Unit Link atau Reksadana?

Saat ini sedang marak produk-produk Unit Link yang ditawarkan sebagai investasi. Tapi benarkah Unit Link tidak menguntungkan sebagai investasi, dibandingkan produk reksadana?

Ani, 35 tahun.

Jawaban

 

Prita Ghozie - ArticlesBaik produk Unit-link di Polis Asuransi Jiwa maupun Reksadana, masing-masing memiliki manfaat. Meski demikian, tentunya kita harus pandai memilah mana yang fungsi utama dan mana yang fungsi tambahan. Sekarang yang jadi bahan pertimbangan kita adalah mana yang lebih optimal untuk berinvestasi ya….

 

Produk asuransi berbasis investasi atau lebih dikenal dengan produk Unit link merupakan perkawinan antara 2 produk keuangan, yaitu asuransi jiwa berjangka + unit link. Ditawarkan melalui polis asuransi jiwa, sehingga menjadikan produk ini BUKAN produk investasi, tapi ada TAMBAHAN fitur berinvestasi.

 

Reksadana dan unit link pada dasarnya adalah produk keuangan yang persis sama. Dana dari para investor akan masuk kedalam suatu wadah dan dikelola oleh seorang Manajer Investasi. Jadi, jika berbicara resiko dan potensi keuntungan investasi untuk berbagai jenis dana kelolaan dari mulai pasar uang,campuran, hingga saham, akan memiliki sama saja. Namun, suatu produk yang dijual independen dibandingkan dengan yang harus “nempel” dengan suatu produk lain, tentu saja ada fitur-fitur penting yang akan sangat membedakan dan bisa berdampak terhadap rencana keuangan Anda.

 

Pertama, saldo investasi. Bagi investor reksadana, berapa pun saldo investasi Anda saat ini, maka Anda akan berhak 100% untuk mencairkan dananya kapan saja. Perhatikan juga untuk pencairan investasi dibawah 1 tahun, biasanya ada redemption fee. Bagi investor unit-link, rata-rata polis tidak memperkenankan Anda untuk mencairkan 100% di 5 tahun pertama. Sehingga, untuk unit-link ada resiko sebagian dana investasi Anda tidak bisa dicairkan saat dibutuhkan.

 

Kedua, fee jual dan fee beli. Seperti halnya membeli produk pewangi, Anda yang membeli di pasar induk, tentu harganya bisa berbeda dengan yang membeli di supermarket premium. Sama halnya dengan reksadana dan unit-link. Berhubung reksadana dapat dibeli langsung ke penjual, maka wajar saja jika fee jual dan beli akan lebih kecil daripada membeli unit-link yang harus lewat “toko asuransi”.

 

Ketiga, saldo investasi unit-link diprioritaskan untuk membayar premi asuransi. Anda harus sadar, meski setoran premi asuransi hanya berdurasi 7 hingga 10 tahun, namun biaya asuransi akan terus terdebit dari rekening hingga polis tidak berlaku. Sehingga, ada kemungkinan investasi unit-link Anda akan terambil secara otomatis oleh porsi asuransi untuk bayar premi. Jika, demikian ada resiko investasinya tidak mencapai target hasil seperti yang diinginkan.

 

ZAPtion!

  1. Tetapkan tujuan finansial yang jelas. Apa yang Anda mau, investasi dana pendidikan, dana pensiun atau apa?
  2. Usahakan untuk mulai membuat rencana keuangan.
  3. Beli produk investasi untuk berinvestasi dan beli produk asuransi untuk proteksi.

 

Live a Beautiful Life!

Prita Ghozie