlah kehidupan barumu dengan perencanaan yang baik. Yuk, mulai menabung untuk pernikahan impianmu.

 

Live a Beautiful Life !